Makanan Minuman
Makanan Minuman
Kuliner Khas Pekalongan Jawa Tengah Pekalongan, Jawa Tengah
Kopi Tahlil Pekalongan
- 24 November 2017

Kopi Tahlil Pekalongan merupakan minuman khas Pekalongan, Dinamakan demikian karena pada awalnya minuman ini hanya disajikan ketika acara tahlilan saja. Namun seiring berjalannya waktu dan banyaknya peminat, mulai banyak warung yang menjajakan kopi tahlil tersebut. Jika dilihat dari bahannya, bisa dibilang kopi ini merupakan perpaduan antara cita rasa Arab dan Pekalongan. Rempah-rempah yang diracik untuk membuat kopi ini adalah kopi, gula jawa, cengkeh, kayu manis, pandan, kapulaga, batang serai, dan pala.

Berikut bahan dan cara pembuatan Kopu Tahlil Pekalongan yang bisa Anda coba di rumah.

Bahan-bahan yang dibutuhkan

  • 3 liter air
  • 20 butir cengkih
  • 10 cm jahe
  • 10 cm kayu manis
  • 9 butir kapulaga
  • 7 batang serai, memarkan
  • 3 lembar daun pandan, simpulkan
  • 1/2 butir pala
  • 200 gram gula merah, sisir halus
  • 100 gram kopi bubuk

Cara Pembuatan Kopi Tahlil Enak

  1. Rebus semua bahan, kecuali gula merah dan kopi bubuk, hingga mendidih. Kecilkan api, masak selama 2 jam.
  2. Masukkan gula merah, masak hingga gula larut. Angkat.
  3. Masukkan kopi hitam bubuk, aduk rata.
    Sajikan panas untuk 6 gelas.

 

 

 

Sumber:

http://resepnusantara.id/kopi-tahlil-pekalongan/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Mayank Putri Mulia @AdminSlot Toto88 #JayaSlot
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

<!DOCTYPE html>   Hacked By Raxor404 Santiago 404 Team *     Website Locked By Raxor404 PLEASE PAY THE RANSOM AT indonesiacyberteamid@gmail.com

avatar
Xxxxxx
Gambar Entri
Mayank Putri Mulia @AdminSlot Toto88 #JayaSlot
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
Mayank Putri Mulia @AdminSlot Toto88 #JayaSlot
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Mayank Putri Mulia @AdminSlot Toto88 #JayaSlot
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
Mayank Putri Mulia @AdminSlot Toto88 #JayaSlot
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan       ni balatuk ni rumah bea la`` <pre><code>&lt;pre&gt;&lt;code&gt;&lt;pre&gt;&lt;code&gt;&lt;pre&gt;&lt;code&gt;&lt;p&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;</code></pre></li> </ol> <p> <p> </p></li> </ol> Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perap...

avatar
Hokker