Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Tengah Jawa
Kelepon pandan wangi alami
- 4 Desember 2018

Kelepon pandan wangi alami (tanpa essence, tanpa pengawet, tanpa kapur sirih) recipe main photo

 

Bahan-bahan

 
  1. 250 gr tepung ketan (rose brand)
  2. 50 gr tepung beras (rose brand)
  3. 10 lembar daun pandan
  4. Secukupnya garam
  5. Secukupnya air / susu cair
  6. Secukupnya Kelapa parut segar
  7. Secukupnya gula merah

Langkah

75 menit
  1. Pertama mengukus kelapa parut, Kukus kelapa parut segar selama 20 menit masukkan 2 daun pandan yg sudah dicuci kendalam kelapa parut agar wangi, (bisa lanjut langkah 2) setelah matang tambahkan garam dan aduk merata, lalu tunggu hingga mulai dingin.

     
     
     
     
     
  2. Kedua buat pasta pandan alami, cuci 7 lembar untuk membuat pasta pandan. Setelah dicuci, gunting 7 daun pandan panjang 1 cm, lalu masukkan ke dalam blender.

     
     
     
     
     
  3. Tambahkan air/susu secukupnya lalu blender hingga halus. Saring hingga didapat sari nya saja. (jika ingin langsung dipakai gunakan susu, lewati langkah 5) (Jika ingin masak besok besok, pasta pandan ingin disimpan di kulkas gunakan air, kukus kelapa parut nanti saja waktu mau masak, jika kelapa parut sudah dibeli, bisa taruh di freezer biar ga basi, lewati langkah 4)

     
     
     
     
     
  4. Jika menggunakan susu, panaskan hasil sari pandan, dengan api kecil hingga hangat, terus diaduk ya. Cicipi, jika terlalu pahit tambah sedikit gula putih/susu skm. Sedikit pahit tdk apa2, krn nanti juga diisi gula merah.

     
     
     
     
     
  5. Jika menggunakan air, hasil sari pandan dapat disimpan di dalam kulkas, taruh dalam wadah/jar. Sari pandan dapat disimpan 1-4 hari. Setelah 1-4 hari pasta pandan akan mengendap di dasar(warna hijau tua), dan air akan mengambang (bening kehijauan). Buang air, dan gunakan pasta pandan saja. Lalu campurkan pasta pandan tsb dengan susu(secukupnya) lalu panaskan dengan api kecil hingga hangat, terus diaduk. Cicipi, jika terlalu pahit tambah sedikit gula putih/skm. Sedikit pahit tdk apa2.

     
     
     
     
     
  6. Membuat adonan, Masukkan 250gr tepung ketan serta 50gr tepung beras ke dalam wadah, beri sedikit garam lalu aduk merata

     
     
     
     
     
  7. Masukkan campuran susu dan pasta pandan hangat bertahap, sedikit-sedikit kedalam adonan, sambil diaduk hingga menjadi adonan yang kalis.

     
     
     
     
     
  8. Sisir gula merah, ambil adonan lalu masukkan gula merah kedalam adonan, lalu bentuk menjadi bulat

     
     
     
     
     
  9. Panaskan air, masukkan 1 lbr daun pandan hingga mendidih. Lalu masukkan adonan yang sudah dibentuk bulat, rebus hingga mengambang (sudah matang)

     
     
     
     
     
  10. Masukkan klepon panas tadi ke kelapa parut yang sudah disiapkan di tahap 1, lalu klepon siap dihidangkan.

    Kelepon pandan wangi alami (tanpa essence, tanpa pengawet, tanpa kapur sirih) recipe step 10 photo

     

     

    https://cookpad.com/id/resep/6403756-kelepon-pandan-wangi-alami-tanpa-essence-tanpa-pengawet-tanpa-kapur-sirih

     

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
PELARIAN MAJAPAHIT DI PACITAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT II (Keling Daha Kediri)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT I (Brawijaya V - Trowulan)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker