Masyarakat Banyuwangi memiliki kuliner khas yang istimewa yaitu Jangan Leroban. Tapi saat ini sudah jarang orang yang memasak makanan ini, karena cara memasaknya yang cukup sulit. Hanya beberapa orang saja yang masih sesekali memasaknya, salah satunya adalah warga Desa Licin, Banyuwangi. Pembuatan Jangan Leroban biasanya bersamaan dengan pembuatan minyak kelapa murni dari santan kelapa atau biasa disebut ‘’minyak kelentik’’ oleh masyarakat Suku Using. Jangan Leroban menggunakan air sisa pembuatan minyak kelapa. Kuah Jangan Leroban berwarna cenderung putih dan tidak pekat. Rasa gurih dari kelapa sangat mendominasi. Paling enak jika disantap dengan nasi putih, pepes ikan, dan tahu tempe. Bagi kalian yang ingin mencobanya, berikut ini resep dan cara membuatnya.
Bahan :
Santan kelapa murni
Jantung pisang yang masih muda
Sayur pakis
Daun singkil, sebagai penyedap
Bumbu :
Lengkuas, digeprek
Batang sereh
Cabai rawit, sesuai selera
Gula, secukupnya
Garam, secukupnya
Cara Membuat :
Santan murni dari kelapa akan dipanaskan hingga keluar bagian minyaknya. Bagian minyak dan ampasnya kemudian diangkat dan disaring.
Ambil bagian air setelah diambil ampas dan minyaknya.
Masukkan air tersebut kedalam panci lain. Lalu tambahkan semua bumbu. Tunggu hinga mendidih.
Potong-potong bahan lain seperti, jangtung pisang, sayur pakis, dan daun singkil. Kemudian masukkan kedalam rebusan. Masak hingga matang.
Setelah matang angkat dan sajikan selagi hangat.
Sumber :
<!DOCTYPE html> Hacked By Raxor404 Santiago 404 Team * Website Locked By Raxor404 PLEASE PAY THE RANSOM AT indonesiacyberteamid@gmail.com
Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.
HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692
Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la`` <pre><code><pre><code><pre><code><pre><code><p></code></pre></code></pre></li> </ol> <p> <p> </p></li> </ol> Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perap...