Makanan Minuman
Makanan Minuman
Minuman Banten Pandeglang
Es Sekemu
- 18 Agustus 2017

Es Sekemu yang merupakan minuman unik yang hanya bisa kamu jumpai didaerah Banten. Minuman khas daerah paling barat Pulau Jawa ini terdiri dari dua buah-buahan yang merupakan hasil perkebunan didaerah Banten, yaitu buah kelapa dan buah sawo.

Buah kelapa banyak dijumpai dipesisir daerah Banten mulai dari ujung barat hingga ujung timur baik itu dibagian utara maupun bagian selatan Banten. Sedangkan untuk buah sawo bisa dijumpai didaerah yang lebih tinggi seperti misalnya daerah Pandeglang dan juga Lebak (Rangkasbitung).  kelapa merupakan salah satu buah-buahan yang ada dalam minuman Es Sekemu.

Dan tahukah kamu bahwa kelapa ini memiliki banyak sekali manfaat atau khasiat, dan dibawah ini adalah beberapa manfaat atau khasiat dari buah kelapa:

  • Memperlancar sistem pencernaan didalam tubuh.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Mencegah berbagai virus yang menyerang tubuh
  • Mendongkrak energi didalam tubuh.
  • Dan masih banyak lagi manfaat atau khasiat lainnya.

elain kelapa, buah lainnya yang ada dalam Es Sekemu Spesial adalah Buah Sawo. Buah yang dalam bahasa Inggrisnya Sapadilla ini banyak dijumpai didaerah-daerah yang lebih tinggi. Jika sudah matang betul buah ini begitu manis dan enak rasanya.

Tentunya kamu juga perlu tahu apa saja khasiat atau manfaat dari buah yang satu ini, dan inilah berbagai manfaat atau khasiat dari Buah Sawo tersebut.

  • Menjaga kesehatan tulang dan gigi.
  • Memperlancar sistem pencernaan didalam tubuh.
  • Baik untuk kesehatan mata.
  • Baik untuk pertumbuhan tubuh.
  • Dan masih banyak lagi manfaat atau khasiatnya.

CARA MEMBUAT MINUMAN KHAS BANTEN

Bahan Es Sakemu Spesial

  • Kelapa muda yang sudah dikeruk (1 buah)
  • Buah sawo yang sudah dipotong-potong (3-5 buah)
  • Biji selasih (1-2 sendok makan)
  • Air kelapa (sekitar 350 ml)
  • Es batu (secukupnya)

Bahan Membuat Sirup

  • Gula pasir (sekitar 150 gram)
  • Air putih (sekitar 150 ml)
  • Daun pandan (2-3 lembar)
  • Pewarna hijau tua (2-3 tetes)

Cara Pembuatan Es Sekemu Spesial

  • Pertama, tentunya kita buat sirupnya terlebih dahulu, masukan bahan-bahan pembuat sirup seperti gula pasir, air putih, daun pandan dan pewarna hijau tua kedalam wajan. Masak dengan api kecil, kemudian angkat lalu dinginkan.
  • Setelah itu, kita masukan sirup yang kita buat tadi kedalam mangkok. Masukan juga buah-buahannya seperti buah kelapa dan juga buah sawo. Jangan lupa masukan juga biji selasihnya.
  • Terakhir, tuangkan air kelapa yang segar dan es yang dingin kedalam mangkok tersebut. 

https://makanankhasserangbanten.wordpress.com/tag/es-sekemu-spesial/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker