Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Aceh Sawang, Aceh Utara
Kisah Legenda Jugi Tapa, Si Murid Durhaka Dari Sawang Aceh Utara
- 13 November 2018

Alkisah pada zaman dahulu, di sebuah perguruan yang terletak di Desa Lhok Drien, Sawang, Aceh Utara, tinggallah seorang pemuda gagah nan pandai. Saking pandainya, semua ilmu yang diajarkan oleh gurunya, Teungku Di Lhok Drien dapat dikuasai olehnya dalam sekejap.

Bersebab itulah, kemudian ia dijuluki Malem Muda yang bermakna “orang yang berilmu di usia muda/belia”. Hal ini membuat Malem Muda diangkat menjadi tangan kanan gurunya, Teungku Di Lhok Drien.

Suatu hari, Malem Muda dipanggil oleh gurunya untuk menghadap. Maka datanglah Malem Muda ke hadapan gurunya sambil bertanya,” Ada apa gerangan Teungku memanggil saya?”

“Wahai Malem Muda, aku hendak memberimu suatu tugas. Akan tetapi, sebelumnya engkau harus berjanji dulu kepadaku bahwa engkau akan mematuhi segala yang kukatakan,” titah Tgk. Di Lhok Drien sembari mengelus jenggotnya.

“Siap Teungku,” sahut Malem Muda. “Pasti ini tugas istimewa,” batinnya.

Kemudian Teungku Di Lhok Drien mengeluarkan sebuah buku tebal dari penyimpanan rahasianya lalu berbisik pada Malem Muda.

“Ini, Kitab ini milik sahabatku yang tinggal di desa seberang sungai, kuperintahkan padamu untuk membawa kembali Kitab ini kepada pemiliknya. Tapi jangan pernah kau buka ia, apalagi membacanya. Ingat, sekali lagi kularang engkau untuk membukanya, apalagi membacanya.”

Perjalananmu ke sana akan butuh waktu satu hari, maka dalam dua hari kemudian engkau harus kembali lagi kesini untuk melaporkan dirimu. Apa aku bisa mengandalkanmu, Malem?”

“Tentu Teungku,” jawab Malem Muda.

Singkat cerita pergilah Malem Muda mengantarkan Kitab pusaka ke desa seberang sungai. Pada mulanya, Malem Muda berjalan santai mengingat tidak perlu buru-buru karena waktunya masih banyak. Akan tetapi, ketika perjalanan sudah setengah jalan, Malem Muda berpikir, “Mengapa Kitab ini tidak boleh dibuka? Pasti ada sesuatu.

Mungkin Teungku tidak bisa memberi tahuku bahwa Kitab ini Kitab bertuah, penuh dengan ilmu tinggi, bisa-bisa nanti aku bisa menyainginya,”

Maka muncullah pikiran untuk melanggar janjinya kepada gurunya. Dan berhentilah Malem Muda di sebuah huma di tengah persawahan. Kemudian ia membuka Kitab yang diamanahkan gurunya padanya. Benarlah, ternyata isi kitab tersebut adalah ilmu tingkat tinggi yang belum pernah dipelajari Malem.

Disana termuat ilmu tentang bagaimana mengubah diri menjadi hewan dan tumbuhan. Juga termuat ilmu yang dapat membuat pemiliknya mampu mengubah orang-orang menjadi patung batu, hingga menciptakan nyawa kedua. Malem pun membaca Kitab tersebut lalu mempelajarinya dengan cepat, hingga tak banyak menghabiskan waktu perjalanannya.

Setelah itu Malem kembali berangkat. Langkahnya semakin cepat, dan berkat ilmu barunya, ia bisa melakukan perjalanan yang jauh dalam waktu yang singkat. Sampailah ia ke desa seberang sungai. Setelah berbasa basi sejenak, Malem Muda segera menjelaskan maksud kedatangannya dan menyampaikan amanah Teungku Lhok Drien.

Sesuai dengan kesepakatan, keesokan harinya Malem Muda Kembali ke Lhok Drien tanpa halangan.
Adalah gurunya yang sakti, Teungku Di Lhok Drien mengetahui dengan mata batinnya bahwa Kitab yang diamanahkan untuk dikembalikan oleh Malem telah dibuka dan dibaca dalam perjalanan oleh Si Malem.

Akan tetapi, Teungku Lhok Drien yang bijak tak mengatakan apa-apa pada Malem. Ia hanya melihat dan memantau gerak-gerik muridnya itu dari jauh.

Adapun Istri Teungku Lhok Drien adalah seorang yang masih muda dan jelita. Kecantikannya membuat Malem Muda terpesona. Karena dimabuk cinta, Malem Muda menggunakan ilmu baru yang diperoleh tanpa seizin gurunya untuk hal-hal tercela.

Terkadang ia merupakan diri menjadi sebatang pohon pisang di samping sumur hingga dengan bebasnya mengintip istri Teungku Lhok Drien saat mandi.

Terkadang pula ia menjelma sebagai kucing yang mondar-mandir di dapur Teungku Lhok Drien sambil sesekali mengeluskan diri pada kaki istri Teungkunya. Teungku Lhok Drien tahu, hanya saja ia menunggu waktu yang tepat untuk menangkap Malem. Sepertinya Malem sudah dibutakan oleh ilmu dan kekuatannya.

Hingga datanglah waktu yang tepat. Saat itu Malem Muda sedang menjelma menjadi pohon pisang. Maka datanglah Teungku Lhok Drien membawa parang sambil berkata,” Sudah semenjak dulu pohon pisang ini tumbuh, tapi tak pernah berbuah. Ada baiknya kutebang saja.” Ia pun mengayunkan parangnya.

Malem Muda kalap, ia segera merubah dirinya menjadi kucing, dan lari tunggang langgang, tak pernah kembali. Sementara Teungku Lhok Drien merasa hidupnya sudah tidak aman dan dipenuhi rasa kesal terhadap Malem. Ia pun mengutuk Malem Muda sebagai murid durhaka. Lalu pergi bersama istrinya membelah sungai dan terjun ke dalamnya. Tak pernah kembali.

Sementara Malem Muda menjadi seorang murid durhaka. Julukannya berubah menjadi Jugi, dan ia pergi bertapa untuk beberapa lama.Malem Muda semenjak durhaka terhadap gurunya berubah menjadi orang yang sangat buruk perangainya. Hingga akhirnya orang memanggilnya Jugi yang bermakna orang yang durhaka terhadap guru.

Setelah insiden Teungku Lhok Drien yang hendak memarang dirinya, Jugi lari ke hutan. Ia memutuskan untuk bertapa selama beberapa lama untuk memantapkan ilmunya. Maka disebutlah oleh orang-orang namanya Jugi Tapa.

Alkisah setelah beberapa tahun lamanya, Jugi Tapa menjadi seorang yang sangat kuat. Ia kemudian keluar dari hutan dan mendirikan sebuah kerajaan. Ia memerintah dengan semena-mena. Barangsiapa yang tidak tunduk padanya akan dijadikan patung batu. Maka tak heran, hanya dalam masa singkat, kerajaannya menjadi salah satu kerajaan besar yang kuat.

Selain terkenal dengan memiliki banyak pasukan, Jugi Tapa juga dikenal memiliki banyak istri. Dan pada saat itu, istrinya berjumlah 99 istri, dan Jugi Tapa hendak menggenapkannya menjadi 100.

Sementara itu, tak jauh dari kerajaan Jugi Tapa, ada sebuah kerajaan besar bertempat di Kuala Dua, di daerah Krueng Mane. Kerajaan Kuala Dua ini terkenal dengan pasukan elitnya yang memiliki kendaraan kuda terbang. Raja Banta, raja Kuala Dua memiliki seorang istri cantik yang baru melahirkan. Nama istrinya adalah Nyak Ni dan nama anaknya yang baru lahir Banta Muda.

Alkisah pada suatu hari, Nyak Ni ingin makan daging rusa. Maka pergilah Raja Banta untuk berburu rusa ke hutan. Ia membawa serta pasukannya dan kuda terbang paling baik yang ia miliki, seekor kuda terbang betina beranak satu.

Jugi Tapa sudah mengetahui sejak lama bahwa di kerajaan Kuala Dua ada permaisuri yang sangat cantik. Ia berniat untuk mengambilnya menjadi istri yang ke-seratus. Maka ketika mengetahui Raja Banta sedang berburu, pergilah Jugi Tapa menculik permaisuri Raja Banta, Nyak Ni.

Nyak Ni tak berdaya ketika tubuhnya diboyong oleh Jugi. Namun, sebelum dirinya diculik, ia sempat meninggalkan cincinnya di ayunan anaknya yang masih bayi, Banta Muda. Dengan berurai air mata ia berharap, semoga suatu saat Banta Muda akan mencarinya.

Nyak Ni kemudian disembunyikan oleh Jugi Tapa di suatu daerah. Daerah tersebut kemudian dinamakan Nisam. Nisam pada dasarnya berasal dari kata Ni dan Som, yang berarti Nyak Ni dan sembunyi, bermaksud tempat Nyak Ni disembunyikan.

Adapun Raja Banta ketika pulang dari berburu, mendapati istrinya telah diculik, merasa berang luar biasa. Segera ia menaiki kuda terbangnya dan menuju ke kerajaan Jugi Tapa. Jugi Tapa sudah menduga bahwa ia akan diserang, maka ia pun menyiapkan diri. Sebelum Raja Banta sampai ke Kerajaan Jugi Tapa, ia dicegat oleh Jugi, kemudian kedua berkelahi.

Pada akhirnya, Jugi Tapa mengubah Raja Banta menjadi batu, hingga Raja Banta dan kuda terbangnya jatuh, menimpa pohon, dan kaki kudanya tersangkut di dahan pohon. Tempat kejadian peristiwa itu dinamakanlah Sawang, yang berasal dari kata “sawak” yang bermakna tersangkut.

Maka tinggallah Banta Muda sebatang kara. Diasuh oleh dayang-dayang dan bertemankan anak kuda terbang. Hingga kemudian ia dewasa, ia pun menelusuri kisah ibu dan ayahnya. Ia berniat membunuh Jugi Tapa. Maka pergilah ia mencari informasi tentang Jugi Tapa, kesaktiannya dan kelemahannya.

Hingga suatu hari, Banta Muda menemukan rahasia kelemahan Jugi Tapa. Ternyata Jugi Tapa meninggalkan nyawanya pada seekor burung beo yang berdiam di atas sebatang pohon di rawa-rawa yang dikelilingi lumpur panas. Melewati lumpur itu sama saja dengan membunuh diri, sementara hawa panas dari lumpur membuat kuda tak bisa terbang di atasnya.

Banta Muda kemudian mencari cara agar bisa membunuh burung tersebut. Dan akhirnya ia menemukan caranya. Memanah. Tapi memanah sejauh itu bukan perkara yang mudah. Banta Muda harus bekerja keras latihan memanah.

Pada akhirnya, Banta Muda berhasil memanah burung beo tersebut. Bersamaan dengan matinya burung beo itu, tamatlah hidup Jugi Tapa. Tamatlah kerajaannya dan Banta Muda pun bersatu kembali dengan ibunya.

sumber : https://bacaberita96.com/2018/06/18/kisah-legenda-jugi-tapa-si-murid-durhaka-dari-sawang-aceh-utara/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Bekam Bali
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum