Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Legenda Bali Klungkung
Harta Terpendam Duda Kaya dan Kelima Anaknya
- 13 November 2018

ALKISAH di daerah Klungkung, Bali, hiduplah seorang duda yang kaya raya dengan lima orang anak laki-laki, yaitu Gede Pastika, Made Pastika, Nyoman Pastika, Ketut Pastika dan Putu Pastika. Sang Ayah mempunyai sawah dan ladang yang luas. Namun sayang, kelima anak tersebut memiliki sifat pemalas. Mereka tidak pernah membantu sang Ayah bekerja di sawah maupun di ladang. Setiap hari mereka hanya bermalasan-malasan di rumah dan mengadu ayam. Mereka juga suka berfoya-foya menghabiskan harta benda sang Ayah.
Duda kaya itu hampir setiap hari menasehati kelima anaknya, namun mereka berpura-pura tidak mendengar. Bahkan, terkadang mereka membantah. Sang Ayah hanya bisa bersabar menghadapi sifat dan perilaku mereka. Ia pun selalu berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa agar anak-anaknya cepat sadar dan diberi petunjuk ke jalan yang lurus. Namun, semakin hari perilaku kelima anak tersebut semakin menjadi-jadi. Mereka tak hentihentinya berfoya-foya sehingga harta kekayaan sang Ayah habis.

Suatu hari, sang Ayah jatuh sakit. Ia merasa bahwa hidupnya tak akan lama lagi. Maka, ia pun memanggil kelima anaknya untuk menyampaikan wasiat sebelum menghembuskan nafas terakhir.
“Dengarkan, anak-anakku! Ayah merasa sebentar lagi ajal akan datang menjemput. Seperti kalian ketahui, harta Ayah telah kalian habiskan. Harta yang Ayah miliki saat ini hanya tersisa beberapa petak sawah dan ladang,” ungkap sang Ayah,
“Setelah Ayah tiada nanti, galilah harta ayah yang terpendam di sawah dan ladang itu.”
Kelima anak itu bukannya bersedih karena akan ditinggalkan sang Ayah, tapi justru merasa senang karena sebentar lagi mereka akan mendapatkan harta warisan yang banyak. Mereka pun tidak mengindahkan nasib sang Ayah yang kondisinya semakin parah. Akhirnya, tak berapa lama kemudian, sang Ayah pun meninggal dunia.
Sepeninggal sang Ayah, kelima anak tersebut baru merasakan kehilangan seorang ayah yang selalu rajin bekerja demi mencukupi kebutuhan mereka. Kini, mereka harus bekerja dan memasak sendiri, di mana pekerjaan tersebut biasanya dikerjakan oleh sang Ayah semasa masih hidup. Karena mereka tidak terbiasa bertani dan berladang, hasil panen mereka selalu gagal. Beras persediaan mereka pun habis.
(Baca juga: Cerita Rakyat Bali – Kisah I Ceker Cipak Pemuda Berhati Mulia)
Suatu hari, kelima anak tersebut bersepakat akan menggali sawah dan ladang sang Ayah untuk mencari harta yang terpendam di dalamnya. Mereka pun berangkat bersama-sama ke sawah dengan membawa cangkul dan linggis. Setiba di sana, mereka bingung karena tidak mengetahui persis tempat harta itu dipendam oleh almarhum ayah mereka.
“Hai, kira-kira Ayah memendam harta itu di mana, ya?” tanya si Sulung Gede Pastika.
“Entahlah, Ayah tidak menyebutkan tempatnya,” jawab anak kedua Made Pastika.
“Kalau begitu, sebaiknya kita gali saja semua petak sawah ini,” usul anak ketiga Nyoman Pastika.
Akhirnya, kelima anak tersebut bersama-sama menggali petakan sawah itu satu per satu. Namun, harta yang mereka cari belum juga ditemukan.
“Aku yakin, Ayah tidak memendam harta itu di sawah ini. Barangkali Ayah memendamnya di ladang,” kata anak ke empat Ketut Pastika,
“Karena hari sudah siang, sebaiknya kita pulang dulu ke rumah. Pencarian kita lanjutkan nanti sore.” Sahut si sulung Gede Pastika
Kelima anak itu pun kembali ke rumah untuk beristirahat. Menjelang sore, mereka kembali melakukan pencarian. Kali ini, pencarian itu mereka lakukan di ladang. Mereka pun segera menggali bagian-bagian ladang yang mereka anggap sebagai tempat harta itu dipendam. Hingga hari menjelang sore, mereka telah menggali bagian-bagian ladang tersebut. Namun, hasilnya tetap nihil. Mereka pun mulai putus asa.
“Ah, jangan-jangan almarhum Ayah hanya membohongi kita,” celetuk si Sulung Gede Pastika dengan kesal. Di tengah-tengah keputusasaan tersebut, si Bungsu Putu Pastika tiba-tiba angkat bicara.
“Maaf, Kakak-kakakku! Alangkah baiknya jika sawah dan ladang yang telah terlanjur kita gali ini kita tanami padi dan palawija daripada terus-menerus mencari harta yang tidak jelas keberadaannya itu,” usul si Bungsu,
“Hasilnya tentu dapat kita makan.”
“Kamu benar Putu….,” kata anak keempat Ketut Pastika,
“Aku setuju dengan usulan itu.” Usulan si Bungsu itu benar-benar membuka pikiran kakak-kakaknya. Akhirnya, mereka pun bersepakat untuk menanami padi dan palawija di sawah dan ladang peninggalan sang Ayah.
Sejak itu, kelima orang bersaudara tersebut mulai rajin bekerja. Mereka menanami sawah mereka dengan padi, sedangkan ladangnya mereka tanami dengan palawija. Mereka pun telaten merawatnya sehingga mendatangkan hasil yang melimpah. Sebagian hasil panen tersebut mereka simpan di lumbung. Mereka pun tidak takut lagi kelaparan.
Setelah beberapa tahun mereka bekerja dengan giat, harta benda sang Ayah yang pernah mereka hambur-hamburkan kini terkumpul kembali. Kebiasaan berfoya-foya pun telah mereka tinggalkan. Lama-kelamaan, mereka akhirnya menjadi petani yang kaya-raya. Dari situlah mereka sadar dengan pesan almarham sang Ayah bahwa harta terpendam itu sebenarnya tidak ada.
Harta terpendam yang dimaksud adalah kekuatan dan keinginan untuk bekerja keras, yakni dengan mengolah sawah dan ladang sehingga menghasilkan pangan. Setelah mengerti maksud dari pesan almarhum sang Ayah, kelima orang bersaudara itu semakin giat bekerja. Mereka tidak pernah lagi bermalas-malasan seperti yang pernah mereka lakukan kala sang Ayah masih hidup. Akhirnya, mereka pun hidup makmur dan sejahtera.

Sumber:

https://www.reinha.com/2018/07/cerita-rakyat-bali-harta-terpendam-duda-kaya-dan-kelima-anaknya/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum
Gambar Entri
Ayam Ungkep
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...

avatar
Apitsupriatna
Gambar Entri
Resep Ayam Ungkep Bumbu Kuning Cepat, Praktis untuk Masakan Harian
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...

avatar
Apitsupriatna
Gambar Entri
Konsep Ikan Keramat Sebagai Konservasi Lokal Air Bersih Kawasan Goa Ngerong Tuban
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sumber daya air merupakan sebuah unsur esensial dalam mendukung keberlangsungan kehidupan di bumi. Ketersediaan air dengan kualitas baik dan jumlah yang cukup menjadi faktor utama keseimbangan ekosistem serta kesejahteraan manusia. Namun, pada era modern saat ini, dunia menghadapi krisis air yang semakin mengkhawatirkan (Sari et al., 2024). Berkurangnya ketersediaan air disebabkan oleh berbagai faktor global seperti pemanasan, degradasi lingkungan, dan pertumbuhan penduduk yang pesat. Kondisi tersebut menuntut adanya langkah-langkah strategis dalam pengelolaan air dengan memperhatikan berbagai faktor yang tidak hanya teknis, tetapi juga memperhatikan sosial dan budaya masyarakat. Salah satu langkah yang relevan adalah konservasi air berbasis kearifan lokal. Langkah strategis ini memprioritaskan nilai-nilai budaya masyarakat sebagai dasar dalam menjaga sumber daya air. Salah satu wilayah yang mengimplementasikan konservasi berbasis kearifan lokal yaitu Goa Ngerong di kecamatan Rengel,...

avatar
Muhammad Rofiul Alim