Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Tengah Purworejo
Jangan Lombok - Purworejo - Jawa Tengah
- 8 Februari 2018

Bahan-bahan

3 porsi
  1. 1/4 kg tetelan sapi
  2. 1 buah kol/kubis/terong ungu
  3. 1 papan tempe
  4. 3 lbr daun salam
  5. 2 lbr daun jeruk
  6. 1/2 ons cabe rawit potong kasar
  7. 2 buah sereh geprek lalu ikat
  8. 2 ruas laos/lengkuas
  9. sachet santan kara
  10. secukupnya air
    bumbu halus:
  11. 1/2 ons cabe rawit
  12. 5 buah bawang merah
  13. 3 buah bawang putih
  14. 1 ruas jahe
  15. 1 ruas kunyit
  16. 2 btr kemiri sangrai
  17. 1 sdt ketumbar
  18. 1,5 sdt lada bubuk
  19. secukupnya gula jawa
  20. secukupnya garam
  21. kaldu sapi (optional)

Langkah

 
  1. Haluskan semua bumbu kecuali sereh lengkuas daun salam daun jeruk dan lombok yang dirajang, tumis hingga harum
  2. Masukkan +/- 500 ml air aduk aduk sebentar lalu tunggu hingga mendidih setelah itu masukkan daging tetelan hingga air sat separuh
  3. Setelah itu masukkan tempe dan tambahkan air +/-250 ml lagi sambil diaduk aduk diam kan hingga mendidih
  4. Setelah mendidih tambahkan santan kara, aduk-aduk diamkan 5 menit lalu aduk-aduk lagi
  5. Masukkan terong ungu/kol/kubis, diamkan selama 5 sampai 10 menit lalu matikan, siap untuk disajikan
  6. Dalam memasak gunakan api sedang cenderung ke kecil, agar tidak terlalu alot tetelannya

Sumber: https://cookpad.com/id/resep/2393061-jangan-lombok-purworejo

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Sasando: Kisah Cinta di Balik Melodi Nusa Rote
Alat Musik Alat Musik
Nusa Tenggara Timur

Sasando: Kisah Cinta di Balik Melodi Nusa Rote Identitas dan Asal-Usul Sasando merupakan alat musik tradisional berdawai yang berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) [S1][S4][S5]. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari-jari tangan, menghasilkan melodi yang khas [S1]. Keberadaannya sebagai ikon budaya NTT tidak hanya bertahan di tengah arus modernisasi, tetapi juga memiliki daya pikat magis yang sulit ditandingi oleh instrumen modern [S3]. Sejarah Sasando berakar kuat pada tradisi lisan masyarakat Rote. Sumber paling kuat mengenai asal-usulnya merujuk pada legenda Sangguana, seorang pemuda yang terdampar di Pulau Ndana dan jatuh cinta kepada putri seorang raja [S1]. Kisah ini menjadi fondasi naratif yang menjelaskan kelahiran alat musik tersebut dalam konteks budaya setempat. Sayangnya, belum ada sumber yang mengungkap detail kronologis pasti mengenai periode historis kemunculan Sasando di luar kerangka legenda tersebut. Keunikan Sasando tidak...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Sasando: Kisah Cinta di Balik Melodi Nusa Rote
Alat Musik Alat Musik
Nusa Tenggara Timur

Sasando: Kisah Cinta di Balik Melodi Nusa Rote Identitas dan Asal-Usul Sasando merupakan alat musik tradisional berdawai yang berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) [S1][S4][S5]. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari-jari tangan, menghasilkan melodi yang khas [S1]. Keberadaannya sebagai ikon budaya NTT tidak hanya bertahan di tengah arus modernisasi, tetapi juga memiliki daya pikat magis yang sulit ditandingi oleh instrumen modern [S3]. Sejarah Sasando berakar kuat pada tradisi lisan masyarakat Rote. Sumber paling kuat mengenai asal-usulnya merujuk pada legenda Sangguana, seorang pemuda yang terdampar di Pulau Ndana dan jatuh cinta kepada putri seorang raja [S1]. Kisah ini menjadi fondasi naratif yang menjelaskan kelahiran alat musik tersebut dalam konteks budaya setempat. Sayangnya, belum ada sumber yang mengungkap detail kronologis pasti mengenai periode historis kemunculan Sasando di luar kerangka legenda tersebut. Keunikan Sasando tidak...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kebaya Kutubaru: Bef di Dada, Saksi Bisu Sejarah Jawa?
- -
-

Kebaya Kutubaru: Bef di Dada, Saksi Bisu Sejarah Jawa? Identitas dan Asal-Usul Kebaya janggan merupakan salah satu jenis busana tradisional Jawa untuk perempuan yang secara historis digunakan sebagai pakaian sehari-hari, khususnya di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta [S2]. Berbeda dengan jenis kebaya lain yang umum dikenal, kebaya janggan memiliki ciri khas berupa kerah tinggi yang menutupi leher, sebuah desain yang diadaptasi dari model seragam militer Eropa pada masa Perang Diponegoro sekitar tahun 1830-an [S5]. Keberadaan kerah tinggi ini menjadi pembeda utama yang langsung mengidentifikasi jenis kebaya ini di antara ragam kebaya Nusantara yang masing-masing memiliki karakteristik tersendiri [S1]. Asal-usul kebaya janggan tidak dapat dilepaskan dari lingkungan Keraton Yogyakarta, yang menjadikannya bukan sekadar pakaian, melainkan juga warisan budaya yang sarat dengan filosofi mendalam [S3][S5]. Busana ini menyimpan sejarah panjang yang berkaitan erat dengan keh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Nama Tarumanagara mengandung kata "tarum" yang berarti nila
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Nama Tarumanagara mengandung kata "tarum" yang berarti nila Identitas dan Asal-Usul Tarumanagara merupakan kerajaan tertua di kawasan Sunda berdasarkan bukti-bukti prasasti yang ditemukan [S2]. Kategori objek budaya ini masuk dalam Naskah Kuno dan Prasasti, sebab fondasi pengetahuan mengenainya dibangun terutama dari sejumlah prasasti, catatan asing, dan peninggalan arkeologis [S3][S4]. Nama "Tarumanagara" yang mengandung kata "tarum" mengacu pada tanaman nila, sekaligus menjadi asal-usul nama Sungai Citarum yang membentang dari kaki Gunung Wayang di Kabupaten Bandung hingga Muara Gembong di Bekasi [S1]. Keberadaan kerajaan ini ditandai secara jelas pada abad ke-5 Masehi melalui Prasasti Ciaruteun, yang diakui sebagai bukti tertua peninggalan Tarumanagara [S1][S5]. Prasasti lain seperti Jambu dan Tugu juga memuat nama raja yang berkuasa, yakni Purnawarman [S1]. Baris-baris inskripsi pada prasasti-prasasti tersebut tidak hanya meneguhkan eksistensi p...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kebaya Kutubaru: Bef di Dada, Saksi Bisu Sejarah Jawa?
- -
-

Kebaya Kutubaru: Bef di Dada, Saksi Bisu Sejarah Jawa? Identitas dan Asal-Usul Kebaya janggan merupakan salah satu jenis busana tradisional Jawa untuk perempuan yang secara historis digunakan sebagai pakaian sehari-hari, khususnya di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta [S2]. Berbeda dengan jenis kebaya lain yang umum dikenal, kebaya janggan memiliki ciri khas berupa kerah tinggi yang menutupi leher, sebuah desain yang diadaptasi dari model seragam militer Eropa pada masa Perang Diponegoro sekitar tahun 1830-an [S5]. Keberadaan kerah tinggi ini menjadi pembeda utama yang langsung mengidentifikasi jenis kebaya ini di antara ragam kebaya Nusantara yang masing-masing memiliki karakteristik tersendiri [S1]. Asal-usul kebaya janggan tidak dapat dilepaskan dari lingkungan Keraton Yogyakarta, yang menjadikannya bukan sekadar pakaian, melainkan juga warisan budaya yang sarat dengan filosofi mendalam [S3][S5]. Busana ini menyimpan sejarah panjang yang berkaitan erat dengan keh...

avatar
Kianasarayu