Sejarah Pocong Hantu Paling Serem. Selain hantu kuntilanak, ternyata hantu pocong juga merupakan salah satu hantu yang paling ditakuti oleh masyarakat kita.
Banyak masyarakat kita yang berasumsi bahwa asal usul hantu pocong yaitu orang yang meninggal dunia saat dimakamkan tali pocongnya tidak dilepas, sehingga arwah si mayit bergentayangan untuk meminta tolong dibukakan tali pocongnya.
Ada juga yang menyebutkan awal mula sejarah hantu pocong berasal dari sesosok makhluk halus yakni jin, yang menyerupai atau menyamar sebagai pocong. Dan masih banyak lagi versi-versi lain tentang sejarah awal mula hantu pocong, yang merupakan hantu paling ditakuti oleh mayoritas orang.
Adapun untuk wujud hantu pocong itu sendiri penggambaran pocong bervariasi. Dikatakan, pocong memiliki wajah berwarnah hijau dengan mata yang kosong. Penggambaran lain menyatakan, pocong berwajah rata dan memiliki lubang mata berongga atau tertutup kapas dengan wajah putih pucat. Untuk lebih jelasnya, silakan Anda tengok ke belakang. ð ð ð
OK… untuk lebih mendalami pengetahuan kita seputar pocong hantu yang paling serem dan paling menakutkan, berikut Dunia Baca dot Com kutip dari sumber yang tercantum di akhir artikel, Sejarah Asal Muasal Hantu Pocong.
Penampakan hantu pocong itu dibedakan menjadi tiga. Yang pertama mungkin benar karena si mayit lupa dibukakan tali pocongnya atau si arwah tersebut masih banyak tanggungan selama hidupnya di dunia sehingga mencoba meminta maaf dengan wujudnya seperti pocong. Kedua, penampakan sosok hantu pocong bisa juga berasal dari jin yang menyerupai sosok pocong. Dan yang ketiga, penampakan hantu pocong juga bisa muncul karena guna-guna atau dimanfaatkan tubuhnya untuk menakut-nakuti oleh seorang dukun atau ahli santet dengan meminta tumbal untuk memperkuat ilmunya.
Bagaimana membedakannya? Bagi semua orang awam hal ini sangatlah sulit untuk dibedakan. Tapi Anda tidak usah khawatir, karena semua itu akan dijelaskan pada halaman ini.
Pocong yang lupa dibukakan tali pocongnya
Pada saat dikebumikan si mayit lupa dibukakan tali pocongnya sehingga dia menjelma menjadi sosok yang mengerikan seperti waktu dia mati. Tapi dia tidak gentayangan menakuti orang-orang di sekelilingnya! Kalaupun dia gentayangan dan coba menakut-nakuti orang di sekitarnya maka berarti dia masih memiliki tanggungan selama hidupnya.
Penampakannya muncul pada saat adzan magrib atau setelah kita selesai shalat maghrib. Dia muncul tepat di tengah-tengah pusar kuburannya dengan wujud seperti asap. Kemudian menjadi mahkluk kecil yang lompat dari tengah kuburannya ke arah kakinya, kemudian dia melompat lagi ke arah kepalanya, kali ini menjadi makhluk yang sedang seperti bayi besarnya. Kemudian dia melompat lagi ke arah sisi di sebelah baratnya dan sempurnalah sosok hantu pocong ini. Setelah itu dia berjalan mengelilingi kuburannya satu kali, meski terlihat bahwa kakinya terikat tapi dia masih bisa berjalan dengan kaki terikat.
Setelah sosoknya sempurna, maka hantu pocong ini terbang melayang-layang ke udara. Saat dia terbang melayang, tubuhnya memanjang seperti selendang putih. Ciri2 hantu pocong yang satu ini yaitu wajahnya yang cenderung terlihat seperti tengkorak. Boal matanya terlihat seperti mau keluar, tidak ada alis ataupun daging kulitnya.
Terkadang di antara kedua matanya terlihat seperti ada belatung yang keluar masuk. Kalau anda bertemu dengan hantu seperti ini di lingkungan anda sendiri maka sebutkan siapa yang menurut anda teman anda atau kerabat anda yang meninggal pada saat itu.
Lalu katakanlah “aku sudah memaafkan mu, kembalilah dengan tenang ke alam mu” setelah itu bacalah Basmallah dan surat Al Fatihah sebanyak tiga kali. Maka dengan sendirinya dia akan menghilang dari hadapan anda. Jangan takut atau pun kabur lari terbirit-birit, Karena menurut saya hal itu percuma!! Si pocong itu akan terus mengejar anda sampai dia mendapatkan pertolongan atau maaf dari anda. Jika anda takut cukup pejamkan saja mata anda, dan awalilah dengan bacaan sholawat dan istighfar kemudian basmallah dan Al Fatihah. Namun, bila anda bertemu hantu pocong dengan sosok seperti ini di tempat lain atau tempat yang tidak anda kenal.
Yang anda lakukan adalah tarik nafas yang dari dalam hidung kemudian bacalah Basmallah disertai surat al fatihah dan Ayat Kursi sebagai penutup. Jangan sekali-kali bersikap jagoan atau pahlawan, seperti keesokan harinya anda ingin mengorek darimana penampakan pocong tersebut pada orang di sekitarnya terus anda ingin membuka tali pocongnya. Malah nanti anda sendiri yang akan menimpa sial, anda akan diikutinya setiap malam atau bahkan keluarga anda yang kena juga. K
arena pada dasarnya kita tidak tahu apakah tali pocong itu sengaja tidak dibuka atau tidak disengaja dibuka ketika si mayat itu dikebumikan. Bagi warga pedesaan yang masih memiliki pandangan besar terhadap mistis, bila sanak keluarganya dibunuh dengan cara tidak wajar, seperti diperkosa lalu dibunuh, atau dibunuh dengan cara yang tidak wajar, dll.
Akan tetapi polisi masih belum menemukan siapa yang melakukan, maka cara inilah yang umumnya mereka ambil untuk menakut-nakuti si pelaku agar dia mau mengakui kesalahannya. Dan jika anda ingin jadi pahlawan, itu tidak masalah asalkan anda memiliki ilmu kebatinan yang luar biasa tetapi bila anda orang awam dan masih belum mengerti syareat maka jangan coba-coba atau anda sendiri yang kena batunya.
Jin yang menyerupai sosok pocong
Jin dibedakan menjadi beberapa golongan, dan yang terparah adalah jin kafir. Jin seperti ini bisa menyerupai apa saja yang dia inginkan bahkan dia bisa berwujud seperti layaknya pocong. Di jawa mereka disebut Gondoruwo umumnya. Mereka sangat senang tinggal di daerah barongan (bambu-bambu yang lebat), pohon yang besar, atau di rumah yang sudah lama tak berpenghuni. Sama seperti manusia, mereka juga memiliki keturunan.
Biasanya jin yang menyerupai sosok pocong ini, cara dia muncul juga berbeda. Bisa di atas pohon, di balik dinding atau pohon dengan separuh badannya. Cirri-cirinya juga berbeda. Matanya cenderung menyala bewarna merah atau biru.
Jika anda bertemu dengan sosok seperti ini maka cepatlah anda bersetubuh dengan bumi atau baringkan badan anda di atas tanah dengan posisi telungkup. Kemudian bacalah “AsyhaduAllah Illahaillahu wa AsyaduAllah muhammadarusullah”( aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad itu utusan Allah) selanjutnya bacalah ayat qursi. Jangan berdiri ataupun lari, karena jin ini bisa merasuki raga kita atau bisa kita sebut dengan istilah kesurupan.
Mayat yang dimanfaatkan oleh dukun atau ahli santet
Bagi sebagian besar dukun sering kali menggunakan media mayat untuk menakut-nakuti orang atau bahkan bisa saja membunhnya sesuai permintaan yang diajukan. Cirri-cirinya biasanya sosok pocong yang ia gunakan masih terlihat utuh atau di wajahnya masih terdapat kapas, di matanya, hidungnya, terkecuali mulutnya.
Jika anda sering kali bertemu dengan sosok seperti ini di rumah anda itu tandanya ada orang yang syirik kepada anda. Yang perlu anda lakukan adalah taburkan garam di sekitar rumah anda, kemudian selalu bacalah surat Yassin setiap habis shalat maghrib, shalat isya, dan tengah malam. Kalau bisa bacalah surat Yassin secara berjamaah atau orang banyak.
Lakukanlah secara berturut-turut selama 7 hari lamanya. Sosok pocong yang seperti inilah yang patut anda waspadai, karena dia bisa meludahi anda dan yang terjadi setelah tubuh anda diludahi maka tubuh anda bisa melepuh atau hangus.
Sumber: http://duniabaca.com/sejarah-asal-usul-hantu-pocong.html
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...