Assalamu'alaikum warohmatullaahiwabarokaatuh
Halo teman-teman, di kesempatan ini saya akan berbagi mengenai budaya di daerah saya yaitu Banten. Budaya daerah saya yang akan paparkan adalah Golok, yang merupakan salah satu senjata tradisional dari daerah Banten yang terkenal.
Golok yang berasal dari Banten ini adalah sebuah pisau yang merupakan benda bersejarah yang cukup dikenal oleh masyarakat Banten dan masyarakat luar Banten baik pada zaman dahulu maupun sekarang. Karena dahulu, golok ini merupakan salah satu simbol dari peradaban pada zaman kerajaan Banten.
Dulu golok digunakan sebagai alat perang untuk mempertahankan diri dari musuh atau dari orang yang berniat mengancam keselamatan diri masyarakat Banten pada zaman itu. Namun, kini golok lebih sering digunakan untuk memotong sesuatu yang keras (biasanya terbuatan dari kayu, seperti buah-buahan (kelapa, durian, dan lain-lain) dan sangat sering pada zaman ini digunakan sebagai alar untuk berkebun, seperti untuk memotong semak-semak di kebun ataupun hutan dan dahan pohon.
Kegunaan lain dari Golok dari dulu hingga sekarang adalah sebagai senjata yang digunakan dalam silat. Karena golok memiliki variasi ukuran, ukuran golok sendiri yang digunakan pada silat relatif besar dan panjang. Namun ada juga golok dengan ukuran pendek. Meskipun dalam ukuran pendek, golok ini tidak jauh beda dalam hal kegunaannya dengan golok yang lebih panjang. Yang membedakannya hanyalah seberapa sering golok tersebut di asah, sehingga semakin sering sebuah golok di asah semakin meningkat ketajamannya. Dengan demikian, baik itu golok panjang maupun pendek bila memiliki tingkat ketajaman yang sama, akan memiliki nilai guna yang sama. Hanya saja golok yang relatif pendek biasa digunakan untuk memotong benda yang relatif lebih kecil daripada benda yang dipotong oleh golok yang lebih panjang.
Ada banyak sekali jenis golok di daerah Banten. Namun salah satu yang terkenal adalah golok Ciomas. Jika kalian mendengar kata debus yang pasti terlintas di pikiran adalah nama Banten. Begitu pula halnya dengan golok Ciomas ini yang tidak lepas dari nama Banten.
Ciomas sendiri merupakan nama sebuah tempat di Banten yang dikenal memiliki sebuah tradisi dalam pembuatan Golok yang khusus. Golok Ciomas ini memiliki banyak keistimewaan. Sejak dahulu Golok Ciomas dikenal memiliki isi yang tidak sembarangan. Karena Golok Ciomas ini diyakini oleh masyarakat Banten, terutama masyarakat Ciomas sendiri bahwa Golok ini memiliki nilai mistis seperti halnya dengan senjata keris.
#OSKM2018
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...