Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Kepulauan Riau Kepulauan Riau
Ikan Patin Asap Tomat Hijau
- 10 Desember 2018

Bahan-bahan

 
  1. 6 ekor ikan patin asap
  2. 5 buah tahu putih
  3. 5 tomat hijau
  4. 2 daun salam
  5. 1 ruas lengkuas geprek
  6. 3 Batang daun bawang rajang
  7. 5 buah cabe hijau iris serong
  8. 300 ml santan
  9. Secukupnya garam, gula, lada bubuk
  10. Bumbu halus:
  11. 6 buah bawang merah
  12. 4 siung bawang putih
  13. 100 g cabai rawit / sesuai selera
  14. 6 cabai merah besar

Langkah

 
  1. Bersihkan kotoran ikan. Potong ikan jadi 2 lalu goreng sebentar. Hilangkan duri-durinya. ambil dagingngnya saja. Sisihkan

  2. Potong tahu kotak-kotak lalu goreng. Sisihkan

  3. Belah tomat jadi 6 bagian. Rajang daun bawang, iris serong cabe hijau besar. Sisihkan

  4. Tumis bumbu halus hingga matang, masukkan daun salam dan lengkuas. Masukan tomat, cabe hijau besar dan daun bawang. Aduk-aduk hingga layu.

  5. Masukkan santan kecilkan api. Aduk-aduk. Masak hingga bumbu mengeluarkan minyak. Bumbui dengan garam, gula dan kaldu bubuk. Koreksi rasa.

  6. Masukkan ikan patin dan tahu. Aduk-aduk lalu diamkan agar bumbu meresap. Matikan api. Siap disajikan.

sumber: Cookpad (https://cookpad.com/id/resep/6360701-ikan-patin-asap-tomat-ijo)

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Ukiran Asmat mayoritasnya dibuat oleh laki-laki
Ornamen Ornamen
Papua

Ukiran Asmat mayoritasnya dibuat oleh laki-laki Identitas dan Asal-Usul Ukiran Asmat adalah seni memahat yang mengolah permukaan benda keras menjadi bentuk tiga dimensi bermakna, dikembangkan oleh suku Asmat di Papua [S2]. Suku Asmat sendiri merupakan salah satu kelompok besar yang mendiami kawasan pesisir selatan Papua dan memiliki peran signifikan dalam sejarah perkembangan budaya masyarakat setempat [S3]. Praktik ukiran ini bukan sekadar kerajinan dekoratif, melainkan ekspresi budaya yang terintegrasi dalam sistem kepercayaan dan kehidupan sosial komunitas. Secara geografis, sentra produksi ukiran Asmat terletak di wilayah pesisir selatan Papua, menjadikan daerah ini pusat pelestarian dan pengembangan tradisi ini [S3]. Lokasi geografis yang spesifik ini mempengaruhi pilihan material dan motif yang digunakan, disesuaikan dengan lingkungan alam sekitar. Sumber tertulis menunjukkan bahwa ukiran Asmat telah diakui sebagai warisan budaya dengan nilai estetika dan filosofi tinggi [...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu