Produk Arsitektur
Produk Arsitektur
Gedung Jawa Barat Bandung
Gedung Konvensi Landmark
- 4 Januari 2019

Salah satu lokasi wisata yang terkenal di Bandung adalah Jalan Braga. Mengapa Jalan Braga? Sebab banyak bangunan kuno yang bernilai sejarah di sana, selain itu jalan ini juga sangat populer. Jika menilik bangunan di Bandung sebenarnya banyak yang merupakan bangunan kuno. Bangunan tersebut merupakan bangunan peninggalan zaman Belanda. Sebagian masih bagus dan dirawat dengan baik oleh Pemerintah Kota Bandung yang kemudian dijadikan tempat wisata bersejarah. Salah satu lokasi yang begitu istimewa di Bandung yang dapat Dolaners kunjungi adalah Gedung Landmark Jalan Braga.

Jalan Braga menjadi kawasan sangat terkenal dan menjadi ikon dari Kota Bandung saat ini. Jalan ini sendiri telah populer sejak jaman dahulu yaitu jaman kolonial Belanda. Sebab jalan ini dulunya adalah kawasan elite bagi orang Belanda. Di jalan tersebut banyak bangunan-bangunan mewah dibangun oleh Belanda seperti pertokoan, tempat hiburan dan menjadi pusat keramaian yang berkelas bagi orang Belanda jaman dahulu.

Salah satu gedung yang begitu populer di sana adalah Gedung Landmark Jalan Braga. Gedung ini menjadi salah satu lambang sejarah Kota Bandung. Pada masa kolonial Belanda di Bandung, gedung ini adalah toko buku yang bernama Van Dorp. Keberadaan toko buku ini cukup lama, hingga akhirnya ditutup dan dijadikan gedung bioskop sementara waktu pada tahun 1970.
Namun ketika Dolaners berkunjung ke Gedung Landmark Jalan Braga ini tentu suasananya akan lain. Gedung Landmark kini dijadikan sebagai gedung serbaguna yang setiap minggunya kerap dijadikan sebagai gedung pameran. Pameran yang sering diadakan di Gedung Landmark Jalan Braga adalah pameran buku dan computer yang sangat ramai dipadati pengunjung.

Jadi saat Dolaners berkunjung ke Gedung Landmark Jalan Braga akan mendapat banyak keuntungan, selain mendapat pengalaman wisata sejarah dari gedung Landmark, Dolaners juga berkesempatan mendapatkan buku atau alat elektronik yang sedang dipamerkan saat itu. selamat berkunjung di Jalan Braga dan menikmati wisata sejarah di kawasan tersebut.
AKTIFITAS
Kuliner
Bagi Dolaners yang ingin berkunjung ke Gedung Landmark yang berada di jalan Braga Bandung ini tidak perlu khawatir dan repot membawa bekal dari rumah karena di kawasan ini banyak sekali terdapat aneka tempat kuliner yang menarik yakni seperti Cafe The Kiosk, Warung Nasi Ibu Imas 2, Braga Permai Resto, Suga Rush, Resto La Baraga, Rumah Makan Ayam Penyet Bu Kris dan masih banyak lagi.

 

sumber :https://dolandolen.com/travel-directory/gedung-landmark-jalan-braga/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali:
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu