Depok merupakan kota yang identik dengan Belimbing Dewa sebagai ciri khasnya. Tak heran bila ternyata belimbing dewa ini sering kali diolah menjadi oleh-oleh khas Depok, baik berupa sirup, jus, wingko, dodol belimbing, atau bahkan batik dengan motif belimbing. Namun demikian, ternyata bukan hanya belimbing yang sering dijadikan motif batik khas Kota Depok, ada juga motif batik khas Depok yang terinspirasi dari Jembatan Panus.
Jembatan Panus merupakan produk arsitektur krusial hasil peninggalan zaman kolonial Belanda yang terletak di Jl. Tole Iskandar, Depok. Design arsitektur dari jembatan ini sebenarnya dibuat oleh seorang berkebangsaan Belanda, namun pengerjaannya dilakukan oleh warga setempat dan dimandori oleh Stephanus, seorang keturunan Depok-Betawi yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan jembatan tersebut. Nama sang mandor kemudian dijadikan nama jembatan tersebut, yakni "Jembatan Panus" dengan sedikit perubahan agar mudah untuk dilafalkan oleh warga lokal.
Pada zaman kolonial Belanda, jembatan ini dibangun melintasi Sungai Ciliwung sebagai akses satu-satunya yang menghubungkan Batavia (Jakarta) dengan Buitenzorg (Bogor). Meskipun nampaknya jembatan ini sudah kurang terawat dan rapuh, hingga kini, jembatan ini masih ada dan masih sering digunakan warga sekitar sebagai jalan tikus untuk menghindari kemacetan di Jl. Raya Margonda. Selain itu, jembatan yang usianya sudah ratusan ini juga tidak lepas dari kisah mistis warga sekitar dari mulut ke mulut, seperti penampakan hantu Opa Panus dan istrinya beserta anjing putih kesayangannya, dan masih banyak lagi.
#OSKMITB2018
Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam: Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...
Naskah Nusantara • Sunda Kuno Kidung Lakbok Kisah Kerajaan Banjarpatroman, Ramalan Abadi, dan Kelahiran Wayang Kila Kidung Lakbok adalah sebuah karya sastra lama berbentuk prosa naratif atau puisi naratif dalam bahasa Sunda yang menceritakan tentang sejarah dan legenda Kerajaan Banjarpatroman. Kerajaan tersebut dipercaya pernah berdiri di wilayah yang kini dikenal sebagai Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Naskah ini sempat nyaris hilang, kemudian ditulis ulang dan dilestarikan kembali pada tahun 2013 melalui publikasi daring. 📜 Sejarah dan asal-usul Menurut naskah Kidung Lakbok, Kerajaan Banjarpatroman mengalami masa kejayaan sebelum akhirnya runtuh akibat perang saudara atau perebutan kekuasaan. Peristiwa tersebut dianggap sebagai dosa besar yang menimbulkan kutukan. Akibat perbuatan tersebut, turunlah azab berupa bencana alam besar, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, dan banjir bandang. Kerajaan yang dahsyat itu akhirnya tenggelam dan berubah menja...