Makanan Minuman
Makanan Minuman
Kuliner Khas Daerah Istimewa Yogyakarta Yogyakarta
Jenang Pliringan
- 28 November 2017

Jenang pliringan adalah bubur yang terbuat dari beras yang bentuknya separuh merah dan separuh putih.Ubo rame jenang pliringan ini dimaksudkan sebagai penghormatan kepada prajurit Ratu Kidul yang bertugas di angkasa dan daratan. Penghormatan ini dimaksudkan agar antara manusia dan mahluk halus sebagai sesama mahluk Tuhan dapat seiring dalam menjalani kehidupan dan tidak saling mengganggu.

Selain  menjadi makanan wajib untuk upacara adat, penganan manis ini juga ternyata ehidangan khas Pura Mangkunagaran yang menjadi hidangan kegemaran Sri Paduka Mangkunagoro I atau Pangeran Sambernyawa yang mana beliau merupakan pemimpin pertama kekeratonan Jogjakarta. Beliau adalah pendiri Pura Mangkunegaran pada tahun 1757. Jenang ini dibuat dari campuran tepung bekatul (katul), gula Jawa, dan santan. Rasanya yang manis dan legit membuat penganan ini ramai peminat.

 

 

Sumber: Wikipedia.org

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Batik telah menjadi bagian dari budaya Indonesia yang diakui dunia
- -
-

Batik telah menjadi bagian dari budaya Indonesia yang diakui dunia Identitas dan Asal-Usul Batik merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang paling ikonik dan telah mendapatkan pengakuan internasional sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009 [C4]. Seni ini berasal dari tradisi menggambar di atas kain menggunakan lilin (malam) dan canting, yang tidak hanya menghasilkan kain bermotif, tetapi juga menyimpan nilai-nilai filosofis, sejarah, dan identitas bangsa [C2]. Batik memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak masa kerajaan, dengan perkembangan yang terus berlanjut seiring dinamika budaya dan sosial masyarakat [C10]. Sentra batik di Indonesia tersebar di berbagai daerah, dengan Jawa Tengah dan Yogyakarta sebagai pusat utama. Di daerah ini, batik tidak hanya berfungsi sebagai busana, tetapi juga merepresentasikan identitas serta kekayaan tradisi lokal [C7]. Ragam motif yang dihasilkan mencerminkan budaya dan se...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Batik telah menjadi bagian dari budaya Indonesia yang diakui dunia
Motif Kain Motif Kain
Daerah Istimewa Yogyakarta

Batik telah menjadi bagian dari budaya Indonesia yang diakui dunia Identitas dan Asal-Usul Batik merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang paling ikonik dan telah mendapatkan pengakuan internasional sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009 [C4]. Seni ini berasal dari tradisi menggambar di atas kain menggunakan lilin (malam) dan canting, yang tidak hanya menghasilkan kain bermotif, tetapi juga menyimpan nilai-nilai filosofis, sejarah, dan identitas bangsa [C2]. Batik memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak masa kerajaan, dengan perkembangan yang terus berlanjut seiring dinamika budaya dan sosial masyarakat [C10]. Sentra batik di Indonesia tersebar di berbagai daerah, dengan Jawa Tengah dan Yogyakarta sebagai pusat utama. Di daerah ini, batik tidak hanya berfungsi sebagai busana, tetapi juga merepresentasikan identitas serta kekayaan tradisi lokal [C7]. Ragam motif yang dihasilkan mencerminkan budaya dan se...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Sasando: Kisah Cinta di Balik Melodi Nusa Rote
Alat Musik Alat Musik
Nusa Tenggara Timur

Sasando: Kisah Cinta di Balik Melodi Nusa Rote Identitas dan Asal-Usul Sasando merupakan alat musik tradisional berdawai yang berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) [S1][S4][S5]. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari-jari tangan, menghasilkan melodi yang khas [S1]. Keberadaannya sebagai ikon budaya NTT tidak hanya bertahan di tengah arus modernisasi, tetapi juga memiliki daya pikat magis yang sulit ditandingi oleh instrumen modern [S3]. Sejarah Sasando berakar kuat pada tradisi lisan masyarakat Rote. Sumber paling kuat mengenai asal-usulnya merujuk pada legenda Sangguana, seorang pemuda yang terdampar di Pulau Ndana dan jatuh cinta kepada putri seorang raja [S1]. Kisah ini menjadi fondasi naratif yang menjelaskan kelahiran alat musik tersebut dalam konteks budaya setempat. Sayangnya, belum ada sumber yang mengungkap detail kronologis pasti mengenai periode historis kemunculan Sasando di luar kerangka legenda tersebut. Keunikan Sasando tidak...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Sasando: Kisah Cinta di Balik Melodi Nusa Rote
Alat Musik Alat Musik
Nusa Tenggara Timur

Sasando: Kisah Cinta di Balik Melodi Nusa Rote Identitas dan Asal-Usul Sasando merupakan alat musik tradisional berdawai yang berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) [S1][S4][S5]. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari-jari tangan, menghasilkan melodi yang khas [S1]. Keberadaannya sebagai ikon budaya NTT tidak hanya bertahan di tengah arus modernisasi, tetapi juga memiliki daya pikat magis yang sulit ditandingi oleh instrumen modern [S3]. Sejarah Sasando berakar kuat pada tradisi lisan masyarakat Rote. Sumber paling kuat mengenai asal-usulnya merujuk pada legenda Sangguana, seorang pemuda yang terdampar di Pulau Ndana dan jatuh cinta kepada putri seorang raja [S1]. Kisah ini menjadi fondasi naratif yang menjelaskan kelahiran alat musik tersebut dalam konteks budaya setempat. Sayangnya, belum ada sumber yang mengungkap detail kronologis pasti mengenai periode historis kemunculan Sasando di luar kerangka legenda tersebut. Keunikan Sasando tidak...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kebaya Kutubaru: Bef di Dada, Saksi Bisu Sejarah Jawa?
- -
-

Kebaya Kutubaru: Bef di Dada, Saksi Bisu Sejarah Jawa? Identitas dan Asal-Usul Kebaya janggan merupakan salah satu jenis busana tradisional Jawa untuk perempuan yang secara historis digunakan sebagai pakaian sehari-hari, khususnya di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta [S2]. Berbeda dengan jenis kebaya lain yang umum dikenal, kebaya janggan memiliki ciri khas berupa kerah tinggi yang menutupi leher, sebuah desain yang diadaptasi dari model seragam militer Eropa pada masa Perang Diponegoro sekitar tahun 1830-an [S5]. Keberadaan kerah tinggi ini menjadi pembeda utama yang langsung mengidentifikasi jenis kebaya ini di antara ragam kebaya Nusantara yang masing-masing memiliki karakteristik tersendiri [S1]. Asal-usul kebaya janggan tidak dapat dilepaskan dari lingkungan Keraton Yogyakarta, yang menjadikannya bukan sekadar pakaian, melainkan juga warisan budaya yang sarat dengan filosofi mendalam [S3][S5]. Busana ini menyimpan sejarah panjang yang berkaitan erat dengan keh...

avatar
Kianasarayu