Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Minuman Sumatera Utara Toba
Ikan Arsik #DaftarSB19
- 12 Februari 2019

Ikan Arsik adalah salah satu makanan tradisional yang berasal dari daerah Sumatera Utara. Makanan satu ini terbuat dari bahan dasar ikan mas yang dimasak dengan bumbu khusus sehingga menghasilkan cita rasa yang khas dan berbeda dengan masakan berbahan ikan lainnya. 

dentistchefworpres.jpg Gambar by: dentistvschief.wordpress.com

Ikan Arsik merupakan salah satu makanan tradisional yang cukup terkenal di Sumatera Utara, khususnya di daerah Toba Samosir dan Tapanuli Utara.

 
Asal Usul Ikan Arsik
 
Ikan Arsik merupakan salah satu makan tradisional yang berasal dari masyarakat Batak Toba di daerah Toba Samosir dan Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Konon makanan ini sudah ada sejak dahulu kala dan diwariskan oleh nenek moyang mereka secara turun-temurun. Dalam tradisi masyarakat Batak, makanan ini tidak hanya sekedar makanan biasa, namun juga memiliki nilai-nilai dan filosofi tersendiri di dalamnya.
 
Ikan Arsik biasanya disajikan untuk upacara adat tertentu. Dalam penyajian secara adat, ada tata cara khusus untuk menyajikan makanan satu ini, sehingga tidak boleh dilakukan sembarangan agar tidak menghilangkan nilai kesakralan di dalamnya. Walaupun begitu, bukan berarti makanan satu ini tidak boleh dikonsumsi untuk sehari-hari. Ikan Arsik ini juga bisa kita nikmati kapan saja tanpa harus menunggu upacara adat dilaksanakan. Namun tentu saja essensi di dalamnya tentu akan berbeda.
 
Keistimewaan dan Keunikan Ikan Arsik
 
Salah satu keunikan dari masakan Ikan Arsik ini adalah dari bahan dasar yang digunakannya yaitu ikan mas. Ikan mas yang digunakan, biasanya tanpa dibuang sisiknya, namun hanya dibersihkan bagian perutnya saja. Selain itu dalam masakan Ikan Arsik ini biasanya juga terdapat beberapa bumbu yang hanya terdapat di daerah pegunungan Sumatera Utara saja, yaitu Andaliman dan Asam Cikala. Hal inilah yang tentu membuat cita rasa Ikan Arsik ini semakin terasa khas dan istimewa.
 
Pengolahan Ikan Arsik
 
Bahan dasar yang biasa digunakan dalam masakan Ikan Arsik pada umumnya adalah ikan mas. Namun ada juga beberapa jenis ikan yang bisa dijadikan alternative dalam membuat Ikan Arsik ini, diantaranya seperti ikan tongkol, ikan kembung, dan ikan kakap. Untuk mempersiapkannya, ikan tersebut dibersihkan dulu sebelum dimasak. Cara membersihkannya pun cukup unik, tidak seperti masakan ikan lainnya. Ikan Arsik biasanya hanya dibelah dan dibersihkan bagian perutnya saja, sedangkan pada bagian sisiknya tidak perlu dihilangkan.
 
Untuk menghilangkan bau amis pada ikan biasanya menggunakan jeruk nipis dan asam cikala. Penggunaan asam cikala ini selain untuk menghilangkan bau amis, juga bisa menciptakan aroma sedap pada ikan sehingga  dapat menambah cita rasa dari masakan Ikan Arsik.
 
Sedangkan untuk bumbu yang digunakan untuk memasak diantaranya adalah cabai, bawang merah, bawang putih, bunga kecombrang, dan aneka bahan rempah seperti kemiri, lengkuas, kunyit dan lain-lain. Tidak lupa juga menggunakan andaliman, yaitu sejenis bumbu rempah seperti merica yang banyak terdapat di beberapa daerah di Sumatera Utara. Andaliman ini selain memberikan rasa pedas, juga menciptakan cita rasa yang khas pada makanan satu ini.
 
Pada proses pengolahannya, setelah ikan sudah dibersihkan kemudian ikan tersebut dilumuri dengan bumbu yang sudah dihaluskan hingga rata. Lalu dimasak dengan dikasih air dan beberapa bumbu penyedap secukupnya. Selain itu biasanya juga ditambahkan beberapa bahan pelengkap seperti daun singkong, kacang panjang dan lain-lain. Ikan Arsik ini biasanya dimasak dengan api sedang agar bumbu bisa meresap, kemudian ditunggu hingga airnya habis. Setelah airnya habis kemudian masakan Ikan Arsik siap untuk disajikan.
 
Cita Rasa Ikan Arsik
 
Masakan Ikan Arsik ini memiliki cita rasa yang unik dan berbeda dengan masakan ikan pada umumnya. Bagaimana tidak, seperti yang dijelaskan sebelumnya, masakan satu ini dimasak dengan bumbu dan aneka rempah yang komplit sehingga menghasilkan rasa yang maksimal. Selain itu penggunaan andaliman dan asam cikala pada masakan ini tentu akan memberikan cita rasa dan aroma yang sangat khas. Tidak hanya sampai di situ, tekstur ikan yang utuh dan masih bersisik pada masakan ikan satu ini tentu akan memberikan pengalaman yang menarik saat kita menyantapnya.
 
Kuliner Ikan Arsik
 
Sebagai salah satu makanan tradisional, masakan Ikan Arsik ini juga cukup populer di daerah Sumatera Utara hingga sekarang, terutama di daerah Toba Samosir dan Tapanuli Utara. Karena rasanya yang khas dan nikmat makanan satu ini kemudian juga dijual di beberapa warung makan di pinggir jalan maupun warung-warung di kawasan wisata. Untuk masalah harga dan rasa biasanya relatif, sehingga kita  harus banyak-banyak mencari rekomendasi yang pas untuk menikmati makanan khas satu ini.
 
Nah, bagi anda sedang berkunjung atau berwisata ke daerah Sumatera Utara, tentu kurang lengkap rasanya bila belum merasakan masakan Ikan Arsik ini. Jadi jangan sampai ketinggalan ya!
 
Sekian pengenalan tentang “Ikan Arsik Makanan Tradisional dari Sumatera Utara”. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda tentang makanan tradisional di Indonesia.
 
Sumber: http://www.negerikuindonesia.com/2016/06/ikan-arsik-makanan-tradisional-dari.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno Candi Miri merupakan salah satu situs candi Hindu yang menjadi bagian dari warisan arsitektur religius Kerajaan Mataram Kuno di Pulau Jawa. Keberadaannya di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan penyebaran pusat-pusat keagamaan yang strategis pada periode klasik Jawa. Sebagai candi Hindu, Candi Miri mencerminkan adaptasi tradisi arsitektur India yang dikembangkan dengan karakteristik lokal Jawa Kuno, berdiri sebagai saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Sejarah & Latar Belakang Candi Miri didentifikasi sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Sumber 4). Letaknya berada di wilayah administratif Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu kawasan terpenting dalam sejarah peradaban Jawa klasik. Terdapat variasi dalam pencatatan lokasi spesifik candi ini. Beberapa sumber merujuk lokasi Candi Miri di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo (Sumber 1, Sumber 2, Sumber...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (sering disingkat BPK) muncul sebagai sebuah mahakarya rasa yang menghadirkan jejak budaya dan tradisi dari tanah Sumatera Utara. Lebih dari sekadar hidangan, BPK adalah manifestasi dari identitas masyarakat Karo, sebuah sajian yang kaya akan aroma, rempah, dan cerita. Mengapa BPK begitu istimewa, dan bagaimana ia menjadi simbol kebanggaan kuliner bagi suku Karo? Mari kita telusuri keunikan dan daya pikatnya. ## Andaliman: Jantung Rasa BPK Rahasia di balik kelezatan BPK terletak pada penggunaan rempah-rempah khas, dan yang paling menonjol adalah andaliman. Dikenal juga sebagai "merica Batak" atau "sichuan pepper"-nya Indonesia, andaliman memberikan sensasi rasa yang unik dan tak tertandingi: pedas, sedikit asam, dan yang paling khas adalah efek kebas atau "getar" di lidah (Sumber 2). Rasa yang identik dan aroma yang kuat dari andal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis
Motif Kain Motif Kain
Papua

Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis batik khas Papua yang dikenal dengan corak unik dan makna mendalam. Berbeda dengan batik dari daerah lain di Indonesia, batik Papua, termasuk Kamoro, memiliki ciri khas motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya suku asli di sana (Sumber 1, Sumber 3). Batik ini secara spesifik menampilkan corak khas Timika, yang terinspirasi dari suku Kamoro dan keindahan alam sekitarnya (Sumber 1). Batik Kamoro tidak hanya sekadar kain bermotif, tetapi juga merupakan representasi semangat dan keberanian penduduk asli Papua (Sumber 2). Simbol-simbol yang terkandung di dalamnya merefleksikan kehidupan masyarakat adat, menjadikannya salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. ## Motif dan Makna Batik Kamoro Motif utama batik Kamoro sangat khas dan mudah dikenali. Corak yang sering ditemukan pada batik ini meliputi: ### Simbol Patung Salah satu motif yang paling menonjol pada batik Kamoro adal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Dendam Rajo sang Manusia Harimau Putih
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...

avatar
Mahlil Azmi
Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...

avatar
Kianasarayu