Makanan Minuman
Makanan Minuman
Minuman Jawa Tengah Solo
Es Puter Solo
- 4 Agustus 2015

    es-puter-solo.jpg

         Es Puter merupakan minuman Khas Solo, Jawa Tengah, Indonesia, Es Puter Khas Solo ini terbuat dari Santan atau bisa Susu kental. Memang sih makanan yang satu ini banyak disukai, karena cita rasanya yang memang enak maka dari itu makanan ini menjadi suatu sajian favorit untuk masyarakat kita. Minuman Es Puter Solo tidak hanya dapat ditemukan di Solo, saat ini juga dapat ditemui di berbagai kota di Indonesia, terutama kota-kota di pulau Jawa, Khususnya Jawa Tengah.

Bahannya:

  • 8 liter air matang.
  • 4 butir kelapa atau 4 kaleng susu kental manis putih.
  • 3-4 bungkus agar-agar.
  • 11-12 kuning telur.
  • 200 gr atau 24 sdm maizena.
  • ±4 kg gula psir.
  • Essence/aneka buah silahkan diblender.
  • Garam secukupnya.
  • Pewarna makanan sesuai selera (gunakan secukupnya).

Bahan (untuk memutar es) :

  • ¾ balok es.
  • 3 kg garam kasar/krosok.

Cara Membuat Es Puter ini :

  1. Pertama sekali, silahkan kupas kelapa hingga bersih kemudian parut, kemudian peras dengan 8 liter air. Bila Anda suka susu, cairkanlah 4 buah kaleng susu kental manis bersama 8 liter air.
  2. Kemudian rebus santan bersama agar-agar bubuk, gula psir dan juga garam.
  3. Sebelum mendidih (15 menit sebelumnya) masukkan juga kuning telur yang telah dikocok dan juga tepung maizena yang telah di aduk dengan air.
  4. Setelah dirasa matang, matikan api kemudian masukkan ekstrak buah atau bisa menggunakan essence secukupnya.

Teknik dalam memutar es puter ini :

  1. Silahkan tuangkan adonan yang telah disaring kedalam tabung dan adonan terlebih dahulu dalam keadaan dingin dengan kedinginan minimal suhu kamar, atau lebih baik apabila disimpan di dalam lemari es.
  2. Kemudian silahkan letakkan tabung kedalam sebuah wadah besar (minimal 2x lebih besar tabung).
  3. Diantara tabung dan wadah, masukkan es batu dengan ukuran kecil-kecil, usahakan jangan sampai ada rongga udara.
  4. Kemudian taburkan garam kasar/krosok kedalam es batu.
  5. Pemutaran es dapat dilakukan, sebaiknya tabung dan wadah dalam keadaan tertutup agar uap dingin tak terlalu banyak keluar.
  6. Bila es batu didalamnya telah banyak yang mencair, keluarkan sdikit demi sedikit, kemudian tambahkan es batu dan garam kembali.


Demikian resep es puter dan cara membuat Es Puter Khas Solo, semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

 

Tempat yang menyediakan:
 
New Ice Cream Tentrem
Restaurant
Address: Jl. Brigjend Slamet Riyadi No.132, Keprabon, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57131
Phone: (0271) 7890425

 

Sumber: http://id.resepmasaktradisional.com/2014/10/resep-es-puter-solo-khas.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker