Ritual
Ritual
Tradisi Papua Biak
Iyakyaker
- 16 September 2014

Tradisi Iyakyaker Suku Biak Numfor (3)

Tradisi Iyakyaker Suku Biak Numfor (2)

Tradisi Iyakyaker Suku Biak Numfor

Keunikan budaya adat istiadat marga dan sub marga di pulau Numfor menjadi daya tarik tersendiri yang tidak jauh berbeda dengan suku-suku Papua lainnya  yang berada di kawasan teluk pesisir cenderawaih.

Tradisi pemberian maskawin atau dalam  bahasa biak iyakyaker adalah salah satu warisan budaya leluhur yang masih melekat dalam adat istiadat masyarakat di pulau Numfor. Sebagaimana suku-suku di Papua yang menempatkan maskawin sebagai harta yang sangat berharga yang memiliki nilai tersendiri dalam ritual-ritual adat tertentu.

Maskawin di Papua dapat berupa, hewan babi, manik-manik, guci, piring antik, hasil kebun, hasil laut, hewan hasil buruan, serta beragam harta benda lainnya. Maskawin biasanya dapat digunakan dalam ritual adat lainnya seperti penjemputan tamu, pelantikan kepala suku, pembayaran denda, dan ritual lainnya. Piring antic (ben bepon), dan guci masih sering di jumpai dalam ritual adat terutama dalam prosesi peminangan.

Harta benda berupa maskawin biasanya dipersiapkan jauh hari oleh keluarga sebagai bekal bagi anak-anak mereka yang dikandung dan dibesarkan dalam tatanan keluarga kelak menjalani masa proses peminangan dengan pihak keluarga lain melalui satu ikatan perkawinan adat yang syah.

Sebagaimana yang dilakukan keluarga besar Krey dari keluarga pihak laki-laki dengan keluarga besar Marisan dari pihak perempuan yang menjalani proses tahapan perkawinan adat antara Daniel Krey dengan Marlina Marisan di Pulau Numfor yang merupakan hasil film dokumentasi oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Jayapura-Papua.

Awal memasuki rumah tangga lewat orang tua itu yang pertama sejak anak masih dalam kandungan mempersiapkan supaya Ararem. Ararem ini dapat terkumpul melewati prosesi adat orang biak sejak kecil hingga menjelang dewasa. Antara lain mengeluarkan anak dari kamar, menggendong anak, menggunting rambut, membawa anak ke gereja semua ini harus dilakukan dengan pembayaran maskawin dari pihak marga atau ipar-ipar dalam tatanan adat suku Biak. Ararem ini nantinya akan disimpan ditempat khusus yang disebut arem.

Dalam masa peminangan masing-masing keluarga tentu dapat memberi penilaian tentang perilaku kehidupan marga yang dalam tradisi Biak Numfor disebut fafuke.

Fafuke adalah tindakan pengamatan yang dilakukan oleh orang tua terhadap marga-marga yang ada di dalam kampung berupa pola hidup, tindakan, karakter dan juga penilain terhadap wanita yang akan dijadikan anak mantu. Dalam arti mereka mencari sosok Showi yaitu seorang anak mantu yang baik terhadap keluarga mereka.

Setelah menentukan calon anak mantu maka orang tua akan mengundang om dan tante dari pihak ibu untuk melakukan peminangan. Peran saudara om atau paman dalam keluarga sangatlah penting mulai dari proses peminangan, penentuan maskawin hingga pembayaran maskawin.

Apabila pihak perempuan menerima lamaran pihak laki-laki maka pihak perempuan akan mengajukan besaran maskawin kepada pihak laki-laki. Adapun besarnya jumlah emas kawin biasanya ditentukan oleh status perempuan, latar belakang keluarga, keperawanan, maupun kecantikan dan saat sekarang ini faktor pendidikan juga ikut menentukan besaran jumlah emas kawin. Biasanya yang di minta berapa banyak piring kepala (moremore/capero), resa-resa paramasi, jowi, baisus, bensarampa, benuai, ini semua merupakan bentuk maskawin yang lazim digunakan oleh suku Biak di Pulau Numfor. Tahapan berikut adalah menentukan waktu untuk pembayaran maskawin yang ditentukan.

Dalam tradisi masyarakat pulau Numfor mengenal tiga bentuk perjodohan antara lain: anembe dalam makanan pernikahan (an=makanan, embe= nikah), indakwer artinya pada saat peminangan secara terhormat di dalam keluarga bila ada saudara laki-laki yang belum menikah makan indakwer ini akan dilaksanakan. Sementara perjodohan insarmer adalah versi peminangan dengan bentuk perencanaan seorang laki-laki yang ingin membawa perempuan dengan cara yang kasar dalam arti bukan dalam kesan penculikan.

Sayangnya dengan perkembangan globalisasi membuat terkikisnya budaya suku-suku yang ada di Papua termasuk tradisi budaya orang Biak di Pulau Numfor, sehingga tatanan adat tidak lagi sempurna. Namun demikian sebagaian besar masyarakat Biak Numfor masih mempertahankan nilai-nilai budaya yang merupakan warisan leluhur. Perkawinan adat yang ditandai dengan simbol-simbol maskawin tentu sangat mengikat ketika proses tahapan peminangan itu berjalan sesuai dengan tatanan adat.

Tidak hanya mengantar maskawin berupa piring antik dan gusi tetapi yang menarik dalam proses ini adalah adanya bendera merah putih sebagai simbol lambing Negara juga mendapat penghargaan dalam ragam kebhinekaan adat di pulau Numfor.

Memang kebiasaan mengantarkan prosesi emas kawin dengan membawa bendera Merah Putih atau juga simbol bendera yang lain tidak diketahui sejak kapan berlaku. Namun yang jelas dalam budaya Papua  tradisi membawa bendera memang belum ada dan baru berkembang sejak masuknya Papua ke dalam bingkai Negara Kesatuan Repbulik Indonesia (NKRI).

Sebaliknya pihak perempuan yang sudah menerimah pihak keluarga laki-laki juga menyiapkan sesuatu berupa barang-barang rumah tangga sehingga dalam menjalan kehidupan kelak tidak mengalami kesulitan. Selain itu juga menjadi sikap dasar pihak perempuan yang nantinya kedepannya tidak jadi penilaian yang kurang baik dari pihak laki-laki.

Semua proses ini berjalan sesuai rambu-rambu adat yang sudah ditetapkan yang wajib dilaksanakan namun dalam puncaknya menuju pada wafwoker dimana wor acara adat pimpinan adat memberikan restu kepada keduanya menjadi suami istri yang syah secara adat dibangrengi dengan nasehat dari petua-petua adat dalam keluarga dua belah pihak.  Nasehat-nasehat berupa ungkapan-ungkapan yang mengadung simbol bahwa kita hidup di dunia untuk saling menopang, menunjang dalam bentuk showi ini.

Tradisi perkawinan di Papua khususnya di pulau Numfor ini tentu saja menjadi cerminan budaya Papua yang tentu hasana untuk memperkaya budaya bangas Indonesia yang perlu dilestarikan.

 

Sumber: http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbjayapura/2013/12/31/tradisi-iyakyaker-suku-biak-numfor/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum
Gambar Entri
Ayam Ungkep
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...

avatar
Apitsupriatna
Gambar Entri
Resep Ayam Ungkep Bumbu Kuning Cepat, Praktis untuk Masakan Harian
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...

avatar
Apitsupriatna