Makanan Minuman
Makanan Minuman
Minuman Sulawesi Selatan Makassar
Es Palu Butung
- 22 Februari 2017

 

     Es Palu Butung ini sebenarnya mirip banget dengan es pisang ijo namun Es Palu Butung tidak dilapisi dengan balutan adonan hijau.  Es Palu Butung ini merupakan Minuman khas Makasar juga loh, jadi memang banyak sekali minuman dan makanan enak dari daerah sini. Minuman ini biasanya menjadi minuman favorit warga daerah setempat, karena selain rasanya yang enak, proses membuatnya pun sangat mudah sekali. Bila anda yang bukan orang makasar bila ingin mencobanya silahkan anda mencarinya di warung-warung sekeliling daerah anda, barangkali ada yang menjualnya, karena sekarang sudah banyak yang menjual minuman ini di berbagai daerah pun bukan hanya di makasar saja.

     Pada kesembatan kali ini, saya akan berbagi Resep Es Palu Butung khas Makassar untuk anda :

     Bahan :

  • 3 pisang kepok atau pisang raja (kukus, kemudian potong miring)
  • Sirup kental merah, atau rasa cocopandan
  • es balok secukupnya (hancurkan dulu)
  • 70 ml santan kental siap saji
  • 2 lembar daun pandan potong- potong terlebihdulu
  • 3 sendok makan gula pasir
  • 2 sendok makan tepung beras
  • 200 ml air putih

 

     Cara Membuat :

  1. Kukuslah pisang yang sudah disiapkan hingga matang, biasanya kulitnya berubah agak kecoklatan
  2. Kemudian bila sudah matang, potonglah pisang-pisang berbentuk serong agar terlihat lebih menarik, atau tergantung selera anda
  3. Bila sudah semua, mulailah untuk membuat sausnya,dengan mencampurkan semua bahan saus siram es palu butung kedalam panci yang sudah dipanaskan, kemudian aduk hingga tercampur semua
  4. Bila tepung sudah larut semua dan adonan saus sudah bergerindil, mulai masukan daun pandan yang sudah dipotong-potong, kemudian aduk lagi, hingga harum
  5. Tunggulah hingga rebusan saus meletup-letup dan mengental, usahakan menggunakan api kecil, bila sudah angkat dan tiriskan
  6. Mulailah menata pisang yang telah dipotong di dalam mangkuk atau gelas saji, tambahkan es batu secukupnya, kemudian siramlah dengan saus siram es palu putung,lalu tambahkan sirup kental merah secukupnya
  7. Es palu butung asli makasar siap disajikan

 

     Bagaimana Resep Es Palu Butung khas Makassar sangat mudah bukan cara membuatnya dan cepat juga, bila anda bingung akan menyajikan minuman yang seger-seger, langsung saja sajikan minuman enak ini, semoga bisa membantu anda dalam refrensi resep kuliner anda, selamat mencoba.

     Sumber : http://resepdanmasakan.com/resep-membuat-es-palu-butung-asli-makassar/

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker