Bila Jakarta memiliki es krim Ragusa, maka di Pontianak ada es krim A-Ngie. Keunikan es krim ini terletak pada penyajiannya di atas potongan batok buah kelapa muda. Sajian es krim dengan daging buah kelapa menjadikan sajian yang mengundang sensasi dan menggugah selera untuk segera mencobanya.
Kesegaran es krim dengan rasa buah yang enak membuat es krim A-Ngie ini menggoda siapa saja untuk mencicipinya. Ada 6 varian rasa yang ditawarkan dari es krim ini yakni coklat, vanilla, stroberi, durian, cempedak dan nangka. Paduan kesegaran es dan manisnya aroma buah menjadikan es krim ini menjadi daya tarik bagi siapa saja yang datang ke kedai di Jalan K.S. Tubun, Pontianak, Kalimantan Barat.
Penyajian es krim ini juga terlihat cukup cantik. Pada lapisan bagian atas terdapat es krim dan lapisan selanjutnya berisi kacang merah, agar-agar, serut cincau, dan ketan hitam. Pada lapisan paling bawah terdapat daging kelapa muda yang masih menempel pada batok dan bisa dicongkel menggunakan sendok. Menariknya, pembeli dapat memadukan dua rasa es krim sekaligus di bagian atas.
Lembutnya tekstur es krim begitu nikmat saat mencair di mulut kita. Apalagi teriknya matahari Kota Khatulistiwa ini membuat rasa haus dalam dahaga begitu cepat datang dan dengan sajian es krim di atas batok kelapa muda menjadi sajian tepat untuk pelepas dahaga. Menikmati satu porsi es krim A-Ngie di siang terik yang panas membuat tenggorokan yang kering menjadi hilang dan berganti dengan dinginnya es krim khas Pontianak ini.
Kandungan bahan-bahan yang bersih dan tanpa bahan pengawet membuat es krim ini begitu sehat untuk dinikmati. Harga es krim ini juga relatif terjangkau, untuk satu porsi es krim A-Ngie ini dijual dengan harga Rp. 15.000 hingga Rp. 20.000 semua tergantung rasa yang sesuai dengan selera Anda. Jika berkunjung ke Pontianak jangan lupa untuk mampir ke kedai es krim A-Ngie di kawasan KS. Tubun, Pontianak.
Bahan Utama Yang Diperlukan :
1. 1/2 kelapa muda
2. 475 ml cream/kepala susu
3. 125 ml Susu cair (atau bisa juga santan kelapa)
4. 4 butir telur
5. 100 ml gula (lebih bagus lagi kalau gula halus)
6. 1 sendok teh vanilli
Rasa yang akan kita coba dalam resep es krim kali ini adalah dengan menggunakan alpukat jadi siapkan paling sedikit 1 buah alpukat, dan tidak menjadi masalah jika anda ingin mencobanya dengan rasa yang lain.
Alat Yang Diperlukan
1. blender
2. lemari es (kulkas n freezer)
3. panci kecil
4. wadah es krim
5. kompor
Berikut Cara Pembuatan
Adonan 1
Apokat diblender, kemudian ditaruh ke dalam panci. Masukkan cream dan susu/santan. Seluruhnya dipanaskan pelan-pelan sambil terus diaduk. Jika sudah panas (gelembung udara mulai naik), panci diturunkan.
Adonan 2
Telur (kuning+putihnya), gula, dan vanili diblender (dikocok). Lalu dituangkan ke dalam panci berisi adonan 1.
Catatan : Krim / Kepala susu adalah bagian dari susu yang kental yang lebih dikenal dengan kepala susu dan mengandung lemak sekitar 18%-48%. Untuk krim dengan kandungan lemak tinggi diatas 30% bila dikocok menjadi kaku seperti es krim dengan cita rasa gurih. Biasanya krim dipakai untuk memperkaya rasa gurih pada masakan, beragam cake, minuman dan dessert. Baik sebagai campuran, olesan, maupun topping dan hiasan. Biasanya di jual di supermarket seperti carefour ada koq…bisa merk Anchor Cream cari di bagian keju (tempat yg ada kulkasnya)
Semuanya kemudian dipanaskan lagi, sambil diaduk terus hingga mengental. Setelah kental, dituangkan ke dalam wadah es krim (rantang atau sejenisnya) ditaruh ke dalam kulkas selama 3-4 jam. Setelah itu dipindahkan ke dalam freezer, setiap 1 jam diaduk, supaya tidak terjadi pengkristalan es. Setelah 3-4 kali pengadukan ( = 3..4 jam) menurut pengalaman tidak perlu lagi diaduk. Jika es krim yang jadi terlalu keras/liat, sebaiknya 10 menit dikeluarkan sebelum disajikan.
Sumber :
https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/nikmatnya-sajian-es-krim-di-batok-kelapa-muda
https://namusati2014.wordpress.com/2015/01/13/resep-es-krim-petrus-es-krim-a-ngie/
Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno Candi Miri merupakan salah satu situs candi Hindu yang menjadi bagian dari warisan arsitektur religius Kerajaan Mataram Kuno di Pulau Jawa. Keberadaannya di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan penyebaran pusat-pusat keagamaan yang strategis pada periode klasik Jawa. Sebagai candi Hindu, Candi Miri mencerminkan adaptasi tradisi arsitektur India yang dikembangkan dengan karakteristik lokal Jawa Kuno, berdiri sebagai saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Sejarah & Latar Belakang Candi Miri didentifikasi sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Sumber 4). Letaknya berada di wilayah administratif Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu kawasan terpenting dalam sejarah peradaban Jawa klasik. Terdapat variasi dalam pencatatan lokasi spesifik candi ini. Beberapa sumber merujuk lokasi Candi Miri di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo (Sumber 1, Sumber 2, Sumber...
Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (sering disingkat BPK) muncul sebagai sebuah mahakarya rasa yang menghadirkan jejak budaya dan tradisi dari tanah Sumatera Utara. Lebih dari sekadar hidangan, BPK adalah manifestasi dari identitas masyarakat Karo, sebuah sajian yang kaya akan aroma, rempah, dan cerita. Mengapa BPK begitu istimewa, dan bagaimana ia menjadi simbol kebanggaan kuliner bagi suku Karo? Mari kita telusuri keunikan dan daya pikatnya. ## Andaliman: Jantung Rasa BPK Rahasia di balik kelezatan BPK terletak pada penggunaan rempah-rempah khas, dan yang paling menonjol adalah andaliman. Dikenal juga sebagai "merica Batak" atau "sichuan pepper"-nya Indonesia, andaliman memberikan sensasi rasa yang unik dan tak tertandingi: pedas, sedikit asam, dan yang paling khas adalah efek kebas atau "getar" di lidah (Sumber 2). Rasa yang identik dan aroma yang kuat dari andal...
Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis batik khas Papua yang dikenal dengan corak unik dan makna mendalam. Berbeda dengan batik dari daerah lain di Indonesia, batik Papua, termasuk Kamoro, memiliki ciri khas motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya suku asli di sana (Sumber 1, Sumber 3). Batik ini secara spesifik menampilkan corak khas Timika, yang terinspirasi dari suku Kamoro dan keindahan alam sekitarnya (Sumber 1). Batik Kamoro tidak hanya sekadar kain bermotif, tetapi juga merupakan representasi semangat dan keberanian penduduk asli Papua (Sumber 2). Simbol-simbol yang terkandung di dalamnya merefleksikan kehidupan masyarakat adat, menjadikannya salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. ## Motif dan Makna Batik Kamoro Motif utama batik Kamoro sangat khas dan mudah dikenali. Corak yang sering ditemukan pada batik ini meliputi: ### Simbol Patung Salah satu motif yang paling menonjol pada batik Kamoro adal...
Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...