Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Kalimantan Selatan Banjarmasin
Gangan Keladi Iwak Haruan
- 13 Desember 2017

Gangan keladi iwak haruan merupakan makanan khas dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Biasanya beberapa orang menyebut kuliner ini dengan sebutan gangan keruh. Nama lain dari menu ini adalah sayur keladi ikan gabus, dan menu ini sangat cocok disajikan dengan sambal dan nasi hangat. Tertarik mencoba?

Berikut bahan-bahan yang kalian butuhkan untuk membuat kuliner ini beserta langkah pembuatannya :

Bahan-bahan :

  • 1 buah jantung pisang
  • 4 batang keladi
  • 1 ikat kangkung
  • 1 sdt asam jawa (encerkan dengan air)
  • 1 gelas santan dari parutan kelapa
  • 1 ekor ikan gabus
  • 1 bks kecil santan kental instan (boleh tidak pakai)
  • 2 batang serai / jika uk. besar 1 batang saja
  • 1 ruas lengkuas, keprek
  • secukupnya gula, garam
  • secukupnya air

Bumbu halus :

  • 7 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 4 butir kemiri
  • 1 cm kunyit
  • 1/2 sdt terasi bakar

Bahan tambahan :

  • Secukupnya jeruk nipis dan asam jawa

Langkah pembuatannya :

  1. Potong dan bersihkan ikan gabus, beri perahan jeruk nipis diamkan sebentar lalu bilas bersih.
  2. Potong kangkung, potong agak besar.
  3. Kupas kulit jantung pisang yang berwarna kemerahan, ambil bagian putihnya lalu iris sesuai selera.
  4. Siapkan keladi. Hati-hati ya, karena jika salah dalam membersihkan keladi ini maka tangan kita bisa gatal-gatal. Usahakan untuk jangan terkena air (jangan dicuci).
  5. Potong keladi, ambil bagian umbi bawahnya saja dan potong sedikit batang bagian dalam yang berwarna putih (di atas umbi).
  6. Lalu rendam keladi sebentar dalam air yang bercampur dengan asam jawa (tujuannya agar nantinya keladi yang dimakan tidak gatal).
  7. Cuci bersih keladi lalu rebus terlebih dahulu dengan air bersih bagian umbinya, baru setelah setengah matang masukan bagian batangnya, rebus sebentar. Di resep ini, direbus bersamaan dengan asam jawa.
  8. Jika sudah, angkat keladi lalu tiriskan.
  9. Haluskan semua bahan bumbu halus.
  10. Rebus air secukupnya, sesuai lalu masukan serai dan lengkuas.
  11. Masukan jantung pisang, rebus sebentar.
  12. Setelah itu masukkan keladi.
  13. Jika sudah, masukan bumbu halus dan masak sampai keladi empuk.
  14. Masukkan santan.
  15. Tambahkan garam dan gula, koreksi rasanya. Jika suka boleh menambahkan sedikit penyedap.
  16. Masukan ikan haruan/gabus, aduk perlahan sampai tercampur rata.
  17. Tambahkan air asam jawa.
  18. Rebus semua bahan sampai ikan matang sempurna.
  19. Koreksi lagi rasanya, tambahkan garam jika kurang asin.
  20. Kemudian setelah itu masukkan kangkung.
  21. Masukkan 1 bungkus santan instan. Pada step ini, lakukan sesuai selera kalian ya. Karena pada dasarnya sayur ini memiliki 2 jenis, yaitu menggunakan santan dan tanpa santan.
  22. Aduk kembali hingga rata, setelah itu tunggu sampai semua benar-benar matang. Matikan kompor, dan tuangkan sayur kedalam mangkuk.
  23. Gangan keladi iwak haruan siap disajikan.

SELAMAT MENCOBA

Sumber :

https://cookpad.com/id/resep/2581343-gangan-keladi-iwak-haruan-sayur-keladi-ikan-gabus-dandelion

 

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
Cara menghubungi call center ayopinjam
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.

avatar
Pinjamflexi1999