Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sulawesi Utara Manado
Klappertaart
- 24 September 2017

Klappertaart - Manado

Sejarah kolonialisme di Hindia Belanda adalah sejarah makanan, perjamuan makan,dan politik makan. Banyak kuliner Indonesia yang mengadaptasi kuliner Belanda. Salah satukuliner warisan kolonialisme adalah Klappertart. Banyak orang mengira bahwa Klappertaart adalah kue asli Indonesia. Padahal kue iniberasal dari Belanda yang resepnya dibawa oleh para pedagang Belanda sendiri. Karenapada waktu itu persebaran hanya sebatas Manado, maka sampai saat itu Klappertaart hanyatersebar di daerah Manado. Karena itu pula Klappertart disangka sebagai makanan khas Manado.
Kini, Klappertaart begitu akrab di lidah masyarakat Indonesia, tidak hanya di Manado saja.

Klappertaart di Indonesia dikenal sebagai kue khas Manado dengan bahan dasar kelapatepung terigususumentega dan telurResepadonan tersebut merupakan pengaruh saat zaman pendudukan Belanda di Manado. Terdapat beberapa macam cara memasak klappertaart. Bila dipanggang dan menggunakan roti, maka akan menghasilkan klappertaart dalam bentuk yang padat, bisa dipotong layaknya kue taart pada umumnya. Tetapi ada juga cara memasak yang tidak panggang. Ini akan menghasilkan tekstur yang begitu lembut, seperti memakan custard yang langsung meleleh begitu masuk ke mulutKue ini paling nikmat bila disantap dalam keadaan dinginjadi tidak boleh dibiarkan terlalu lama di luar pendingin.

Klappertaart termasuk kue yang mengandung kalori yang cukup tinggi. Ada pengusaha klappertaart yang mencari campuran adonan yang lebih rendah jumlah kandungan kalorinya. Beberapa jenis klappertart menggunakan lemak rendah kalori, susu kalsium tinggi dan pemanis rendah kalori sebagai campuran adonannya menggantikan susu dan gula yang pada umumnya digunakan, sehingga menjadikan kue ini berkurang jumlah kalorinya. Klappertaart Rendah Kalori memang sengaja dibuat agar orang-orang yang sedang diet bisa menikmati kue lezat ini.

Klappertaart adalah ikon daerah Sulawesi Utara (Manado) juga telah masuk dalam Makanan Khas Nusantara bersama dengan 30 jenis makanan lainnya dari berbagai daerah.Saat ini Klappertaart sudah dikembangkan menjadi berbagai macam rasa atau flavor, ada rasa Durian, Chocolate, Keju, Rum Raisin, Blueberry, dan tentunya original. Di Manado sendiri Klappertaart sangat mudah didapatkan

Resep Klapertart
Bahan-bahan:
  • 750 ml fresh milk
  • 200 gram gula pasir
  • 250 ml fresh cream cair
  • 125 gram tepung maizena
  • 75 gram tepung terigu
  • 150 gram margarin
  • 9 butir kuning telur, kocok lepas
  • 3 btr kelapa muda
  • ¼ sdt kayu manis bubuk
  • ¼ sdt vanilla essence
Topping :
  • 9 butir putih telur
  • 50 gram gula halus/ gula pasir
  • kismis, rendam sebentar dengan air hangat
  • kenari cincang
  • kayu manis bubuk
CARA MEMBUAT KLAPERTART :
  1. Campur fresh cream cair, tepung maizena dan tepung terigu sampai tercampur rata. Sisihkan.
  2. Didihkan fresh milk/ susu murni segar dengan gula pasir menggunakan api sedang hingga mendidih. Masukan campuran fresh cream, aduk adonan dengan cepat hingga mengental dan tercampur rata. Matikan api. Masukkan margarin, aduk rata.
  3. Masukkan kuning telur sedikit demi sedikit sambil aduk rata. Tambahkan kayu manis bubuk, vanilla essence dan kelapa muda, aduk rata.
  4. Masukan ke dalam loyang/ cetakan almunium atau pinggan tahan panas. Oven selama 20 menit dengan suhu 150-160° C dengan cara au bain marrie.
  5. Mixer putih telur dan gula pasir sampai menjadi menrique/ mengembang kaku. Masukkan ke dalam plastik segitiga/ piping bag.
  6. Semprotkan adonan topping ke atas adonan yang telah setengah matang, taburi dengan kismis dan kenari cincang, oven lagi selama 20 menit hingga adonan topping menjadi coklat. Keluarkan adonan, taburi dengan kayu manis bubuk. Dinginkan.
RM yang menyediakan:
  1. Beautika ManadoJl. Hang Lekir No. 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, (021) 722 6683
  2. Beautika ManadoJl. Abdul Muis No. 70, Tanah Abang, Jakarta Pusat, (021) 381 2340
  3. Beautika ManadoJl. Jendral Sudirman No. 52-53, Kawasan Niaga Terpadu Sudirman (SCBD) Lot. 8, 0851-0058-2332/23, (021) 515 5157
  4. Beautika ManadoJalan Raya Kupang Indah No. 1, Surabaya, (031) 731 1647

 

Sumber

  1. http://yummyklappertaart.blogspot.co.id/2012/12/the-history-behind-klappertaart.html
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Klappertaart
  3. http://dunia-dapurkita.blogspot.co.id/2017/03/klappertaart-indonesia-kue-khas-manado.html
  4. http://makananoleholeh.com/makanan-khas-sulawesi/
  1. http://beautika-manado.com/menu/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker