Makanan Minuman
Makanan Minuman
minuman tradisional Jawa Tengah Temanggung
KOPI KLOTOK
- 10 September 2017

Kopi ini memiliki rasa yang berbeda dengan rasa kopi lain, campuran seri tebu dan rasa pahit kopi bercampur menjadi satu. "Rasanya unik, rasa pahit kopi dan rasa pahit fermentasi tebu menghasilkan aroma kopi yang harum serta dapat menghangatkan tubuh dan menyehatkan badan apalagi diminum di malam hari yang dingin sambil kopdar nongkrong sampai subuh. Kopi klotok tidak menggunakan pemanis gula pasir olahan akan tetapi langsung menggunakan air tebu sehingga lebih alami dan tradisional sangat cocok bagi yang ingin membuka usaha jual minuman kopi atau membuka warung kopi (WARKOP).

Kopi klothok adalah minuman kopi panas/hangat yang memiliki kesitimewaan rasa yang berbeda dengan cita rasa kopi pada umumnya. "Pada umumnya kopi hanya berasa pahit, tetapi pada kopi klotok ini kami menambahkan sari tebu dan aneka rasa lain seperti madu, jahe, secang atau sepang, krimer dan vanila yang dapat memberikan kehangatan pada tubuh ada juga yang menggunakan alkohol.

 

Minuman Kopi Klotok sering dijumpai di warung-warung kopi tradisional pinggir jalan seperti di daerah Cangkringan, Sego Macan, Ungaran, Magelang, Jogja Yogyakarta, Semarang Jateng Jawa Tengah, dll.

 

 

Nama klotok diambil dari proses pembuatan kopi yang unik dan menarik. "Proses pembuatan kopi klotok ini tergolong unik. Pada umumnya minuman kopi dibuat hanya dengan diseduh air panas, tetapi kopi klotok ini setelah diseduh dengan air panas kemudian direbus hingga mendidih dan bunyi air kopi yang sudah mendidih itu, kami menyebutnya klotok. Berikut resepi kopi klotok lengkap dengan cara memasaknya dan cara bikin sendiri di rumah ala rumahan (Homemade) yang simple mudah dan praktis.

 

RM/Toko yang Menyediakan:
 
Warung Kopi Klotok
Indonesian Restaurant
Address: Jalan Kaliurang KM.16, Pakembinangun, Pakem, Pakembinangun, Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582
Phone: 0812-2221-1635
 
 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Call center pinjamflexi
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi call center resmi Pinjam Flexi (0857) 58337054 atau CS Pinjam Flexi (0831)69265049 dan melalui email cs@pinjamflexi.id. layanan customer service Pinjam Flexi dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

avatar
Pinjamflexi08
Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker