Pengobatan dan Kesehatan
Pengobatan dan Kesehatan
kecantikan Jawa Tengah sukoharjo
Kopi Ternyata Bisa Dijadikan Bahan Produk Kecantikan
- 29 Agustus 2019
Banyak yang belum percaya kalau kopi ternyata bisa dijadikan bahan produk kecantikan. Hal ini dikarenakan kopi biasanya dinikmati dengan dalam bentuk minuman atau makanan.
 
Umumnya produk kecantikan lebih banyak didominasi bahan utama ekstrak buah, sayuran atau bunga. Nmaun, seiring waktu inovasi kreatif terus bermunculan hingga akhirnya hadir produk kecantikan dengan bahan anti mainstream seperti kopi.
 
Dalam berbagai survei membuktikan bahwa kopi dalat memberikan efek positif bagi kulit. Bahan hitam ini dapat mengecilkan pori-pori serta melembabkan kulit.
 
Lalu, produk kecantikan seperti apa saja yang menggunakan bahan dasar kopi? Berikut beberapa ulasannya.
 
1. Masker Kopi
 
Bagi kamu yang ingin melakukan perawatan wajah yang berbeda dan tidak biasa, cobalah masker kopi. Penggunaan masker ini secara rutin akan membuat kulit wajah tampak awet muda dan segar karena terdapat antioksidan tinggi di dalamnya.
 
Selain itu, masker kopi juga ampuh untuk memudarkan bekas jerawat, mencegah penuaan, meregenerasi sel kulit serta mengencangkan wajah. Kamu hanya perlu membuat pasta kopi dari kopi bubuk dengan dicampur dengan bahan alami lainnya seperti putih telur, tomat atau lidah buaya kemudian oles ke wajah secara rutin 2X sehari. Cobalah dan rasakan hasilnya.
 
2. Parfum Kopi
 
Siapa sih yang tidak suka dengan wewangian? Semua orang pasti suka, tapi terkadang aroma yang dihasilkan dari parfum tertentu sangat menyengat hidung.
 
Nah ada satu variasi parfum lainnya yang tidak kalah menarik untuk dicoba yaitu parfum beraroma kopi. Pengharum yang satu ini aromanya lebih kalem dan soft sehingga membuat siapa saja yang menghirupnya nyaman.
 
Semerbak aroma kopi juga dipercaya dapat membuat pikiran dan hati lebih rileks serta mengurangi stress akibat kerja harian yang melelahkan. Biasanya parfum kopo dalam bentuk spray yang lebih dominan disukai karena dianggap lebih praktis.
 
3. Sabun Kopi
 
Olahan produk kecantikan yang terakhir yaitu sabun kopi. Barangkali terdengar aneh karena biasanya sabun aromanya lebih ke arah buah-buahan atau bunga-bungaan.
 
Namun, sabun beraroma kopi ini menjadi inovasi terbaru yang sedang ngetrend saat ini. Bagi pecinta kopi sejati pasti akan sangat suka dengan pembersih badan ini.
 
Sabun kopi dapat membuat tubuh lebih segar sekaligus memberikan keharuman badan lebih lama karena kopi sendiri memang menghasilkan aroma yang tahan lama.
 
Nah itulah beberapa anek produk kecantikan yang menggunakan bahan dasar kopi. Jika kamu tertarik untuk menggunakannya, kamu bisa buat sendiri dengan mengikuti panduannya di internet atau beli langsung yang sudah jadi. Selamat mencoba.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali:
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Panduan Memahami Asal Usul Gresik:
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Panduan Memahami Asal Usul Gresik: Dari Jejak Sejarah hingga Etimologi Nama Gresik, yang dijuluki Kota Wali karena peran pentingnya dalam penyebaran Islam di Jawa, merupakan salah satu wilayah bersejarah di pesisir utara Pulau Jawa. Memahami asal usul daerah ini tidak hanya menyangkut pengetahuan kronologis semata, tetapi juga memerlukan analisis terhadap berbagai lapisan sumber—dari prasasti kuno, naskah babad, hingga catatan kolonial. Panduan ini dirancang untuk membantu pembaca menavigasi kompleksitas historiografi Gresik secara sistematis, mulai dari etimologi nama hingga penetapan identitas administratifnya sebagai kabupaten. Sumber Sejarah dari Masa Jawa Kuno Dalam tradisi historiografi Indonesia, Gresik menempati posisi unik karena keberadaan sumber-sumber tertulis dari periode Jawa Kuno. Dua dokumen kuno menjadi landasan utama bagi para sejarawan dan budayawan dalam menelusuri akar historis wilayah ini (Sumber 3). Pertama, Babad Hing Gresik merupakan naskah sejar...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rambu Solo':
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Rambu Solo': Ketika Kematian Menjadi Perayaan Perjalanan Bagaimana mungkin kematian—yang di banyak budaya menjadi momen duka dan kehancuran—diubah menjadi sebuah pesta yang memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun? Bagi Suku Toraja di Sulawesi Selatan, kematian bukanlah titik akhir, melainkan pintu masuk menuju perjalanan terakhir yang memerlukan persiapan ritualistik yang rumit dan mahal. Inilah inti dari Rambu Solo' , upacara pemakaman dalam ajaran Aluk Todolo yang mengubah penguburan menjadi sebuah spektakul budaya penuh makna. Menunggu di Antara Dua Dunia Paradoks pertama dari Rambu Solo' terletak pada pengertian kematian itu sendiri. Dalam logika Aluk Todolo —kepercayaan leluhur Suku Toraja—seseorang yang baru meninggal secara fisik belum benar-benar "mati" secara spiritual. Mayat akan disimpan terlebih dahulu di dalam rumah, bukan untuk segera dikubur, melainkan menunggu waktu yang dianggap tepat (Sumber 4). Masa tunggu ini bisa berlangsung berm...

avatar
Kianasarayu