Jangan Bung adalah kuliner khas warga Banyuwangi. Kata ‘’Bung’’ sendiri adalah berasal dari ‘’Rebung’’ tunas muda tanaman bambu. Rebung salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat, tidak heran jika banyak yang menggemarinya. Jangan bung memiliki rasa yang gurih karena kuahnya yang menggunakan santan. Cara membuatnya sangat mudah, kita nisa mencobanya sendiri dirumah. Berikut ini resep dan cara membuatnya.
Bahan :
350 gram rebung muda (iris tipis, rebus dan buang air lalu rendam selama satu malam lalu cuci bersih dan tiriskan sebelum dimasak)
3 cm lengkuas (memarkan)
Garam (secukupnya)
Minyak (secukupnya)
2 lembar daun jeruk
1 lembar daun salam
Kaldu ayam bubuk (secukupnya)
Gula (secukupnya)
200 ml santan kelapa (dari 1 butir kelapa)
Bahan Halus :
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
3 cabai merah besar (buang isi)
10 cabai rawit
4 cm kunyit
3 butir kemiri
Cara Membuat :
Tumis bumbu yang telah dihaluskan dengan minyak secukupnya hingga aromanya harum. Tambahkan garam, gula dan lengkuas.
Masukkan sedikit air ke dalam bumbu yang telah ditumis dan biarkan mendidih.
Masukkan rebung yang telah disiapkan. Masak sekitar 10 menit bersama bumbu hingga bumbu meresap.
Tambahkan daun jeruk, daun salam dan kaldu ayam bubuk secukupnya. Aduk semua bahan hingga tercampur rata dan biarkan hingga kembali mendidih.
Terakhir, masukkan santan kelapa ke dalam masakan dan aduk rata.
Masak hingga mendidih dan rebung matang. Sayur rebung pun siap untuk disajikan.
Sumber :
Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam: Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...
Naskah Nusantara • Sunda Kuno Kidung Lakbok Kisah Kerajaan Banjarpatroman, Ramalan Abadi, dan Kelahiran Wayang Kila Kidung Lakbok adalah sebuah karya sastra lama berbentuk prosa naratif atau puisi naratif dalam bahasa Sunda yang menceritakan tentang sejarah dan legenda Kerajaan Banjarpatroman. Kerajaan tersebut dipercaya pernah berdiri di wilayah yang kini dikenal sebagai Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Naskah ini sempat nyaris hilang, kemudian ditulis ulang dan dilestarikan kembali pada tahun 2013 melalui publikasi daring. 📜 Sejarah dan asal-usul Menurut naskah Kidung Lakbok, Kerajaan Banjarpatroman mengalami masa kejayaan sebelum akhirnya runtuh akibat perang saudara atau perebutan kekuasaan. Peristiwa tersebut dianggap sebagai dosa besar yang menimbulkan kutukan. Akibat perbuatan tersebut, turunlah azab berupa bencana alam besar, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, dan banjir bandang. Kerajaan yang dahsyat itu akhirnya tenggelam dan berubah menja...