Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Tengah Jawa
Gulali Basah Rambut Nenek
- 12 Desember 2018

Gulali Basah Rambut Nenek foto resep utama

 

Bahan-bahan

 
  1. Bahan A
  2. 250 gr Tepung ketan, atau tepung gandum, atau tepung terigu atau tepung beras atau tepung jagung juga boleh
  3. 2 sdm. susu bubuk [opsional]
  4. Bahan B
  5. 250 gr gula pasir
  6. 200 ml air
  7. Pewarna makanan sesuai selera [bisa dilewatkan]
  8. 1/4 sdt Citrun atau ½ sdt perasan jeruk nipis atau ¼ sdt. cuka

Langkah

 
  1. Sangrai bahan A sampai harum, matikan kompor. Selanjutnya tuang tepung terigu yang sudah disangrai tersebut ke atas wadah yang lebar seperti loyang untuk membuat kue. Taburkan dengan merata dan diamkan hingga panasnya menghilang. Sambil menunggu dingin, sekarang kita membuat adonan gulalinya.

     
     
     
     
     
  2. Campurkan semua bahan B. Setelah itu masak menggunakan api sedang sambil terus diaduk sampai mendidih. Terus diaduk sampai berbusa dan agak kental kira-kira 8-10 menit.

    Gulali Basah Rambut Nenek recipe step 2 photo
     
    Gulali Basah Rambut Nenek recipe step 2 photo
     
    Gulali Basah Rambut Nenek recipe step 2 photo
  3. TIPS: Untuk mengetahui apakah gulanya sudah cukup kental atau belum yaitu: ketika sudah mendidih dan berbusa. Matikan kompor, terus diaduk-aduk jika busanya cepat hilang berarti adonan masih cair jadi silahkan dimasak lagi. Tapi jika kompornya sudah mati, terus diaduk-aduk busanya lama menghilang berarti adonan sudah pas tingkat kekentalannya. Jadi bisa dikatakan sudah jadi Gulali.

     
     
     
     
     
  4. Aduk hingga busa hilang dan menjadi bening. Angkat wajan tersebut lalu tuang adonan gulali panas ke wajan lain yang sudah ditempatkan diatas bak berisi air. Diamkan gulali hingga kental dan agak mengeras.

    Gulali Basah Rambut Nenek recipe step 4 photo
     
    Gulali Basah Rambut Nenek recipe step 4 photo
     
    Gulali Basah Rambut Nenek recipe step 4 photo
  5. Setelah mengental dan agak mengeras ambil adonan secukupnya lalu bentuk melingkar seperti karet gelang. Lalu gulingkan ke atas tepung susu yang sudah disangrai tadi sambil terus lipat ulang dan dipilin ulang lalu ditarik. Jadi begitu terus hingga berbentuk menjadi seperti rambut nenek.

    Gulali Basah Rambut Nenek recipe step 5 photo
     
    Gulali Basah Rambut Nenek recipe step 5 photo
     
    Gulali Basah Rambut Nenek recipe step 5 photo
  6. Seperti ini gambarannya...

    Gulali Basah Rambut Nenek recipe step 6 photo
     
    Gulali Basah Rambut Nenek recipe step 6 photo
     
    Gulali Basah Rambut Nenek recipe step 6 photo
  7. TIPS AND TRICK >> Penggunaaan susu bubuk itu opsional dan cukup sedikit saja. Jadi, penggunaan tepungnya tetep harus lebih banyak ya, karena jika kebanyakan menggunakan susu bubuk maka sebentar saja Gulali Rambut Neneknya jadi lengket dan menyatu lagi. Karena itu, kalau mau lebih awet dan kesat teksturnya silahkan dilewatkan saja penggunaan susu bubuknya.

    Gulali Basah Rambut Nenek recipe step 7 photo
     
     
     
     
  8. Penggunaan citric acid harus sesuai takaran ya, karena jika kebanyakan ya hasilnya gulali jadi susah mengeras. Tapi jika dilewatkan juga Gulalinya jadi cepat mengeras. Karena itu pastikan sesuai takaran.

     
     
     
     
     
  9. Karena ini jenis Gulali rambut nenek yang basah, bukan yang kering.. Jadi cara menyimpannya setelah dibentuk silahkan ditempatkan dimulut kita ya, alias langsung dimakan hehe.. tapi kalau mau dimakan nanti-nanti silahkan ditempatkan di wadah tertutup. Jika ingin membuat Rambut nenek jenis kering maka untuk lumurannya itu adonannya menggunakan campuran tepung dan minyak, tapi juga ada takarannya ya, ada tips dan triknya juga.Kapan-kapan saya bagikan juga yang versi Kering ya.

     

    https://cookpad.com/id/resep/6463657-gulali-basah-rambut-nenek

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu