Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Khas Kalimantan Tengah Palangkaraya sekitarnya
Juhu Asam Masak Patin Singkah Patok
- 1 Februari 2018
Juhu asem lauk patin, singkah potok.
 
Itu, bahasa Dayak Ngaju, artinya.

 

Sayur asam ikan patin, umbut potok.

 

Sayur dalam bahasa Dayak, juhu. Sayur yang berkuah sedikit, didalamnya, ada sayur dan ikan sungai yang dimasak bersama. Saya juga menamakan sayur asam Dayak ini, sayur 'cemplang cemplung 'atau ' luntuh luntau', sebab ikannya tidak digoreng, tapi langsung dimasukkan atau dicemplung ke air sayur. Ikan atau lauk, bisa memakai, ikan jenis apa saja. Paling cocoknya memakai ikan sungai tak bersisik (baung, patin, tampahas, kuluk lais). Karena saya tinggal di Bogor, pakai ikan patin saja. Ikan patin yang ditangkap langsung dari sungai, lebih manis dan berlemak, beda dengan hasil peternakan ikan patin. Etapi, eikeh sadar, mau cari, ikan langsung dari sungai, ya susah...Ikan Patin yang dijual dipasar saja, tak mengurangi nikmatnya sayur asam ikan patin.
 
Sayur asam (juhu asem) di dominasi rasa asam dan pedas. Rasa asam, kalau di Kalimantan Tengah, menggunakan terong asam(rimbang/landehong) atau tempuyak durian(tempoyak duyan). Kedua bahan ini, sulit didapat di Bogor, saya ganti dengan asam jawa. Juhu asem lauk patin singkah potok, saya singkat dengan ' sayur asam Dayak'
Dikatakan sayur, tapi ikan tetap sebagai bahan utama. Sayur hanya bahan tambahan saja. Di tempat asalnya, sayurnya memakai umbut rotan(singkah rotan), di ganti dengan batang muda(umbut) potok.

Apalagi nih, Potok?
 
Potok( bahasa dayak) nama lainnya, kecomprang atau onje. Tau kan?

Rasanya sedikit asam dan berbau khas, segar sekali. Cocok banget di padukan dengan sayur asam ikan patin.

Sayur lain, saya mengunakan sedikit  mentimun dan kacang panjang. Sayur tidak perlu banyak. Potok atau kecomprang, banyak di jumpai di pasar tradisional di Bogor.
 
Bumbu halus sayur asam Dayak ini, mempergunakan bumbu kuning. Di daerah asalnya, tidak ditumis, langsung dimasukkan ke kuah sayur. 
 
Juhu Asem Lauk Patin singkah Potok

 

 

 

Bahan
 
- 1 kg ikan patin ukuran besar, potong dan diamkan setelah diberi perasan jeruk nipis.

 

- 4 batang singkah potok, potong ukuran sejari.

 

 

- 3 buah mentimun, belah empat.

 

 

- 3 kacang panjang, potong sesuai selera.

 

- 2 batang serai, geprek
- 1 ruas lengkuas, geprek.
-  3 batang asam segar.
-  3 sdm minyak sayur
-  500 ml air
 

 

Bumbu Halus

 

 
- 6 siung bawang merah

 

- 5 siung bawang putih.

 

 

- 7 buah kemiri (boleh dikurangi, saya suka yang berkuah kental)

 

 

- 2 cm kunyit

 

- 4 buah cabe merah( aslinya tidak memakai cabe merah)
- 1 terasi bakar
- sedikit garam, gula dan penyedap rasa.
 

 

Cara membuat.

 

 
- Panaskan minyak sayur, tumis bumbu halus , masukkan serai dan  lengkuas. Setelah bumbu harum, masukkan ikan patin, aduk hingga bumbu merata. 

 

- Tunggu sebentar, baru masukkan air. 

 

 

( Prosesnya saya balik, biasanya tumis bumbu, masukkan air hingga mendidih, baru dimasukkan ikan patin). Saya lebih suka, tumisan bumbu tercampur dengan ikan, dan meresap, baru di beri air.

 

 

- Jika, air sudah masak, baru masukkan singkah potoh, mentimun dan kacang panjang.

 

- Terakhir, setelah sayuran setengah matang, masukkan asam, garam, gula dan penyedap rasa.
- Juhu asem lauk Patin singkah potok, siap di hidangkan.
 

 

Bagi pecinta ikan, menu ini, bisa menjadi variasi masakan. Sayur asam ikan patin singka potok, sangat cocok disajikan pada makan siang.  Rasanya segar, asam dan pedas dan ada khas Potok yang aduhai.
 
 
Lokasi penjual:
Rumah makan samba  
Alamat: Jl. RTA Milono, Langkai, Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah 74874

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu