Seni pertunjukkan Kuda Giribig ini telah lama terlupakan oleh masyarakat, namun kesenian tradisional tersebut hingga kini, tengah berusaha diangkat kembali oleh Abah Renggo, yang notabene adalah sosok seorang seniman putra daerah Subang itu sendiri.
Sekilas, kesenian Kuda Giribig tampak serupa dengan kesenian Kuda Lumping, namun yang membedakannya adalah, kuda yang dipakai dalam seni Kuda Giribig tersebut berbahan baku anyaman bilik bambu, dengan diameter 1×1,5 meter dan tali pelecut berukuran sepanjang 3 meter.
Kesenian tradisional ini, kerap turut memeriahkan acara Festival Helaran Seni Budaya, yang digelar oleh Pemda Jawa Barat, dalam rangka berbagai acara perayaan atau pun HUT kota Kabupaten. Pada kesempatan acara-acara tersebut turut pula didatangkan para seniman dan budayawan, termasuk pula para pemain seni tradisional Kuda Giribig dari Padepokan Jaga Sarakan Ki Sunda asal kota Subang, Jawa Barat.
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...