Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Tengah Solo
Gulai Kambing Khas Solo
- 6 September 2015

                                                     http://resep7.blogspot.com/2015/01/resep-gulai-kambing-gurih-khas-solo.html

Bahan gulai khas solo:

500 grm daging kambing / daging sapi potong potong.
3 ltr air
8 buah Cabe / Lombok Merah

Bumbu gulai khas solo yang dihaluskan:

1/2 sendok makan ketumbar
1 sendok makan lada halus
1 sdt  jinten
1 sdt  kelabet
3 btr kapulaga hijau
4 btr bawang putih
8 bh bawang merah
3 cm jahe
3 cm lengkuas
3 cm kunyit
1/4 buah biji pala
2 btr cengkeh,
4 sdm minyak sayur untuk menumis.
1 bh bawang Bombay, iris tipis.
3 lbr daun jeruk
2 lbr daun salam
2 btg sereh, di memerkan
3 cm kayu manis utuh
300 ml santan kental / santan kara
mecin dan garam secukupnya

Cara membuat gulai kambing / sapi khas solo:


1. Didihkan air, masukkan daging kambing/ daging sapi, biarkan hingga mendidih dan empuk
2. lalu beri daun jeruk, daun salam, kayu manis, dan cengkeh.
3. lalu Panaskan minyak sayur dalam wajan, masukkan sereh goreng sampai wangi sebentar jangan telalu lama,
4. masukkan bawang Bombay, tumis sampai layu, lalu masukkan bumbu gulai halus, tumis terus sampai wangi dan matang, beri kuah daging sedikit, aduk-aduk.
5. lalu Tuangkan bumbu kedalam panci / kuali yang berisi daging ,
   rebus terus hingga daging lunak.
6.Tambahkan 8 buah Cabe / Lombok Merah  di belah menjadi 2 bagian
7.Tuang santan kental, didihkan sebentar lagi.lalu Angkat.
8.gulai kambing / gulai sapi khas solo siap di sajikan - See more at: http://resep7.blogspot.co.id/2015/01/resep-gulai-kambing-gurih-khas-solo.html#sthash.3Hsce7xV.dpuf

Resep Gulai Kambing

Bahan gulai khas solo:

Bumbu gulai khas solo yang dihaluskan:

  • 1/2 sendok makan ketumbar
  • 1 sendok makan lada halus
  • 1 sdt  jinten
  • 1 sdt  kelabet
  • 3 btr kapulaga hijau
  • 4 btr bawang putih
  • 8 bh bawang merah
  • 3 cm jahe
  • 3 cm lengkuas
  • 3 cm kunyit
  • 1/4 buah biji pala
  • 2 btr cengkeh,
  • 4 sdm minyak sayur untuk menumis.
  • 1 bh bawang Bombay, iris tipis.
  • 3 lbr daun jeruk
  • 2 lbr daun salam
  • 2 btg sereh, di memerkan
  • 3 cm kayu manis utuh
  • 300 ml santan kental / santan kara
  • mecin dan garam secukupnya

Cara membuat gulai kambing / sapi khas solo:

 

  1. Didihkan air, masukkan daging kambing/ daging sapi, biarkan hingga mendidih dan empuk
  2. lalu beri daun jeruk, daun salam, kayu manis, dan cengkeh.
  3. lalu Panaskan minyak sayur dalam wajan, masukkan sereh goreng sampai wangi sebentar jangan telalu lama,
  4. masukkan bawang Bombay, tumis sampai layu, lalu masukkan bumbu gulai halus, tumis terus sampai wangi dan matang, beri kuah daging sedikit, aduk-aduk.
  5. lalu Tuangkan bumbu kedalam panci / kuali yang berisi daging, rebus terus hingga daging lunak.
  6. Tambahkan 8 buah Cabe / Lombok Merah  di belah menjadi 2 bagian
  7. Tuang santan kental, didihkan sebentar lagi.lalu Angkat.
  8. gulai kambing / gulai sapi khas solo siap di sajikan

 

Sumber: http://resep7.blogspot.co.id/2015/01/resep-gulai-kambing-gurih-khas-solo.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali:
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu