Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sumatera Barat Padang
Gulai Ayam Tahu Pedas
- 4 Desember 2018

Bahan-bahan

10 Porsi
  1. 1/2 Kg Ayam
  2. 1 Siung Bawang Putih
  3. Sejumput Garam
  4. Tahu Goreng Tanpa Garam
  5. Kelapa Parut Untuk Santan Rp.3000
  6. Air Kaldu Rebusan Ayam
  7. 1 Biji Asam Jawa (diseduh dengan air dan diambil airnya)
  8. 1 Batang Serai
  9. 2 Lembar Daun Salam
  10. 3 Lembar Daun Jeruk
  11. 1 Ruas Lengkuas (Laos)
  12. Secukupnya Penyedap Rasa
  13. Secukupnya Garam
  14. Secukupnya Gula
  15. Secukupnya Merica Bubuk
  16. Bumbu Yang Dihaluskan :
  17. 15 Siung Bawang Merah
  18. 7 Siung Bawang Putih
  19. 1 Ruas Kunyit (Kunir)
  20. 1 Ruas Jahe
  21. 4 biji Kemiri Sangrai
  22. 1 Sdm Ketumbar
  23. Sejumput Jintan
  24. 4 Biji Cabe Merah
  25. 15 Biji Cabe Rawit

Langkah

 
  1. Cuci ayam sampai bersih aiapkan panci, masukkan air rebus sampai mendidih. Lalu masukkan ayam, bawang putih yang sudah dicincang dan sejumput garam lalu rebus selama 10 menit, kemudian tiriskan

     
  2. Goreng tahu dan sisihkan

     
  3. Parutan kelapa dimbil airnya untuk santan, lalu sisihkan 

     
  4. Tumis bumbu yan dihaluskan, masukkan serai, daun jeruk, daun salam, lengkuas (laos) sampai harum, mengkristal dan mengeluarkan minyak

     
  5. Masukkan ayam dan air kaldu lalu didihkan

     
  6. Setelah ayam hampir matang, masukkan seduhan air asam Jawa, masukkan santan, diaduk, didihkan sampai mengental dijaga jangan sampai pecah santannya, masukkan tahu goreng, gula, garam dan penyedap rasa sesuai selera

sumber: Cookpad (https://cookpad.com/id/resep/6464264-gulai-ayam-tahu-pedas)

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Call center pinjamflexi
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi call center resmi Pinjam Flexi (0857) 58337054 atau CS Pinjam Flexi (0831)69265049 dan melalui email cs@pinjamflexi.id. layanan customer service Pinjam Flexi dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

avatar
Pinjamflexi08
Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker