Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sulawesi Utara Manado
Ikan Tude Goreng
- 6 Februari 2018

Ikan tude disebut juga ikan kembung banjar. 

Bahan Utama

  1. 1 ekor ikan tude
  2. 1 sendok teh air jeruk lemon
  3. Seujung sendok teh garam
  4. Secukupnya merica bubuk
  5. Minyak goreng secukupnya (untuk menggoreng ikan)
 
Bumbu Ikan Tude yang Dihaluskan:
  1. 3 siung Bawang putih
  2. 1/2 sdt Ketumbar bubuk
  3. 2 cm kunyit bakar
 
Bahan Pelengkap Ikan Tude Goreng:
  1. Lalapan (timun, daun selada, kemangi, tomat)
  2. Dabu-dabu
 
Cara Membersihkan Ikan Tude Sebelum Dimasak:
  1. Pertama setelah anda membeli ikan tude dari pasar atau warung, biasanya ikan dikemas dalam plastik dengan kondisi yang sudah dibersihkan. Namun demikian, meskipun ikan telah dibersihkan belum tentu bagian ikan tersebut benar-benar bersih. Untuk itulah, penting sekali membersihkan ikan tude yang sudah anda beli dari pasar untuk memastikan bahwa ikan yang akan anda masak benar-benar bersih secara keseluruhan. Selain itu, ada beberapa bagian pada ikan yang harus dibersihkan 
  2. Cara membersihkan ikan tude yang pertama adalah dengan membersihkan jeroan pada ikan. Jeroan ikan ini tidak akan kita masak dan gunakan, untuk itu sebaiknya kita buang dan bersihkan saja. Cara membersihkannya, bisa dilakukan dengan membelah perut ikan sedikit saja dan keluarkan sisi perut ikan dengan menggunakan tangan hingga bersih.
  3. Setelah berhasil mengeluarkan jeroan ikan, belum berarti bagian perut ikan sudah bersih. Untuk itulah, buka bagian perut ikan dan kucuri dengan air bersih, lalu bersihkan bagian dalamnya hingga tidak ada kotoran yang masih menempel pada perut ikan.
  4. Jika sudah selesai membersihkan perut ikan, selanjutnya kita keluarkan insang pada kepala ikan. Caranya, buka bagian kepala ikan dengan menggunakan jari sedikit saja dan keluarkan insangnya dengan menggunakan tangan. Dan bersihkan bagian kepala ikan hingga bersih.
  5. Setelah bagian ikan dibersihkan kesemuanya, sekarang silahkan kerat bagian perut ikan dikedua sisi agar bumbu bisa meresap kedalam ikan dengan sempurna.
  6. Lalu lumuri ikan dengan air jeruk nipis dan taburan garam, lalu diamkan selama kurang lebih 15 menit, setelah itu ambil ikan dan bilas kembali dengan air.
 
Cara Membuat Ikan Tude Goreng:
  1. Setelah ikan dibilas dengan air, sekarang lumuri ikan dengan bumbu yang telah dihaluskan. Pastikan jika anda melumuri bumbu ini hingga kebagian perut ikan sampai ke kepala dengan merata agar bumbu tersebar hingga kebagian ikan terdalam.
  2. Setelah diberikan lumuran bumbu, diamkan kembali ikan selama kurang lebih 30 menit, agar bumbu ini meresap pada ikan secara merata.
  3. Panaskan minyak goreng dalam wajan dan goreng ikan yang sudah dilumuri umbu halus dan didiamkan selama kurang lebih 30 menit hingga berwarna kecoklatan dan matang secara merata. Pastikan pula anda menggoreng ikan dengan menggunakan api sedang agar tidak gosong dan ikan matang secara merata.
  4. Setelah ikan matang, silahkan angkat ikan dan tiriskan minyaknya terlebih dahulu. Baru setelah itu angkat kedalam piring saji dan hidangkan dengan bahan pelengkap yang sudah kita persiapkan tadi. 
RM yang menyediakan:
RM Manado Rasaroa
Jalan Wijaya I No. 75, Petogogan, Kebayoran Baru, RT.10/RW.1, Petogogan, RT.10/RW.1, Petogogan, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12170
(021) 29306812

Sumber:

  1. http://makananoleholeh.com/makanan-khas-manado/
  2. http://www.netralnews.com/news/kuliner/read/18465/nikmatnya.ikan.tude.bakar.sambal.dabu.da
  3. https://selerasa.com/resep-dan-cara-membuat-ikan-kembung-goreng-renyah-rumahan-yang-sederhana-namun-enak-gurih-dan-spesial

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Sekaten adalah Upacara Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW: Asal-usul dan sejarah serta fungsi,
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Sekaten adalah Upacara Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW: Asal-usul dan sejarah serta fungsi, makna, dan nilai budaya Identitas Ritual Sekaten adalah rangkaian upacara tahunan yang diselenggarakan oleh Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi) [S1][S3]. Ritual ini berlangsung selama delapan hari, dimulai pada tanggal 5 Rabi'ul Awal (Mulud dalam kalender Jawa) dan berakhir pada tanggal 12 Rabi'ul Awal dengan upacara penutup bernama Garebeg Mulud [S3]. Nama "Sekaten" sendiri berasal dari adaptasi istilah Arab syahadatain , yang merujuk pada dua persaksian (syahadat) dalam Islam [S1]. Komunitas pelaksana Sekaten adalah institusi keraton sebagai pusat ritual, dengan melibatkan masyarakat luas dalam prosesi dan perayaan [S2]. Lokasi utama penyelenggaraan adalah Yogyakarta, meskipun tradisi serupa juga dilaksanakan di Surakarta [S1]. Upacara ini bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan laku budaya-religius...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur
Motif Kain Motif Kain
Nusa Tenggara Timur

Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur Identitas dan Asal-Usul Tradisi tenun yang paling populer di Indonesia merujuk pada Tenun Ikat , khususnya varian yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Popularitas ini tidak terlepas dari keunikan teknik, motif, dan makna filosofisnya yang kuat dalam budaya masyarakat setempat [S1]. Tenun ikat di NTT merupakan warisan budaya yang bertahan hingga kini, diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian integral dari identitas komunitas [S2]. Secara geografis, sentra tenun ikat NTT tersebar di berbagai pulau, dengan Pulau Sumba dikenal sebagai salah satu pusat tradisi ini yang paling kuat. Di Sumba, pembuatan kain tenun ikat tradisional masih lestari, dengan kampung-kampung seperti Kanatang dan desa-desa di wilayah Sumba Timur menjadi lokasi perajin aktif [S3]. Proses pembuatannya sangat mengikat dengan sejarah dan kehidupan masyarakat, di mana kain tenun bukan sekadar produk ekonomi tetapi juga warisan leluhur yang...

avatar
Kianasarayu