Jembatan Barelang adalah jembatan di Kepulauan Riau yang menyambungi Pulau Batam, Pulau Rempang, dan Pulau Galang. Jembatan Barelang terdiri dari 6 jembatan kecil yang masing-masing memiliki nama yang berbeda-beda. Jembatan Barelang yang terbentang sepanjang 640 m di atas laut sering digunakan sebagai simbol / ikon Pulau Batam karena tempat tersebut merupakan salah satu tempat wisata terkenal Kepulauan Riau. Jembatan Barelang dirancang oleh B.J. Habibie, Presiden ketiga Indonesia. Karena itu, Jembatan Barelang sering juga disebut sebagai Jembatan Habibie. Bahkan, B.J. Habibie-lah yang pertama kali menata dan mengembangkan Pulau Batam.

(sumber : https://dbijapkm3o6fj.cloudfront.net/resources/4596,1004,1,6,4,0,600,450/-4601-/20151217192311/jembatan-barelang.jpeg)
Jembatan Tengku Fisabilillah (jembatan pertama) adalah jembatan yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan dan merupakan jembatan terbesar di antara jembatan-jembatan lainnya. Biasanya, para turis berfoto di atas jembatan tersebut dengan lautan sebagai background fotonya. Jalan sebelum jembatan pertama dan setelah jembatan pertama dipenuhi pedagang kaki lima dan toko-toko samping jalan yang menjual aneka suvenir maupun makanan dan minuman. Makanan dan minuman yang sering dijumpai adalah seafood dan air kelapa. Jika kamu berjalan lurus lagi hingga jembatan berikutnya, kamu pasti akan menemukan banyak perkebunan buah naga. Pengunjung dapat masuk ke perkebunan tersebut dan langsung memilih buah naga untuk dibeli.

(sumber : http://2.bp.blogspot.com/-89my1ccLnQc/VpRkrbCEQ5I/AAAAAAAABdk/MiGFYlSm26Q/s1600/zore7.jpg)
Selain itu, kamu juga dapat menemukan banyak pantai. Pantai-pantai yang terkenal sepanjang Jembatan Barelang adalah Pantai Melur, Pantai Melayu, Pantai Mirota, dan lain-lain. JIka ingin menikmati wisata kuliner seafood yang segar, kamu juga bisa memilih restoran-restoran seafood yang menangkap bahan makanan dari laut langsung. Harganya murah dan terjangkau. Banyak pengusaha yang juga membangun resort dan villa sebagai tempat rekreasi turis serta non-turis.

(sumber : http://www.pegipegi.com/travel/wp-content/uploads/2015/12/2keindahan-Pantai-Melur-e1449483736737.jpg)
Walaupun Jembatan Barelang terletak jauh dari pusat kota, jembatan tersebut termasuk salah satu tempat yang harus dikunjungi oleh turis. Pengalaman dan pemandangan yang luar biasa akan terasa sepadan dengan perjalanan yang jauh ini.
#OSKMITB2018
Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur Identitas dan Asal-Usul Tradisi tenun yang paling populer di Indonesia merujuk pada Tenun Ikat , khususnya varian yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Popularitas ini tidak terlepas dari keunikan teknik, motif, dan makna filosofisnya yang kuat dalam budaya masyarakat setempat [S1]. Tenun ikat di NTT merupakan warisan budaya yang bertahan hingga kini, diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian integral dari identitas komunitas [S2]. Secara geografis, sentra tenun ikat NTT tersebar di berbagai pulau, dengan Pulau Sumba dikenal sebagai salah satu pusat tradisi ini yang paling kuat. Di Sumba, pembuatan kain tenun ikat tradisional masih lestari, dengan kampung-kampung seperti Kanatang dan desa-desa di wilayah Sumba Timur menjadi lokasi perajin aktif [S3]. Proses pembuatannya sangat mengikat dengan sejarah dan kehidupan masyarakat, di mana kain tenun bukan sekadar produk ekonomi tetapi juga warisan leluhur yang...
Kain tenun bukan hanya sekadar produk tekstil biasa di Indonesia Identitas dan Asal-Usul Kain tenun di Indonesia merupakan warisan budaya yang melampaui fungsi sebagai produk tekstil konvensional [S1]. Objek ini merepresentasikan hasil karya tangan yang memuat narasi sejarah panjang serta nilai-nilai budaya yang luhur [S4]. Keberadaannya telah menjadi bagian integral dalam aspek sosial, ekonomi, hingga spiritual masyarakat Nusantara selama ribuan tahun [S1], [S4]. Secara geografis, tradisi menenun tersebar luas di hampir seluruh wilayah Indonesia, di mana setiap daerah mengembangkan karakteristik, motif, dan filosofi yang unik [S1], [S3]. Keberagaman ini didukung oleh teknik pembuatan yang spesifik serta keterampilan perajin yang diwariskan secara turun-temurun [S1], [S4]. Beberapa wilayah yang memiliki tradisi tenun dengan kekhasan motif dan makna yang menonjol antara lain Toraja, Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bali [S2]. Setiap motif yang dihasilkan bukan sekadar ele...
Indonesian parents often use traditional games to educate their children about character building Identitas dan Asal-Usul Permainan Bentengan diklasifikasikan sebagai permainan tradisional anak yang telah berintegrasi dalam budaya lokal Indonesia [S2]. Teks bebas mencatat bahwa aktivitas ini telah dimainkan sejak era kolonial Belanda [S1]. Ensiklopedia daring mengonfirmasi bahwa permainan tradisional Nusantara umumnya memiliki akar akulturasi yang kuat [S2]. Meskipun tidak teridentifikasi secara spesifik mengenai wilayah kelahirannya, permainan ini tersebar luas sebagai warisan bermain anak pra-modern [S2]. Perbandingan antara kedua sumber menunjukkan bahwa [S1] berfokus pada konteks historis kolonial dan mekanisme permainan, sedangkan [S2] lebih menekankan pada akar akulturasi budaya dan fungsi sosialnya secara umum. Kedua sumber memiliki batasan masing-masing: [S1] tidak menguraikan variasi regional, sementara [S2] bersifat umum tanpa mendetailkan mekanisme spesifik Bentengan....
Songket Palembang: Jejak Sriwijaya dalam Selembar Kain Martabat Identitas dan Asal-Usul Songket Palembang merupakan kain tenun tradisional yang diakui sebagai warisan budaya tak benda Indonesia sejak tahun 2013 [S1]. Kain ini dikenal luas karena kekayaan historisnya dan menjadi penanda martabat dalam budaya masyarakat Palembang [S3, C5, C6]. Popularitasnya sering terlihat dalam berbagai pameran dan dikenakan oleh tokoh publik [C2]. Asal-usul Songket Palembang kerap dikaitkan dengan masa Kemaharajaan Sriwijaya, yang berpusat di Palembang, Sumatera Selatan [S3, C4]. Sejak masa kerajaan, songket tidak hanya berfungsi sebagai busana, tetapi juga sebagai simbol kedudukan, kehormatan, dan peran sosial seseorang [C7]. Keunikan ini menjadikan Songket Palembang lebih dari sekadar kain indah, melainkan sarat akan nilai sosial dan filosofis yang melekat pada setiap helainya [C8, C9]. Meskipun demikian, belum ada sumber yang secara spesifik merinci sentra produksi Songket Palembang selain...
Keris: Lebih dari Senjata, Pusaka Jawa yang Mendunia Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan senjata tikam tradisional yang berasal dari Indonesia, dengan karakteristik bentuk bilah yang asimetris atau berkelok-kelok [S1], [S5]. Secara struktural, keris terdiri atas tiga komponen utama, yakni bilah ( wilah ), gagang ( hulu ), dan sarung ( warangka ) [S1]. Sebagai bagian dari kategori tosan aji —istilah untuk senjata berbahan besi bernilai tinggi yang dimuliakan—keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata perang, tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang dan simbol identitas masyarakat Jawa [S2], [S5]. Museum Nasional Indonesia menyimpan koleksi keris yang merepresentasikan sejarah perkerisan Nusantara, termasuk spesimen dari Cirebon, Jawa Barat, yang berasal dari abad ke-16 [S4], [S5]. Salah satu contoh koleksi yang terdokumentasi adalah keris dengan dhapur Kebo Lajer dan pamor tambal, yang secara historis populer di kalangan masyarakat petani pedesaan sebagai sim...