Makanan Minuman
Makanan Minuman
Minuman Sulawesi Selatan Makassar
Jamu Sarabba
- 1 September 2017

Sarabba merupakan salah satu minuman khas Makassar yang mempunyai banyak sekali manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh kita. Sarabba Makassar sendiri di dalamnya dimasukkan bahan berupa jahe yang mempunyai banyak sekali bagi kebaikan bagi tubuh kita. Kebaikan jahe antara lain adalah mampu menghangatkan badan terutama ketika anda mengonsumsinya di tengah hari hujan. Menikmati sarabba Makassar ini bisa anda lakukan di tengah malam untuk menemani begadang atau menemani ketika anda tengah berada di waktu sengang pada sore hari. Sarabba merupakan minuman khas Makasar namun walau begitu anda tidak perlu jauh- jauh pergi ke Makassar untuk mendapatkannya karena di rumah pun anda bisa membuat dan menikmatinya. Berikut ini merupakan resep sarabba Makassar yang bisa anda coba :

Bahan yang harus disiapkan:

  • air 5 gelas
  • 300 gr jahe yang telah memarkan
  • gula aren atau bisa pula gula merah sekitar 300 gr
  • santan 150 ml
  • 1 kuning telur

Cara membuat:

  1. Cara membuat sarabba makassar yang pertama adalah dengan menyiapkan panci untuk kemudian dimasukkan air yang telah disiapkan sebelumnya
  2. Selanjutnya, anda bisa memasukkan jahe. jangan lupa untuk memarkannya terlebih dahulu supaya sari- sarinya bisa keluar dan khasiatnya bisa lebih anda manfaatkan
  3. Selanjutnya masukkan gula aren atau gula merah ke dalam panci dan jangan lupa untuk terus mengaduknya. selanjutnya ditunggu hingga mendidih
  4. Jika sudah mendidih maka anda bisa memasukkan santan 150 ml. perlu diperhatikan untuk menggunakan api yang kecil supaya santan yang telah dimasukkan tidak pecah- pecah
  5. Langkah terakhir adalah memasukkan kuning telur kedalamnya.

 

Resep sarabba Makasar di atas tentunya tergolong cara yang mudah dan tentunya tidak perlu membelinya diluar untuk menikmatinya. Selain menghangatkan tubuh minuman yang satu ini juga mampu membuat stamina kita kembali. Masyarakat Makassar sebagian besar mengkonsumsinya sebagai pemulih stamina karena kuning telur dipercaya sebagai pemulih stamina (jamu), penawar letih setelah seharian beraktivitas dan untuk menghangatkan badan. Sarabba juga cocok untuk mengusir flu, menghangatkan badan, mengeluarkan angin dari tubuh saat masuk angin

RM yang menyediakan:
Restaurant OLAMITA
Jalan Kh. Abdullah Syafei No.51B, Tebet, RT.6/RW.9, Bukit Duri, RT.6/RW.9, Bukit Duri, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12820
(021) 22983865

http://resepcaramasak.com/resep-cara-membuat-sarabba-khas-makassar/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker