Makanan Minuman
Makanan Minuman
Kerupuk Sulawesi Tengah masyarakat kaili, Palu
Kerupuk Kelor Kaili
- 5 Januari 2018
Kerupuk Kelor Kaili merupakan olahan berbahan dasar daun kelor. Daun Kelor memang dapat dijadikan sumber protein nabati karena 100 gram daun kelor mengandung protein setara dengan sebutir telur. Tepung daun kelor tinggi protein berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan substitusi tepung singkong dalam pembuatan kerupuk. Jumlah protein pada kerupuk daun kelor ini cukup signifikan untuk digunakan untuk pencegahan KEP. 
 
Daun Kelor sangat mudah didapat di Palu, salah satu bahan utama aneka menu khas Orang Kaili.
 
Berikut bahan dan cara pembuatan Kerupuk Kelor Kaili yang bisa Anda coba buat di rumah.
 
Bahan-bahan
  1. 500 gram tepung tapioka
  2. 100 gram tepung terigu
  3. 100 gram daun kelor
  4. 15 biji Cabe rawit
  5. 5 biji Cabe keriting
  6. 1 butir telur
  7. 500-700 ml air
  8. 4 siung bawang putih
  9. 1 sdt garam halus
  10. Segenggam daun kelor
Cara Membuat
  1. Siapkan wadah blender, masukkan 100 gram daun kelor, bawang putih, cabe rawit, cabe keriting dan 500 ml air. Giling agak sampai agak halus,jangan terlalu halus. Siapkan baskom, masukkan tepung tapioka dan tepung terigu.
  2. Tambahkan daun Kelor yang sudah dihaluskan dengan bumbu. Tambahkan garam halus dan telur, aduk rata. Masukkan daun Kelor satu genggam, aduk kembali hingga rata.
  3. Siapkan cetakan kecil,ambil sedikit adonan. Pipihkan rata,jangan terlalub tebal dan jangan terlalu tipis. Sambil mencetak, siapkan kukusan.
  4. Isi air dan biarkan hingga mendidih. Masukan cetakan yang sudah diisi bahan keripik.masak kira-kira 5-8 menit. Keluarkan cetakan dari kukusan, lepas pelan-pelan isi cetakan dan tata diatas plastik.
  5. Lakukan hingga habis dan jemur dibawah sinar matahari hingga kering.
  6. Setelah kering siap digoreng dan Kerupuk Kelor Kaili siap disajikan.
 
Bisa dibeli di:
Toko Madika
Jalan Cendrawasih Nomor 1, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah
 
 
Sumber:
http://resepnusantara.id/kerupuk-kelor-kaili/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Call center pinjamflexi
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi call center resmi Pinjam Flexi (0857) 58337054 atau CS Pinjam Flexi (0831)69265049 dan melalui email cs@pinjamflexi.id. layanan customer service Pinjam Flexi dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

avatar
Pinjamflexi08
Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker