Oukumene Salib Kasih merupakan gereja yang berada di Sumetra Utara lebih tepatnya di Tarutung. Salib kasih merupakan gereja yang terkenal sebagai rumah doa bagi orang-orang Kristen. Biasanya orang-orang dari sebuah perkumpulan doa disebuah gereja datang ke sini untuk menyembah, memuji, dan berdoa bagi Allah.
Salib kasih juga digunakan sebagai tempat untuk mengengang penginjil terkenal batak yakni, Nommansen. Nommansen merupakan orang keturunan Jerman yang ditugasi oleh zending Lutheran Rheinische Missionsgesellschaft (RMG) sebagai peginji di tanah batak. Pada awal perjalannnya dalam menyebarkan kabar baik, Nommansen ditolak oleh orang batak karena takut akan Belanda yang ingin menyerang tanah Batak dan takut akan kehilangan adat istiadat mereka. Namun, setelah menyembuhkan salah satu istri raja yang ada disana, Nommansen mulai diterima oleh penududuk setempat. Karena kesabaran dan sikap lemah-lembut Nommansen, belau berhasil menarik hati orang-orang di tanah Batak dan tercatat sebanyak 183.000 orang batak yang dibaptis menjadi Kristen.
Sebelum masuk ke Salib Kasih, harus membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000,-. hal ini diberlaukan karena selain sebagai rumah doa dan tempat ibadah, Salib Kasih merupakan tempat wisata. Di Salib Kasih terdapat patung Nommansen yang dibawahnya ditulis “Ya Tuhan hidup atau mati biarlah aku berada ditengah-tengah bangsa batak ini untuk menyebarkan firman dan kerajaan-Mu”.
Salib Kasih ini juga berada di daerah dataran tinggi, sehingga ketika ingin ke rumah doa, harus melewati tangga yang tinggi dan banyak. Disepanjang pendakian tangga terdapat pondok untuk beristirahat dan ditumbuhi oleh pohon-pohon pinus yang ditempeli papan kayu yang berisi ayat alkitab dan kata-kata mutiara.
Sebelum sampai dipuncak dimana rumah-rumah doa berada, disebelah kiri tangga terdapat batu-batu marmer yang berbentuk persegi panjang yang merupakan souvenir dari gereja-gereja atau sekolah yang berkunjung ke Salib Kasih.
Dipuncak terdapat rumah-rumah doa dan altar sebagai tempat kothbah yang terbuat dari beton dan marmer. Rumah doa yang ada dibuat berundak-undak dan terdapat salib besar di tengah. Dari sini juga dapat menikmati pemandangan yang indah yang merupakan anugerah dari Allah kepada Indonesia, khusunya di Tanah Batak.
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Ludwig_Ingwer_Nommensen
Bertanya kepada ibu saya, Oktavina Rotua
Pengalaman pribadi ke Tarutung
#OSKMITB2018
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...