Makanan Minuman
Makanan Minuman
Kerupuk Jawa Tengah Jawa Tengah
Kerupuk Tahu
- 27 Desember 2017
Resep 1
Bahan-bahan Kerupuk Tahu
  1. ½ kg tepung tapioka
  2. ½ kg tepung terigu
  3. 1 kg tahu
  4. 4 sdt garam halus
  5. 40 gr bawang putih halus
  6. 1 sdt ketumbar bubuk
  7. ½ sdt penyedap rasa/vetsin
  8. 1 sdt/7 gr bleng
  9. 400 cc Air bersih
  10. Minyak goreng secukupnya
Cara Membuat Kerupuk Tahu Enak dan Gurih
  1. Siapkan wadah untuk adonan lalu taungkan ke dalamnya tepung terigu dan tepung tapioka, campur rata.
  2. Kemudian tambahkan ke dalam wadah tersebut bahan-bahan lain berupa penyedap rasa, ketumbar bubuk, bawang putih dan garam. Aduk-aduk merata.
  3. Tambahkan kembali campuran bahan dalam wadah di atas dengan air bleng yaitu bleng yang dilarutkan dalam air tersebut. aduk merata hingga menjadi sebuah adonan.
  4. Berikutnya, ambil loyang yang akan digunakan untuk mengkukus adonan. Terlebih dahulu lengkapi loyang dengan alas plastik juga tambahan olesan minyak goreng.
  5. Kemudian tuangkan adonan yang sudah jadi dibuat ke dalam loyang yang sudah disiapkan tadi lalu masukkan ke dalam alat pengukusan. Biarkan dalam alat tersebut hingga setengah jam lamanya sampai menjadi matang. Angkat lalu jemur.
  6. Saat penjemuran, pastikan adonan dijemur hingga setenag kering saja. Kemudian iris tipis-tipis baru kemudian jemur kembali sampai benar-benar kering.
  7. Setelah proses penjemuran selesai, kemudian goreng kerupuk tahu hingga garing dan renyah. Angkat, tiriskan lalu simpan dalam wadah kedap udara atau bungkus dalam plastik.
---
Resep 2
 
Bahan:
  1. 25 tahu pong atau tahu kulit asin
Rendaman:
  1. Air secukupnya
  2. Garam secukupnya
Adonan:
  1. 125 gr tepung terigu
  2. 3 sdm tepung beras
  3. 2 sdt kaldu bubuk rasa ayam
  4. 2 bawang putih, haluskan
  5. 1 sdt garam
Cara Membuat:
  1. Potong 1 tahu menjadi 2 bagian, kerok dalamnya, balik tahu, sehingga bagian dalam menjadi bagian luar dan begitu pula sebaliknya
  2. Campur bahan rendaman, aduk hingga garam larut
  3. Masukkan tahu kedalam rendaman dan biarkan kira-kira selama 5 menit
  4. Campur semua adonan hingga rata
  5. Celupkan tahu ke dalam adonan
  6. Goreng hingga matang kecoklatan
 
RM/Toko yang Menyediakan:
 
Kerupuk Tahu Cahaya Tidar
Restaurant
Address: JL. Jend. Sudirman, No. 276, Tidar Sel., Magelang Sel., Kota Magelang, Jawa Tengah 59214
Phone: 0812-2697-497
 
 
Sumber:
1] https://resepcaramasak.org/cara-membuat-kerupuk-tahu-renyah-dan-gurih/
2] http://pelajaricaranya.blogspot.co.id/2015/11/cara-mudah-membuat-aneka-kerupuk.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali:
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu