Makanan Minuman
Makanan Minuman
Minuman Daerah Istimewa Yogyakarta Yogyakarta
Kopi Jos
- 19 Desember 2015

                      Foto Kopi Arang

CARA MEMBUAT KOPI JOSS ARANG JOGJAKARTA

 
 
Resep Kopi Jos Kopi Arang Khas Yogyakarta Asli. Kopi Joss adalah kopi yang ditemukan pada abad ke-19 yang dipelopori oleh pedagang angkringan di daerah sekitar stasiun Tugu Yogyakarta yang kemudian populer dan mendunia pada awal abad 20. Kami sebagai provider tidak mau kalah dan mengeluarkan produk kopi serupa dengan rasa yang berbeda dan lebih menggairahkan. Kopi ini merupakan resep kopi hitam yang dicampur dengan arang. Disini arang kami lah yang membedakan. Arang yang kami pakai menggunakan kayu yang telah diawetkan bersama mayat Fir'aun di Mesir. Jadi dengan arang impor ini terjadilah sebuah perkawinan antara Java Coffee dengan Arang Mesir. Anda akan menemukan pengalaman yang belum pernah anda rasakan ketika meminum Kopi arang Yogya ini. Kopi jos ini kemudian kami bagi lagi menjadi 2 divisi COFFEE JOS, yaitu :
  • Kopi Jos 1x
  • Kopi Jos 2x
1x dan 2x ini adalah banyaknya arang yang dimasukkan ke dalam kopi. Jadi kenapa kami cuma memberikan opsi sampai 2x adalah karena jika terlalu banyak maka kopinya akan semakin sedikit dan bisa tumpah. Semakin banyak arang maka semakin mahal kopi ini.

Kopi Joss, merupakan  kopi yang memiliki metode pembuatan unik dengan diberi bara arang. Ketika kopi tubruk panas ini diberi atau dimasukkin arang yang panas, maka kopi tersebut akan mengeluarkan suara josss yang kencang sehingga terciptalah nama kopi itu yang telah dijual dengan resep kopi ala cafe.

Khasiat dan Manfaat dari kopi jos ini banyak peneliti yang mengakui kalau  kadar kafeinnya dinilai rendah karena metode pembuatannya dinetralisir oleh arang. Arang yang dipanaskan pada suhu diatas 250° Celcius akan menjadi karbon aktif yang berguna mengikat polutan dan racun. Namun katanya, karbon yang teraktivasi dapat mengurangi ampas kopi, mengikat racun, dan memperbaiki aroma. Mau coba bikin sendiri silahkan coba resep dibawah ini.

RESEP KOPI JOSS ARANG


BAHAN :
  • Kopi bubuk ( Kopi Arabica Gayo ) boleh pake resep kopi hitam lain
  • Air Panas
  • Gula pasir
  • Arang Bersih ( di bakar sampai merah ) boleh pakai arang bambu kali ya tanya sama mas Indra Al Fatih penjual Arang Bambu di Indonesia.
CARA PENYAJIAN KOPI JOSS JOGJA :
  1. Seduh Kopi Bubuk dan Gula ( tergantung selera ) dengan air panas mendidih ke dalam gelas
  2. Masukan arang panas kedalam gelas yang sudah di siapkan – pint no.1
  3. Kopi Joss / Kopi Arang khas Jogjakarta siap di hidangkan

 

RM/Toko yang Menyediakan:
 
kopi joss
Restaurant
Address: Jl. Mangkubumi, Cangakan, Kec. Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57716

 

Sumber : https://carabuatresep.blogspot.com/2014/07/cara-membuat-kopi-joss-arang-jogjakarta.html

baca juga resep tiramisu kukus yang enak tentunya akan membuat sajian santap semakin nikmat jika di nikmati bersama kopi

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Call center pinjamflexi
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi call center resmi Pinjam Flexi (0857) 58337054 atau CS Pinjam Flexi (0831)69265049 dan melalui email cs@pinjamflexi.id. layanan customer service Pinjam Flexi dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

avatar
Pinjamflexi08
Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker