Makanan Minuman
Makanan Minuman
Jajanan Tradisional Jawa Timur Sidoarjo
Kerupuk Buah Naga
- 28 Maret 2017

Kerupuk Buah Naga merupakan makanan khas Sidoarjo. Camilan ini sama sekali tidak menggunakan buah naga sebagai salah satu bahan pembuatannya. Nama buah naga hanya mereferensikan bentuk kerupuk yang menyerupai irisan buah tersebut. Bahan utama camilan ini Ikan kakap putih yang dibersihkan lalu dikukus dan dihaluskan kemudian diolah bersama tepung tapioka, telur bebek dan bahan penyedap lainnya. Penasaran melihat bentuk dan rasa penganan ini? Boleh coba dengan resep berikut.

Bahan-bahan: ½ kg ikan kakap putih ½ kg tepung tapioka 2 butir telur bebek 1 sendok makan gula pasir 2 sendok makan garam ½ sendok makan poppy seeds 1 sendok makan bawang putih bubuk 1 sendok teh baking powder ¼ sendok teh pewarna makanan 100 ml air

Cara Membuat: 1. Langkah pertama, silahkan membersihkan ikan kakap putih dari tulangnya kemudian cuci hingga bersih 2. Setelah itu, kukus ikan kakap tersebut selama seperempat jam lalu angkat dan haluskan sampai lembut 3. Tambahkan tepung tapioka bersama air sedikit demi sedikit sembari tetap diaduk hingga rata. 4. Masukkan juga telur bebek bersama bawang putih bubuk, baking powder, garam dan gula pasir 5. Aduk-aduk sampai tercampur rata. Kemudian ambil 1/8 dari ¼ adonan serta beri pewarna makanan merah muda 6. Sisanya, silahkan menambahkan poppy seeds kemudian aduk merata. Pipihkan adonan merah sampai habis 7. Lalu ambil adonan putih dan bentuk menjadi bulat memanjang dengan diameter 3 cm sampai 6 cm 8. Bungkuslah adonan dengan plastik lalu kukus sampai matang selama setengah jam. Angkat lalu dinginkan selama satu malam 9. Potong kerupuk menjadi tipis-tipis sampai menyerupai buah naga. Lakukan langkah ini sampai adonan habis 10. Kemudian Anda bisa menjemur kerupuk tersebut sampai kering lalu panaskan minyak untuk menggorengnya hingga matang. 11. Angkat lalu tiriskan. Kerupuk buah naga siap dinikmati!

Sumber: http://www.masakandapurku.com/2016/03/resep-membuat-kerupuk-buah-naga-khas.html?m=1

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker