Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Barat Ciwidey
Kalua Jeruk Ciwidey
- 31 Januari 2018
  • 2 kulit buah jeruk bali
  • 1 kg gula pasir dengan 1 liter air
  • 2 sdm kapur sirih dengan 1 liter air
  • pewarna makanan secukupnya sesuai selera

CARA MEMBUAT MANISAN KULIT JERUK BALI :

  1. Kupas kulit luar jeruk hingga tinggal berwarna putih, potong dengan bentuk sesuai selera lalu cuci hingga bersih. Rendam dengan air larutan kapur sirih hingga semalaman. Setelah dicuci bersih, warnanya akan berubah agak kekuningan. Rebus hingga matang dan bertekstur empuk, angkat dan tiriskan.
  2. Rebus air dan gula hingga mendidih, masukkan sedikit pewarna makanan. Masak hingga agak mengental, masukkan potongan kulit jeruk sedikit demi sedikit sambil diaduk rata. Kecilkan api agar tidak gosong pada saat mengaduk.
  3. Letakkan manisan kulit jeruk di atas tampah atau loyang yang telah dialasi plastik, biarkan sampai dingin dan kering. Masukkan dalam wadah atau plastik kedap udara.
 
 
Tempat yang menyediakan:
 
Kalua Jeruk
Deli
Address: Jl. Raya Ciwidey No.11, Margamulya, Pasirjambu, Bandung, Jawa Barat 40972
Phone: 0851-0118-0554
 
 
Sumber : http://resepmasakankreatif.blogspot.co.id/2013/03/cara-membuat-manisan-kulit-jeruk-bali.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Goropa Woku Belanga Manado
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Utara

Goropa Woku Belanga Manado Goropa Woku Belanga merupakan salah satu kuliner tradisional khas Manado, Sulawesi Utara, yang menampilkan kekayaan bahan laut dan kompleksitas bumbu rempah khas Minahasa. Hidangan ini menggabungkan ikan goropa—sejenis ikan karang atau kerapu yang memiliki daging putih tebal dan tekstur kenyal—dengan teknik memasak woku menggunakan peralatan belanga atau kuali tanah liat. Sebagai bagian dari warisan kuliner Nusantara, hidangan ini mencerminkan hubungan erat masyarakat pesisir Manado dengan laut serta kearifan lokal dalam pengolahan hasil tangkapan. Latar Belakang & Sejarah Kuliner Manado telah lama dikenal memiliki ciri khas penggunaan rempah-rempah yang melimpah dan bahan dasar segar dari laut. Teknik memasak woku merupakan metode tradisional yang berkembang di wilayah Minahasa, di mana bumbu-bumbu segar seperti cabai, bawang, serai, daun pandan, dan daun kemangi ditumis hingga harum sebelum dicampur dengan bahan utama. Penggunaan belanga, yaitu p...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Seppa Tallung Buku: Panduan Mengenal Pakaian Adat Pria Toraja
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sulawesi Selatan

Seppa Tallung Buku: Panduan Mengenal Pakaian Adat Pria Toraja Pakaian adat merupakan manifestasi fisik dari identitas budaya yang memperkuat keberadaan suatu komunitas. Dalam konteks masyarakat Toraja yang mendiami wilayah pegunungan Sulawesi Selatan, pakaian tradisional laki-laki bukan sekadar atribut fashion, melainkan struktur berpakaian yang memiliki spesifikasi teknis dan proporsi tertentu. Memahami pakaian adat pria Toraja memerlukan pendekatan yang memperhatikan detail konstruksi, bahan, dan fungsi praktisnya dalam kehidupan ritual maupun sosial. Panduan praktis ini dirancang untuk membantu Anda mengenali, membedakan, dan memahami karakteristik arsitektural pakaian adat pria Toraja. Dari terminologi teknis hingga aspek proporsional yang memengaruhi kenyamanan bergerak, setiap elemen dalam pakaian ini memiliki fungsi spesifik yang telah teruji melalui generasi. Identifikasi Nama dan Terminologi Langkah pertama dalam mengenali pakaian adat ini adalah memahami terminologi...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Nasi Megono Pekalongan: Panduan Lengkap Menyantap Kuliner Khas Kota Batik
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Nasi Megono Pekalongan: Panduan Lengkap Menyantap Kuliner Khas Kota Batik Nasi megono merupakan hidangan tradisional yang berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah, dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kuliner kota yang terkenal dengan batiknya ini. Hidangan sederhana namun gurih ini biasanya disajikan sebagai menu sarapan, menggabungkan nasi hangat dengan sayuran megono yang terbuat dari nangka muda yang diolah dengan bumbu kelapa. (Sumber 2, Sumber 4, Sumber 5) Kelezatan nasi megono terletak pada perpaduan tekstur nangka muda yang empuk dan rasa gurih dari parutan kelapa yang meresap sempurna. Berbeda dengan olahan nangka muda lainnya yang cenderung manis atau pedas berlebihan, megono menawarkan cita rasa savory yang khas dengan aroma kelapa yang menggugah selera hingga merasuk ke dalam tekstur nangka. (Sumber 1, Sumber 5) Mengenal Komposisi dan Cita Rasa Secara umum, nasi megono terdiri dari dua komponen utama: nasi putih hangat dan tumisan megono. Sayuran meg...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Panduan Menjelajahi Bengawan Solo: Sungai Terpanjang di Pulau Jawa
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Panduan Menjelajahi Bengawan Solo: Sungai Terpanjang di Pulau Jawa Bengawan Solo merupakan arteri kehidupan yang membelah Pulau Jawa dari selatan ke utara, membentang sepanjang kurang lebih 600 kilometer melalui dua provinsi besar. Sebagai sungai terpanjang di pulau ini, ia mengalirkan air dari Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas ±16.100 km², membentang dari Pegunungan Sewu di Wonogiri hingga bermuara di Ujung Pangkah, Gresik, Jawa Timur (Sumber 1, Sumber 4, Sumber 5). Keberadaannya tidak hanya memiliki nilai hidrologis vital bagi irigasi pertanian dan pasokan air baku, tetapi juga menyimpan potensi wisata alam dan jejak sejarah geologi yang unik. Panduan praktis ini dirancang untuk membantu Anda memahami karakteristik sungai ini dan menikmati pengalaman menjelajahinya secara bertanggung jawab dan mendalam. Memahami Geografi dan Dinamika Historis Sebelum memulai perjalanan fisik, penting untuk memahami konteks geografis dan historis Bengawan Solo. Sungai ini berhulu di Pegunungan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Jejak Syukur di Kampung Sewu: Menelusuri Tradisi Kirab Apem Sewu
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Jejak Syukur di Kampung Sewu: Menelusuri Tradisi Kirab Apem Sewu Di ujung timur Kota Solo, tepatnya di tepian Bengawan Solo yang membelah kota dengan arusnya yang tenang, terdapat sebuah kampung yang menyimpan tradisi ritualistik yang telah bertahan selama ratusan tahun. Pagi menjelang siang di bulan Dzulhijjah, udara di Kampung Sewu , Kelurahan Jebres, mulai dipenuhi aroma harum tape dan beras ketan yang menguar dari ribuan kue apem segar. Warga berkerumun di sepanjang jalan sempit gang-gang kampung, menanti iring-iringan yang akan segera melintas dengan perlahan namun penuh makna. Anak-anak berlari-larian kecil di sela-sela kerumunan orang dewasa, sementara para tetua duduk di kursi plastik di depan rumah mereka, tersenyum melihat antusiasme yang terus berulang setiap tahunnya. Inilah momen yang dinantikan umat umat Muslim setempat dan para penikmat budaya: Kirab Apem Sewu —atau yang juga dikenal sebagai Grebeg Apem Sewu —sebuah tradisi yang mengakar dalam ungkapan syukur dan m...

avatar
Kianasarayu