Mentawai menjadi satu kepulauan di Indonesia yang memiliki keindahan alam yang luar biasa. Selain itu, pulau ini masih sangat menjaga adat istiadat dan budayanya. Hal inilah yang membuat banyak wisatawan tertarik untuk berkunjung ke Mentawai.
Nah, ketika mengunjungi Mentawai rasanya tidak afdhol jika tidak mencicipi makanan khas Mentawai. Selain subbet dan batra, ternyata masih ada lagi makanan khas Mentawai yang harus anda coba yaitu kapurut. Apa sih kapurut tersebut? Untuk informasi lebih jelasnya anda bisa menyimak artikel makanan Kapurut khas Mentawai berikut ini.
Kapurut adalah makanan yang terbuat dari bahan sagu, yaitu makanan utama masyarakat Mentawai. Cara pembuatan makanan ini sangatlah unik. Resep masakan untuk membuat kapurut ini bisa anda jadikan inspirasi masakan tradisional yang bisa anda coba di rumah.
Cara Pembuatan:
Tahap pertama mengolah resep masakan ini adalah menyiapkan sagu yang sudah dijadikan tepung. Lalu siapkan juga daun sagu untuk dijadikan wadah Kapurut. Pastikan tepung yang akan digunakan sudah disaring agar hasilnya tidak menggumpal. Setelah itu tambahkan garam atau santan kelapa secukupnya.
Selanjutnya adalah memasukkan semua adonan ke wadah daun sagu yang sudah dililit memanjang hampir 40 cm sebesar ibu jari. Setelah itu bakar kapurut di atas bara api sedang. Tunggu sekitar 30 menitan untuk membuat sagu tersebut matang secara merata.
Kapurat sagu ini menjadi salah satu makanan khas Mentawai yang dipamerkan di acara Festival Pesona Mentawai yang diselenggarakan oleh dinas Pariwisata Mentawai bulan April lalu. Hanya dalam beberapa menit saja, kapurat yang disediakan di stand sudah habis dibeli pengunjung festival.
Umumnya Kapurat dijual dalam bentuk satu ikat yang berisi 10 atau 5 buah. Satu ikatnya dijual dengan harga yang berbeda-beda sesuai dengan jumlah kapurat dalam satu ikatan. Untuk kapurat yang berjumlah 10 salam satu ikatan akan diberikan harga 10rb. Sedangkan untuk yang isinya 5 harganya 5rb saja. Jadi satu buah Kapurat bisa dibeli dengan harga Rp 1000, sangat murah bukan?
Selain untuk mengobati rasa penasaran mengenai makanan khas Mentawai tersebut, rasa Kapurut memang bisa diterima banyak orang dari luar Mentawai. Rasanya sangat unik dan lezat sehingga siapa saja yang pernah mencicipinya selalu ingin memakannya kembali
Bagi anda pecinta perut gendut, jika anda ingin mencicipi bagaimana rasa makanan Kapurut ini, anda bisa langsung berkunjung ke Mentawai. Selain bisa mencicipi makanan yang unik tersebut anda juga bisa menikmati berbagai objek wisata di Mentawai yang sangat indah.
Itulah artikel masakan Kapurut dari Mentawai yang dijadikan makanan utama masyarakat Mentawai. Sudah seharusnya artikel makanan Kapurut ini dikenalkan ke masyarakat Indonesia di luar Mentawai bahkan kalau perlu diperkenalkan juga pada masyarakat dunia sebagai makanan tradisional Khas Mentawai yang unik dan lezat.
Sumber : http://www.perutgendut.com/read/kapurut-mentawai-makanan-tradisional-yang-unik-dan-lezat/3139
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...