Es Tuak Manis ini ada di Desa Banyuseri, Bali.
Minuman ini di konsumsi setiap hari, minuman ini dijual warung-warung makan desa Banyuseri. Bahan utamanya adalah tuak manis yang disajikan dengan es batu dan loloh sembung. Rasa es tuak ini manis dan agak sedikit pahit, sedangkan warna minuman ini hijau.
Kebaya Kutubaru: Bef di Dada, Saksi Bisu Sejarah Jawa? Identitas dan Asal-Usul Kebaya janggan merupakan salah satu jenis busana tradisional Jawa untuk perempuan yang secara historis digunakan sebagai pakaian sehari-hari, khususnya di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta [S2]. Berbeda dengan jenis kebaya lain yang umum dikenal, kebaya janggan memiliki ciri khas berupa kerah tinggi yang menutupi leher, sebuah desain yang diadaptasi dari model seragam militer Eropa pada masa Perang Diponegoro sekitar tahun 1830-an [S5]. Keberadaan kerah tinggi ini menjadi pembeda utama yang langsung mengidentifikasi jenis kebaya ini di antara ragam kebaya Nusantara yang masing-masing memiliki karakteristik tersendiri [S1]. Asal-usul kebaya janggan tidak dapat dilepaskan dari lingkungan Keraton Yogyakarta, yang menjadikannya bukan sekadar pakaian, melainkan juga warisan budaya yang sarat dengan filosofi mendalam [S3][S5]. Busana ini menyimpan sejarah panjang yang berkaitan erat dengan keh...
Nama Tarumanagara mengandung kata "tarum" yang berarti nila Identitas dan Asal-Usul Tarumanagara merupakan kerajaan tertua di kawasan Sunda berdasarkan bukti-bukti prasasti yang ditemukan [S2]. Kategori objek budaya ini masuk dalam Naskah Kuno dan Prasasti, sebab fondasi pengetahuan mengenainya dibangun terutama dari sejumlah prasasti, catatan asing, dan peninggalan arkeologis [S3][S4]. Nama "Tarumanagara" yang mengandung kata "tarum" mengacu pada tanaman nila, sekaligus menjadi asal-usul nama Sungai Citarum yang membentang dari kaki Gunung Wayang di Kabupaten Bandung hingga Muara Gembong di Bekasi [S1]. Keberadaan kerajaan ini ditandai secara jelas pada abad ke-5 Masehi melalui Prasasti Ciaruteun, yang diakui sebagai bukti tertua peninggalan Tarumanagara [S1][S5]. Prasasti lain seperti Jambu dan Tugu juga memuat nama raja yang berkuasa, yakni Purnawarman [S1]. Baris-baris inskripsi pada prasasti-prasasti tersebut tidak hanya meneguhkan eksistensi p...
Kebaya Kutubaru: Bef di Dada, Saksi Bisu Sejarah Jawa? Identitas dan Asal-Usul Kebaya janggan merupakan salah satu jenis busana tradisional Jawa untuk perempuan yang secara historis digunakan sebagai pakaian sehari-hari, khususnya di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta [S2]. Berbeda dengan jenis kebaya lain yang umum dikenal, kebaya janggan memiliki ciri khas berupa kerah tinggi yang menutupi leher, sebuah desain yang diadaptasi dari model seragam militer Eropa pada masa Perang Diponegoro sekitar tahun 1830-an [S5]. Keberadaan kerah tinggi ini menjadi pembeda utama yang langsung mengidentifikasi jenis kebaya ini di antara ragam kebaya Nusantara yang masing-masing memiliki karakteristik tersendiri [S1]. Asal-usul kebaya janggan tidak dapat dilepaskan dari lingkungan Keraton Yogyakarta, yang menjadikannya bukan sekadar pakaian, melainkan juga warisan budaya yang sarat dengan filosofi mendalam [S3][S5]. Busana ini menyimpan sejarah panjang yang berkaitan erat dengan keh...
Lombok: Simbolisme Tersembunyi di Setiap Helai Tenun Identitas dan Asal-Usul Tenun adalah teknik pembuatan kain yang menggunakan benang yang disusun secara memanjang dan melintang, menghasilkan berbagai jenis kain yang kaya akan makna dan simbolisme. Di Indonesia, tenun memiliki banyak variasi yang berasal dari berbagai daerah, termasuk Lombok, yang dikenal dengan kain tenun ikatnya. Kain tenun ikat Lombok tidak hanya berfungsi sebagai pakaian, tetapi juga mencerminkan identitas budaya dan nilai-nilai sosial masyarakat setempat [S1][S4]. Lombok, sebagai salah satu sentra tenun di Indonesia, memiliki sejarah yang panjang dalam tradisi ini. Kain tenun di daerah ini sering kali dibuat dengan teknik ikat, di mana benang diberi pola sebelum proses penenunan dimulai. Teknik ini menghasilkan motif yang khas dan beragam, mencerminkan keunikan budaya Lombok [S2][S5]. Selain itu, kain tenun dari Lombok sering kali dipadukan dengan makna simbolis yang mendalam, yang berkaitan dengan kehidu...
Nama Tarumanagara mengandung kata "tarum" yang berarti nila Identitas dan Asal-Usul Tarumanagara merupakan kerajaan tertua di kawasan Sunda berdasarkan bukti-bukti prasasti yang ditemukan [S2]. Kategori objek budaya ini masuk dalam Naskah Kuno dan Prasasti, sebab fondasi pengetahuan mengenainya dibangun terutama dari sejumlah prasasti, catatan asing, dan peninggalan arkeologis [S3][S4]. Nama "Tarumanagara" yang mengandung kata "tarum" mengacu pada tanaman nila, sekaligus menjadi asal-usul nama Sungai Citarum yang membentang dari kaki Gunung Wayang di Kabupaten Bandung hingga Muara Gembong di Bekasi [S1]. Keberadaan kerajaan ini ditandai secara jelas pada abad ke-5 Masehi melalui Prasasti Ciaruteun, yang diakui sebagai bukti tertua peninggalan Tarumanagara [S1][S5]. Prasasti lain seperti Jambu dan Tugu juga memuat nama raja yang berkuasa, yakni Purnawarman [S1]. Baris-baris inskripsi pada prasasti-prasasti tersebut tidak hanya meneguhkan eksistensi p...