Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Riau Pekanbaru
Keripik Nenas
- 2 Desember 2017

Sesuai dengan namanya, keripik nenas berasal dari buah nenas atau buah nanas yang dijemur untuk kemudian digoreng. Keripik ini sekarang sudah dikemas dalam kemasan yang modern karena memang tujuannya untuk dijadikan buah tangan bagi para wisatawan yang datang ke Pekanbaru.

Bahan untuk membuat keripik nanas:

  • 3 buah nanas matang
  • Asam askorbat
  • Gula halus

Langkah-langkah membuat keripik nanas:

Sedikit tips tentang langkah pembuatan keripik nanas supaya bagus hasilnya adalah pertama pemilihan buah nanas yang kudu tepat. Nanas diambil yang sudah cukup masak, jangan yang sudah terlalu matang karena nantinya daging buahnya terlalu lembek. Nanas yang matang akan menghasilkan rasa legit dari buah pada hasil keripik nanas yang maksimal, tak perlu lagi ditambah-tambah pemanis, apalagi pemanis buatan.

  1. Proses berikutnya yang perlu dilakukan adalah masalah pengupasan.
  2. Kupaslah buah nana sampai benar-benar bersih dari kulitnya.
  3. Kemudian, rendamlah buah nanas menggunakan air garam.
  4. Selanjutnya iris buah nanas dengan bentuk dan ukuran sesuai selera. Ingin dibentuk menjadi apa hasil keripik nanasnya nanti, mungkin berbentuk bulat seperti buahnya atau memanjang layaknya ketika mau dikonsumsi langsung. Irislah buah dengan tebal setiap irisannya kira-kira sekitar 5 mm.
  5. Setelah itu, dinginkan buah nanas yang sudah diiris-iris dengan cara dimasukkan ke dalam Freezer. Hal ini dimaksudkan supaya dapat hasil keripik yang baik.
  6. Gorenglah apabila sudah dingin menggunakan alat khusus yang bernama Vacuum Friying. Meskipun alat atau mesin ini yang merupakan penggoreng khusus buah-buahan dan memang harganya lumayan tinggi. jika menggunakan menggoreng secara tradisinal atau menggunakan penggorengan biasa, hasilnya nanti akan hitam bahakn meleleh serupa jelly. Penyebabnya adalah kandungan glukosa pada buah nanas yang sangat tinggi. Selain itu, menggorengnya pun tidak boleh dengan suhu temperatur yang terlalu tinggi.
  7. Kelemehan penggorengan biasa adalah tidak dapat mengatur suhu sehingga rata-rata suhunya cenderung tinggi sampai 100 derajat celcius bahkan lebih. Meskipun suhunya cenderung selalu tinggi, tetapi itu tidak cukup untuk menghilangkan kadar air dari dalam buah sehingga jika proses penggorengan terus dilakukan, hasilnya keripik nanas akan menjadi gosong.
  8. Jika menggunakan alat Vacuum Friying atur suhunya supaya selalu stabil pada saat proses penggorengan. Suhunya tidak lebih dari 85 derajat celcius pada saat memanaskan irisan buah nanas supaya tidak gosong hasil keripik nanasnya.
  9. Angkat setelah dirasa cukup hilang kadar airnya dan kering benar.

 

Alamat dan Kontak Penjual:

Mega Rasa  

Jl. Jendral Sudirman No. 397 C-D, Cinta Raja, Sail, Kota Pekanbaru, Riau 28125

0812-6114-6375

 
 

Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-riau/ dan http://www.resepkuerenyah.com/cara-membuat-keripik-nanas-renyah-nikmat-dan-mudah/

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker