Senjata dan Alat Perang
Senjata dan Alat Perang
Alat dan Senjata Tradisional Papua -
Keunikan Senjata Tradisional Papua #DaftarSB19
- 13 Februari 2019

Senjata berfungsi sebagai alat untuk mempertahankan kehidupan, melindungi diri Anda dari musuh, dan melawan kelompok yang mendidik mereka. Jika kita memasukkan senjata tradisional, kita akan menemukan 4 senjata yang biasanya mereka gunakan setiap hari. Senjata tradisional Papua sangat luas dan beragam, meskipun mereka sangat bertahap, mereka mulai berkembang. Dan perkembangan inilah yang menjadikan mereka suku terhormat.

Ragam Simbolis Senjata Tradisional Papua

Papua, yang sangat kental dengan hutan, adalah salah satu titik utama yang tertutup dan primitif. Keahliannya dalam menantang alam liar di alam liar membuat mereka sulit untuk diatasi, bahkan dengan senjata paling tua yang mereka gunakan.

Tapi siapa sangka, senjata tradisional ini, telah digunakan sebagai kekayaan nasional dan dirayakan oleh negara. Mau tahu bagaimana perkembangannya, ada senjata suku yang mulai berkembang hingga abad ini.

1. Senjata Tradisional Busur Dan Panah Busur dan Anak Panah

Senjata Tradisional Papua

Senjata ini telah digunakan untuk berburu babi dan hewan liar lainnya. Selain itu, konflik yang sering terjadi antara kelompok yang sedang berlangsung dibuat oleh suku ini untuk perang. Busur terbuat dari kayu Rumi dengan tali dari rotan. Itu adalah kepala panah tulang hewan yang diasah. Mata ini biasanya dibubuhi tanaman cairan beracun untuk menambah efek luka.

Cara menggunakannya relatif mudah, dan sekarang telah diklarifikasi dengan berbagai teknik yang telah dikembangkan secara ilmiah.

  • Pembentukan. Teknik stance yang ideal adalah teknik untuk posisi tubuh untuk memanah. Posisi kaki harus seimbang dan kuat dan tubuh harus lurus tanpa membungkuk.
  • Nocking. Nocking berarti memasukkan ekor panah. Masukkan titik di haluan dan letakkan gerbang atau poros dalam susunan panah. Penempatan yang tepat akan mempengaruhi keberhasilan panah.
  • Persiapan Target. Dalam teknik ini, pemanah sangat kuat dan bertujuan untuk mencapai target. Di bagian ini, pemanah harus terlihat santai saat melakukan tarikan dan berkonsentrasi penuh pada tubuh yang tetap teguh.
  • Menggambar dan Menambat. Teknik ini adalah teknik menarik tali. Pemanah harus menarik tali sampai mencapai bibir atau dagu sebelum melepaskan panah. Teknik ini diikuti dengan penahan, yaitu penahan tangan, yang dilakukan dengan menarik ujung pada dagu.
  • Holding. Setelah tarikan penuh, pemanah harus tegas dan terus berkonsentrasi agar tembakan tepat sasaran.
  • Bertujuan. Menentukan bidikan saat memegang panah harus stabil dan kapan rotasi panah harus rileks.
  • Berangkat. Setelah itu, teknik rilis baru dilakukan. Rilis adalah teknik menarik panah. Caranya, tangan yang merupakan tarikan panah, bergerak kembali dan menelusuri dagu dan leher.
  • Perbuatan. Teknik ini adalah sikap yang lebih maju setelah anak-anak menyerahkan tembakan. Kadang-kadang orang yang lebih tua harus tetap bangun dan bersantai setelah melepas tarikan.

2. Tombak Senjata Tradisional Papua

Senjata Tradisional Papua

Selain itu, senjata tradisional Papua yang digunakan untuk menyerang jarak jauh adalah tombak. Tombak untuk berburu dan perang. Ini terbuat dari gagang kayu dan batu tajam atau tulang sebagai mata.

Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini telah dibuat dari logam. Selain itu, modifikasi berbeda yang tidak dapat ditemukan. Dengan menggunakan tombak, tentu bisa sangat bervariasi. Tombak dapat digunakan untuk pertanian atau dapat digunakan untuk pertanian. Karena tombak juga bisa dilemparkan pada jarak sekitar 50 meter.

Jadi tidak mengherankan bahwa banyak orang Papua berhasil menjadi atlet lempar lembing profesional. Tombak Asmat masih ada untuk berburu sampai sekarang. Itu karena tidak ada suara seperti senjata api. Proses perburuan juga akan lebih mudah.

Perburuan biasa dilakukan untuk mencari hewan rusa karena populasinya sangat tinggi dan jawaban untuk pertanian pedesaan. Tentu saja pemberitahuan kawanan rusa sering merepotkan orang dan menggagalkan tanaman dari pertanian.

3. Belati Tajam

Senjata Tradisional Papua

Senjata Pisau Tradisional yang mungkin menjadi andalan mereka. Namun, Anda tahu bahwa belati Papua sangat berbeda dari belati di bagian lain nusantara. Jika belati umumnya terbuat dari bilah logam, pisau belati Papua hanya terbuat dari kasuari – burung yang endemik di Papua.

Tulang kasuari dipilih karena mudah dan tajam tetapi memiliki struktur yang kuat. Lengan atau lengan tradisional Papua ini juga dilengkapi dengan bulu burung kasuari atau serat alami.

Pisau Papua ini adalah salah satu alat pelengkap dari Panah dan Busur yang merupakan senjata utama. Busur tradisional Papua terbuat dari bambu atau kayu, sementara digunakan menggunakan bahan Rotan. Untuk panah yang dibuat menggunakan bambu, kayu, atau tulang kanguru.

Suku-suku tradisional Papua Biasanya menggunakan senjata ini untuk berburu, bertarung dan mengambil hasil hutan.

4. Senjata Kapak Batu Tradisional

Senjata Tradisional Papua

Untuk pertanian atau penggundulan hutan, orang Papua kuno telah menggunakan batu tajam sebagai kapak. Batu itu diikat dengan rotan pada tongkat kayu yang dibuat sebagai pegangan. Namun, jenis senjata di Papua di era ini dimulai. Hanya kelompok kecil yang tinggal di hutan yang tersedia.

Cara menggunakannya sangat mudah, cukup dengan mengetuk bagian batu yang menunjuk pada objek yang akan dipotong. Misalnya kayu, daging atau sesuatu yang lain.

Beberapa ahli budaya mengatakan bahwa, kegunaan dari senjata ini antara lain, digunakan oleh masyarakat Papua sebagai alat untuk menebang pohon dan membantu mereka dalam proses pembuatan sagu.

Tidak hanya senjata, Kapak Batu atau istilah modern Stone Axe untuk Asmat adalah objek mewah. Hal-hal yang terjadi seperti cara rumit dan bahan baku batu Nefrit sulit ditemukan. Sungguh berharga, bahkan Batu ini sering digunakan sebagai mahar dalam sebuah pernikahan.

5. Badik Kompilasi Papua

Senjata Tradisional Papua

Badik adalah senjata tradisional orang Bugis di Makassar, yang akan menjadi senjata tradisional Papua setelah orang Papua mulai mengenal dunia luar. Bentuknya pendek seperti pisau, tetapi masih memiliki keunikan tersendiri. Senjata ini sudah ada sejak Kerajaan Sulawesi, Anda.

Menurut kepercayaan dan mitos, badik memiliki kegunaan atau keampuhan yang dikenal dari gaya atau stroke pada badik. Orang-orang yang menggunakan badik yang memiliki goresan seperti daun padi disebut “Pamoro Leko Ase”.

Pamoro Leko Ase diyakini memiliki properti pemupukan tanaman jika petani membawa badik saat menabur benih atau menanam tanaman. Sementara Pamoro Assikodoi diyakini mampu mengubah sikap agar pemiliknya menjadi pejuang roh, tetapi ringan dalam keberuntungan dan bahkan jodoh.

Badik sebagai objek budaya, dipahami dan dilindungi oleh masyarakat yang memiliki berbagai fungsi dan tidak dapat digunakan hanya sebagai senjata tajam, orang percaya bahwa badik memiliki nilai dan makna tertentu. Dan di Papua Badik selalu menjadi senjata tradisional Papua untuk bertempur dan berkelahi.

https://www.romadecade.org/senjata-tradisional-papua/#!

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum
Gambar Entri
Ayam Ungkep
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...

avatar
Apitsupriatna
Gambar Entri
Resep Ayam Ungkep Bumbu Kuning Cepat, Praktis untuk Masakan Harian
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...

avatar
Apitsupriatna