Jaranan atau Kuda Lumping ini menjadi bagian dari musik gong gumbeng. Jaranan atau kuda lumping ini terbuat dari anyaman bambu, rambut, dan tekstil.
Seperangkat alat musik gong gumbeng terdiri dari 15 buah angklung dan satu buah gong gumbeng. Alat musik ini menghasilkan nada pentatonik yaitu tangga nada yang menggunakan lima buah nada dan berlaras lendro. Kesenian ini dipentaskan pada saat upacara bersih desa di bulan Dzulqaidah berdasarkan penanggalan Hijriyah, seorang penyanyi perempuan (tledek) akan melantunkan lagu-lagu daerah.
Ada beberapa versi tentang siapa yang menciptakan Gong Gumbeng, menurut cerita rakyat setempat Ki Ageng Pemanahan yang membuat untuk mengelabui musuhnya Ki Ageng Mangir, sedangkan tledek-nya adalah Putri Angrong Sekar yang merupakan keturunana Panembahan Senopati. Alat musik Gong Gumbeng, terdiri dari: angklung, jaranan/kuda lumping, dan gong gumbeng.
<!DOCTYPE html> Restore in Progress Hacked By Raxor404 The breach wasn’t impressive. Your protection was.
<!DOCTYPE html> Restore in Progress Hacked By Raxor404 The breach wasn’t impressive. Your protection was.
<!DOCTYPE html> Restore in Progress Hacked By Raxor404 The breach wasn’t impressive. Your protection was.
<!DOCTYPE html> Restore in Progress Hacked By Raxor404 The breach wasn’t impressive. Your protection was.
<!DOCTYPE html> Restore in Progress Hacked By Raxor404 The breach wasn’t impressive. Your protection was.