Makanan Minuman
Makanan Minuman
Minuman Jawa Tengah Jawa Tengah
Kopi Tubruk
- 6 Desember 2017

Kopi tubruk adalah tradisi kopi yang paling sering dan umum di temui di berbagai wilayah di Indonesia, terutama di Jawa dan Bali.

Cara membuatnya mudah, cukup memasukan kopi dan tuangkan air panas, tambahkan gula bila ingin berasa manis, aduk dan hidangkan.

Kopi tubruk (tanpa gula) ini juga erat dan selalu menjadi salah satu minuman yang disajikan dan disiapkan untuk tradisi sesaji.

CARA-CARA MENYEDUH KOPI YANG PERLU DIPERHATIKAN:

Walau terkesan gampang, perhatikan hal-hal berikut jika kita ingin kopi tubruk terbaik:
 
Air
Dalam sajian kopi tubruk, 90 persen lebih isi cangkir kita adalah air. Maka peranan air sangat penting! Pastikan air yang kita gunakan bersih dan pada temperatur yang tepat.
 
Saya biasanya menggunakan air mineral merk Amidis untuk menyeduh kopi. Ini anjuran teman-teman saya yang lebih jago bikin kopi, hehehe. Kata mereka, air mineral bisa lebih mengeluarkan karakter kopi.
 
Jika tak ada, pakai air kita sehari-hari saja. Cuma pastikan air tersebut segar. Tak berasa dan tak berbau.
 
Untuk kopi tubruk, air biasanya dipanaskan hingga sekitar 90 derajat Celcius. Jika tak punya termometer, masak air hingga mendidih dan biarkan selama 1,5-2 menit.
 
Kopi yang akan diseduh
Bagian terpenting selanjutnya sudah jelas. Kita harus punya kopi!
 
Yang harus kita pastikan dan prioritaskan adalah kesegaran si kopi.
 
Dalam hal ini, saya terus terang merekomendasikan biji kopi yang baru digiling.
 
Lebih ideal lagi, biji kopi yang akan kita giling harus pula segar. Ia harus fresh dari tempat roasting (sangrai). Jangan gunakan biji kopi sangrai yang sudah mendekam lebih dari 2 bulan.
 
Maka dari itu, baiknya kita punya grinder (penggiling kopi) sendiri. Dengan cara ini, seduhan kopi tubruk yang nanti kita hasilkan akan lebih segar, beraroma dan mengeluarkan karakter terbaiknya.
 
Hal kedua, perhatikan ukuran gilingnya.
 
Untuk kopi tubruk, biasanya biji kopi digiling halus (fine). Semakin kasar ukuran giling kopi, akan semakin susah air untuk melarutkan sari-sarinya.
 
Alat seduh
Selanjutnya, perhatikan alat-alat yang kita gunakan. Harus bersih!
 
Untuk kopi tubruk, alat yang digunakan pun sederhana. Ada panci untuk memasak air, teko untuk menuang air, sendok untuk mengaduk (jika perlu), serta server atau cangkir untuk wadah si kopi tubruk.
 
Rasio kopi dan air
Perbandingan kopi dan air sangatlah penting.
 
Jika air terlalu banyak, seduhan akan encer. Jika dosis kopi terlalu banyak, ia bisa mengalahkan rasa dan karakter lain.
 
Prinsip yang biasa dipegang adalah 1/15. Satu bagian kopi untuk 15 bagian air.
 
Jika kita punya kopi 20 gram, maka air yang kita pakai sekitar 300 ml. Prinsip ini dipercaya akan mengeluarkan rasa dan karakter kopi secara optimal.
 
Waktu seduh
Timing is everything. Agar seduhan kita menghasilkan aroma dan rasa terbaik, perlu waktu seduh yang tepat.
 
Untuk metode tubruk ini, waktu yang kita butuhkan kira-kira 4 menit.
 
Sebagai tambahan, pada awal menyeduh sebaiknya kita membasahi kopi selama 30 detik. Ini kita lakukan untuk memanaskan bubuk kopi secara awal (pre-heating). Selain itu, ini kita lakukan juga untuk mengeluarkan gas yang terkandung di kopi dan sela-selanya.
 
Sumber: http://kopikopikopi.com/4menit-cara-membuat-kopi-tubruk-enak/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
Cara menghubungi call center ayopinjam
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.

avatar
Pinjamflexi1999