Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Kalimantan Tengah Sungai Kahayan
KISAH CINTA TERLARANG ANYI & IRING
- 24 Juli 2018

img_20180310_080718-640452544.png?w=620

Kisah ini diangkat dari kisah percintaan Dayak Kenyah di Long Peleban, Hulu Sungai Kayan.

Anyi ini adalah seorang anak Paren (Kepala Suku Dayak Kenyah). Ia dipersiapkan oleh ayahnya Jalung untuk menggantikan posisinya ketika dewasa nanti sebagai pemimpin Kampung Long Peleban. Pada masa itu seorang paren tidak boleh menikahi gadis/pria dari golongan biasa.

Saat kecil Anyi memiliki seorang kawan gadis bernama Iring. Gadis ini bukanlah keturunan bangsawan seperti Anyi. Tetapi sejak kecil mereka sering bermain berdua, yang semakin hari menumbuhkan rasa cinta dikedua insan ini. Anyi semakin menyayangi Iring sahabat sejak kecilnya.

Saat itu Long Peleban memiliki musuh dari kampung Long Leju sejak turun temurun. Kemudian terjadilah perdamaian antara Kampung Long Peleban dan Long Leju. Untuk mengikat persatuan antara Kampung Long Leju dan Long Pelaban, maka disepakatilah untuk menikahkan Anyi putera kepala suku Long Pelaban dan Aya puteri kepala suku Long Leju.

Maka dilakukanlah acara perdamaian serta pertunangan antara Anyi dan Aya ini. Walaupun hati Anyi telah terpaut kepada Iring, namun ia tidak kuasa menolak perjodohan ini. Pernikahan mereka berdua disepakati ketika Anyi dan Aya beranjak dewasa.

img_20180310_080658-676507277.png?w=620

Tidak lama setelah itu, Jalung ayah Anyi meninggal dunia. Anyi kecil ini mau tidak mau harus menggantikan posisi ayahnya sebagai kepala suku. Hingga tiba saatnya untuk melaksanakan mandat perjodohan yang sudah disepakati dengan kampung Long Leju. Anyi kemudian menikahi Aya – walaupun hatinya masih mencintai Iring. Pernikahan itu tidak lain hanyalah sebagai formalitas belaka.

Anyi berada didalam dilema dimana ia harus memilih cintanya atau posisinya sebagai kepala suku. Demi untuk menyelamatkan cintanya, Anyi kemudian melarikan Iring kesuatu tempat persembunyian. Walapun demikian Anyi masih tetap rutin pulang ke Long Peleban untuk menjalani kehidupan rumah tangganya dengan Aya.

img_20180310_080640460562553.png?w=620

Singkat cerita, skandal cinta terlarang antara Anyi dan Iring diketahui oleh Aya isteri sahnya. Aya yang tidak terima akan perselingkuhan ini kemudian mengutus seorang pemuda untuk membuntuti Anyi ketempat persembunyiannya untuk membunuh Anyi.

Namun ternyata Anyi juga bukanlah orang yang sembarangan, ia juga memiliki kesaktian yang mumpuni untuk melawan utusan Aya ini. Bahkan Anyi berhasil membunuh orang tersebut.

Terungkapnya skandal percintaan terlarang ini kemudian membuat Anyi harus disidang secara adat oleh para tetua. Ia dihukum berat yaitu diusir dari kampung halamannya dan kehilangan haknya sebagai seorang kepala suku. Ia kemudian memilih cinta sejatinya Iring dan hidup bersama didalam pengasingan.

 

Sumber: https://folksofdayak.wordpress.com/2018/03/10/kisah-cinta-terlarang-anyi-iring/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali:
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu