Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Jawa Timur Bromo
Joko Seger dan Roro Anteng
- 19 September 2014

Alkisah,terdapat seseorang raja Majapahit yang meninggalkan negerinya bersama permaisurinya dan beberapa pengikutnya karena kalah melawan putranya sendiri.Mereka pergi ke lereng Gunung Bromo dan membangun sebuah rumah sederhana sebagai tempat tinggal mereka.Pada suatu hari,permaisuri melahirkan anak keduanya.Mantan Raja Majapahit yang gelisah menunggu istrinya melahirkan anaknya di luar rumah.Padatengah malam,akhirnya anaknya berhasil dilahirkan.Anak yang dilahirkan itu perempuan.Sang Raja lalu melihat anaknya “Dinda,anak kita perempuan”.Tetapi,terdapat keanehan pada bayi itu karena bayi itu tidak menangis seperti bayi pada umumnya “Benarkah Adinda melahirkan,mengapa tidak ada suara tangisan bayi?”pikir sang permaisuri.

 

“Betul Adinda,anak kita telah lahir.Lihat,ia terlihat tenang,tidakmenangis.Dia terlahir dengan normal dan sehat.Mukanya terlihat tampak bersinar.Karena ia terlihat tenang dan diam,maka aku akan menamakannya Roro Anteng”ucap Sang mantan Raja sembari menunjukkkan bayinya kepada istrinya.

 

Tidak jauh dari tempat itu,terdapat sebuah rumah sederhana yang ditinggali oleh sepasang suami istri.Sang Suami merupakan seorang Brahmana.Pada saat yang bersamaan,sang istri Brahmana melahirkan seorang bayi laki-laki.Bayi itu menangis dengan suara yang amat keras.Karena bayi itu menangis dengan suara yang amat keras,maka bayi itu dinamakan Joko Seger yang artinya laki-laki berbadan segar “Istriku,anak kita menangis dengan suara yang amat keras.Karena itu aku akan menamakan bayi ini Joko Seger”.

 

Tahun telah berlalu.Kedua anak itu tumbuh menjadi dewasa.RoroAnteng tumbuh menjadi gadis yang cantik,sedangkan Joko Seger tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan perkasa.Karena kecantikkan Roro Anteng,banyak pemuda yang datang untukmeminangnya.Tapi,tak satupun lamaran yang diterima olehnya karena dia telah menjalin kasih dengan Joko Seger dan ia berjanji tidak akan mau menyukai orang lain karena kesetiaan cintanya kepada Joko Seger.

 

Berita tentang kecantikan Roro Anteng sampai kepada seorang raksasa yang tinggal di hutan lereng Gunung Bromo yang bernama Kyai Bima.Mendengar kabar itu,ia langsung datang ke rumah tempat tinggal Roro Anteng untuk meminangnya “Hai Roro Anteng,apakah kamu mau menerima pinanganku?”.Roro Anteng dan keluarganya kebingungan.Bila tidak diterimanya,nanti dusun mereka akan dihancurkan olehnya beserta isinya.Joko Seger tidak bisa tak bisa berbuat apa-apa karena ia tidak isa menandingi kesaktian Kyai Bima.Roro Anteng pun berpikir keras “Kalau aku tidak menerimanya,nanti Bima akan marah”.”Roro Anteng,jawablah pertanyaanku Roro!”ucap Kyai Bima.Akhirnya,Roro Anteng mendapat ide.

 

Ia menolak pinangan Kyai Bima dengan cara yang halus,yaitu mengajukan satu persyaratan kepada Kyai Bima.Syarat yang diajukannya itu ia pikir tidak akan bisa dilakukan oleh Kyai Bima. “Hai Bima,aku menerima pinanganmu dan menjadi istrimu!”.”Ha Ha Ha….Baiklah”ucap Kyai Bima dengan suaranya yang menggelegar.”Hai Bima,aku menerimanya,Tetapi aku mengajukan syarat kepadamu!”.”Apa syaratnya?”tanya Kyai Bima dengan suara yang keras.Roro Anteng yang mendengar suaranya menjadi gugup,tetapi ia berusaha agar tampak tenang.RoroAnteng kemudian berkata “Aku mau engkau untuk membuatkanku danau diatas Gunung Bromo itu,tetapi hanya dalam waktu semalam!”perintah Roro Anteng sambil menunjukkan tempat yang dimaksud.

 

“Ha Ha Ha…kalau itu maumu,aku akan melakukannya,itu sangat mudah bagiku!”jawab Kyai Bima dengan nada angkuh.”Tetapi,Bima,kau harus bisa menyelesaikannya sampai waktu ayam berkokok!”ucap Roro Anteng.Kyai Bima lalu pergi ke tempat yang ditunjukkan oleh Roro Anteng tadi untuk membuat danau di tempat itu.Dengan menggunakan batok (tempurung) kelapa yang besar,Kyai Bima dengan percaya diri dan mengumpulkan segenap kekuatannya mengeruk tanah.Hasilkerukan itu akan diisi air agar menjadi danau.Hanya beberapa kali kerukan,Kyai Bima berhasil membuat lubang besar.Kyai Bima mengeruk tanah tanpa mengenal lelah.Roro Anteng pun menjadi cemas melihat Kyai Bima sudah membuat lubang yang besar “Aduh,bagaimana ini,raksasa itu benar-benar sakti?Pasti nanti pagi danau itu sudah selesai.Bagaimana caranya agar aku dapat mengalahkannya?”.

 

Setelah lama berpikir,akhirnya ia menemukan ide.Iamembangunkan para penduduk desa,termasuk tetangga dankeluarganya.Lalu Roro Anteng menyuruh kaum perempuan untuk menumbuk padi di lesung,sedangkan kaum Laki-Laki ia suruh untuk membakar jerami disebelah timur agar kelihatan fajar telah terbit “Wahai saudara-saudaraku,aku meminta kalian agar menciptakan suasana pagi.Hai kaum perempuan,aku perintahkan kau untuk menumbuk padi.Dan kau kaum laki-laki,aku perintahkan engkau untuk mengumpulkan jerami dan dibakar disebelah Timur agar terlihat seperti matahari terbit”.”Baiklah Roro Anteng,kami akan melakukannya”.Lalu,kaum laki-laki dan perempuan mengerjakan tugas yang diberikan oleh Roro Anteng.

Cahaya kemerah-merahan segera muncul dari arah Timur,disusul dengan suara lesung yang bersahutan.Ayam pun terbangun dan berkokok.Kyai Bima yang menyangka pagi sudah datang pun kesal karena pekerjaannya tidak selesai dan tidak bisa menikahi Roro Anteng “Sial!pagi sudah tiba.Sementara pekerjaanku tidak selesai.Aku tidak bisa menikahi Roro Anteng”seru Kyai Bima dengan kesal.Kyai Bima lalu meninggalkan tempat itu.Tempurung yang dipegangnya dilemparkan dan bertelungkup di tanah.Tempurung itu kemudian berubah menjadi sebuah gunung yang dinamakan Gunung Batok.Jalan yang dilalui Kyai Bima berubah menjadi sebuah sungai yang sampai sekarang dapat dilihat di hutan pasir Gunung Batok.Sedangkan danau yang belum selesai dibuat oleh Kyai Bima berubah menjadi kawah yang sampai sekarang masih bisa dilihat di kawasan Gunung Bromo.

 

Roro Anteng dan Joko Seger menjadi senang.Tak berapa lama kemudian,mereka berdua menikah dan tetap tinggal di lereng Gunung Bromo.Mereka kemudian membuka desa baru.Desa itu kemudian mereka namakan dengan nama Tengger.Nama ini merupakan gabungan dari nama mereka berdua,Roro An(teng) dan Joko Se(ger).Mereka pun hidup bahagia.

 

Setelah bertahun-tahun menikah,mereka belum juga dikaruniai anak.Karena itu,terjadi keresahan di hati mereka berdua “Dinda,sebenarnya sudah bertahun-tahun kita menjadi suami istri,tetapi mengapa kita belum dikaruniai anak?Padahal kita sudah mencoba berbagai jenis obat”ucap Joko Seger.”Sabarlah Kanda,mungkin nanti kita akan dikaruniai anak.Janganlah cepat berputus asa.Serahkan saja semuanya kepada dewa”ucap istrinya untuk menenangkan hati suaminya.Joko Seger pun bersumpah “Aku bersumpah,bila kita dikaruniai 25 orang anak,salahsatu dari anak kita akan ku persembahkan sebagai sesajen di kawah Gunung Bromo!”.Setelah suaminya berucap seperti itu,tiba-tiba muncul api dari dalam tanah di kawah Gunung Bromo.Itupertanda bahwa doa mereka didengar oleh Dewa.Mereka pun senang dan berterima kasih “Terima Kasih Dewa,terima kasih karena engkau telah mendengarkan permintaan kami.Kami akan menepati janji kami”.

 

Tak berapa lama kemudian setelah itu,Roro Anteng diketahui mengandung.Mereka bertambah senang dan bahagia karena saat yang ditunggu-tunggu tiba.Sembilan bulan kemudian,Roro Anteng melahirkan seorang bayi kembar laki-laki.Ada yang kembar dua,tiga,hingga anak mereka menjadi 25.Kebahagiaan mereka bertambah.Setelah itu,Roro Anteng tidak melahirkan lagi.Mereka mengasuh dan mendidik ke 25 anak mereka denganikhlas.Anak-anak mereka pun tumbuh menjadi dewasa.Namaanak yang paling bungsu adalah Jaya Kusuma.Karena terlena dalam kebahagiaan,Joko Seger menjadi lupa akan janjinya untuk mempersembahkan salahsatu anaknya untuk menjadi sesajen di kawah Gunung Bromo.

 

Pada suatu malam,ketika Joko Seger tidur,Dewa menegurnya agar menepati janjinya untuk mempersembahkan salahsatu anaknya untuk menjadi sesajen di Gunung Bromo melalui mimpi “Wahai Joko Seger tepatilah janjimu untuk mempersembahkan salahsatu anakmu untuk menjadi sesajen di Gunung Bromo!”.Joko Seger pun tersentak kaget dan terbangun.”Aduh,bagaimana ini?Siapa diantara putra putriku yang harus aku persembahkan?Aku sangat menyayangi mereka semua”’Joko Seger yang masih dalam keadaan gelisah pun melanjutkan tidurnya

 

Pada Keesokan harinya,Saat pagi hari,Joko Seger bangun daritidurnya.Joko Seger pun mulai gelisah karena ia belum menepatijanjinya.Makin hari ia semakin gelisah karena belum menepati janjinya.Akhirnya ia ingin menceritakan semuanya kepada anak-anaknya “Apa aku harus membicarakan ini kepada anak-anakku?mudah-mudahan saja ada salahsatu dari mereka yang mau menjadi persembahan”.

 

Joko Seger dan isrinya kemudian mengumpulkan anak-anaknya dalam sebuah pertemuan keluarga.Ia menjelaskan janjinya yang pernah ia ucapkan “Anak-anakku,Ayah sebenarnya mempunyai sebuah janji yang melibatkan kalian”.”Janji apakah itu ayahku?”tanya anak-anaknya.”Sebelum kalian lahir,Ayah dan Ibumu ini sudah lama tidak dikaruniai anak.Padahal Ayah dan Ibumu ini sudah banyak berdoa dan berusaha.Karena Ayah dan Ibumu ini tidak juga dikaruniai anak,maka Ayah mengucapkan sebuah janji yaitu bila Anak ayah ada 25,salah satu dari mereka harus ada yang dipersembahkan menjadi sesajen di kawah Gunung Bromo”jawab Joko Seger sambil menjelaskan.”Lalu,apakah yang melibatkan kami Ayahku?”tanya anak-anaknya.”Apakah salahsatu dari kalian ada yang mau menjadi persembahan di kawah Gunung Bromo?”tanya Sang Ayah.”Ayahandaku,apakah ayahanda tega mengorbankan anak ayahanda sendiri,mengapa ayah berjanji seperti itu?Apakah ayahanda tidak sayang dengan kami?”tanya salahsatu anaknya.

 

“Bukan begitu anakku,aku hanya ingin dikaruniai anak,sehingga ayahmu ini berjanji demi dikaruniai anak.Ayah itu sangat sayang dengan kalian semua,jadi ayah tidak tega untuk mempersembahkan salahsatu dari kamu semua menjadi sesajen di kawah Gunung Bromo”ucap ayahnya kepada anak-anaknya.”Ampun Ayahanda,Ananda Pokoknya aku tidak mau menjadi persembahan di Gunung Bromo.Kami tidak ingin mati muda Ayahanda”ucap si Sulung.”Iya,kami tidak mau mati dibakar oleh panasnya kawah Gunung Bromo!”ucap putra-putrinya,kecuali si Jaya Kusuma.”Ayahanda,Ibunda,aku mau dipersembahkan menjadi sesajen di kawah Gunung Bromo ayahanda,demi ketenangan ayahanda.Ananda sangat menginginkan bahwa Ayahanda itu bahagia.Biarlah Ananda yang dipersembahkan ke kawah Gunung Bromo”ucap si bungsu,Jaya Kusuma.Mendengar perkataan Kusuma,semuanya menjadi sedih.”Jaya Kusuma anakku,mengapa kamu berani untuk kami persembahkan menjadi sesajen di kawah Gunung Bromo?Sedangkan kakak-kakakmu tak berani melakukannya”ucap Joko Seger.”Ananda akan melakukan apa saja,termasuk dikorbankan,demi keselamatan penduduk Tengger dan Ayahanda,Ibunda,serta kakak-kakakku.Sekarang,ijinkanlah aku pergi ke kawah Gunung Bromo”ucap Jaya Kusuma.

 

Jaya Kesuma lalu berpamitan kepada kedua orangtuanya “Ayahanda,Ibunda,Ananda akan pergi ke kawah Gunung Bromo.Ananda hanya meminta restu dan doa kalian.Kirimlah hasil ladang ke Ananda dengan menceburkannya ke kawah Gunung Bromo pada setiap terang bulan,tanggal 14 bulan Kasadha.Ananda akan pergi ke kawah sekarang.”Tunggu Kusuma,kami akan ikut ke kawah dan mengajak semua penduduk mengantarmu ke kawah”ucap Joko Seger.Joko Seger lalu memanggil seluruh penduduk Tengger.Setelah itu,Joko Seger,keluarga,dan para penduduk Tengger beserta Jaya Kusuma pergi ke kawah Gunung Bromo.Setelah sampai,Jaya Kesuma menyampaikan pesan kepada rakyat Tengger “Aku akan menceburkan diri kedalam kawah demi ketentraman Rakyat Tengger disini.Kirimkanlah aku hasil ladang pada saat terang bulan,yaitu pada tanggal ke 14 bulan Kasadha.”ucap Jaya Kusuma.Setelah berucap seperti itu,ia menceburkan diri kedalam kawah Gunung Bromo.Tak ada rasa takut yang muncul dari wajahnya.”Jaya Kusuma….Anakku”seru ayahnya dari atas kawah.

 

Untuk mengenang peristiwa itu,para rakyat Tengger melakukan perintah yang pernah diucapkan Jaya Kusuma saat akan menceburkan diri kedalam kawah,yaitu mengirimkan hasil ladang pada tanggal ke 14 bulan Kasadha dengan menceburkannya kedalam kawah tempat Kusuma menceburkandiri.Hal ini terus dilakukan sampai sekarang dan menjadi sebuah tradisi yang dilakukan masyarakat Tengger.Tradisi ini kemudian dinamakan Tradisi Kasadha.

 

Sumber: http://carakapurwa.wordpress.com/category/cerita-rakyat/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Call center pinjamflexi
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi call center resmi Pinjam Flexi (0857) 58337054 atau CS Pinjam Flexi (0831)69265049 dan melalui email cs@pinjamflexi.id. layanan customer service Pinjam Flexi dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

avatar
Pinjamflexi08
Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker