Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Tengah Tegal
Glotak
- 17 Oktober 2017

Glotak merupakan makanan khas dari daerah Tegal, Jawa Tengah. Keunikan dari masakan ini adalah menggunakan gembus/ dage (ampas tahu) yang dihancurkan. Walaupun tampilan dari makanan ini agak kurang enak dipandang, tapi cita rasa dari masakan ini sungguh nikmat lho. Kalian dapat mencampurkan masakan ini dengan tulang, ceker, kepala ayam, atau sayap.

Penasaran bagaimana cara membuatnya? Nah berikut ini adalah bahan-bahan yang perlu kalian siapkan untuk membuat glotak beserta cara pembuatannya :

Bahan-bahan :

  • 1 papan ampas tahu / menjes / gembus / dage ( tumbuk / hancurkan)
  • 1/4 kg daging tetelan/ tulang sapi/ ceker/ kepala/ sayap ayam
  • 10 buah cabai hijau, belah menjadi 2
  • 20 buah cabai rawit ( sebagian diutuhkan, lalu sebagian lagi ditumbuk kasar )
  • Santan encer ( optional, boleh pakai boleh tidak )
  • Daun Salam, laos, dan sereh
  • Minyak secukupnya untuk menumis
  • Air secukupnya
  • Bubuk kaldu ( jika perlu)

Bumbu Halus :

  • 6 buah cabai merah
  • 3 buah bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 sdt Ketumbar
  • secukupnya Garam dan gula

Pelengkap :

  • Taburan bawang merah goreng
  • Kerupuk mie/antor/pilus

Langkah Pembuatannya :

  • Siapkan wajan, beri sedikit minyak goreng. Setelah itu tumis bumbu halus dan tambahkan potongan cabai hijau dan cabai rawit, laos, sereh, dan daun salam. Aduk rata sampai tercium bau harum.
  • Kemudian masukkan daging / ceker/ kepala ayam/ tulang dan lain-lain kedalam bumbu-bumbu yang sudah ditumis tadi.
  • Tambahkan air supaya daging lebih mantap. Jangan lupa untuk menutup wajannya ya, agar matang lebih cepat.
  • Jika sudah, masukkan ampas tahu / gembus/ dage.
  • Masukkan santan encer, aduk rata dan masak sampai kuah mengental.
  • Jika daging atau isian lainnya sudah terasa empuk, matikan kompor. Angkat dan sisihkan.
  • Letakkan glotak didalam mangkuk atau piring, beri taburan bawang goreng serta tambahkan kerupuk untuk melengkapi masakan ini.
  • Glotak siap disajikan.

SELAMAT MENCOBA

Sumber :

https://cookpad.com/id/resep/1433257-glotak

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Call center pinjamflexi
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi call center resmi Pinjam Flexi (0857) 58337054 atau CS Pinjam Flexi (0831)69265049 dan melalui email cs@pinjamflexi.id. layanan customer service Pinjam Flexi dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

avatar
Pinjamflexi08
Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker