Makanan Minuman
Makanan Minuman
minuman Jawa Tengah Kebumen
Es Kopyor
- 30 Desember 2017
Kalau sedang musim kemarau, panas-panas, minuman es memang menjadi salah satu yang wajib disediakan. Keadaan panas atau gerah karena melakukan aktivitas berat membuat es kopyor Kebumen terpilih sebagai minuman penyegar yang akan kita buat kali ini. 
 
Es kopyor daerah ini sebenarnya sudah banyak yang suka dan sering membuatnya sebagai minuman penyegar dalam kehidupan sehari-hari. Bahan yang mudah disiapkan dan cara membuatnya yang tidak sulit membuat menuman es Kebumen ini populer di banyak kalangan masyarakat.
 
Es ini menggunakan bahan agar-agar sebagai bahan utamanya selain es. Santan, sirup dan susu kental manis juga digunakan untuk menghasilkan menu es yang segar dan nikmat. Jika anda berminat merasakan segarnya es kopyor tersebut maka panduan cara membuat yang akan diberikan ini dapat anda ikuti. 
 
Pertama akan kita siapkan seluruh bahan yang diperlukan untuk es ini. Bahan tersebut selengkapnya yaitu sebagai berikut:
  • 1 bungkus agar-agar bubuk putih
  • 400 ml santan kental dari 1 butir kelapa
  • Es batu secukupnya
  • Sirup merah secukupnya
  • Susu kental manis
  • Es serut
Anda juga dapat menambahkan bahan lain atau mengganti bahan yang kurang diminati dengan bahan lain yang sesuai untuk menciptakan kreasi minuman khas daerah dari resep minuman Kebumen ini. 
 
Setelah semua bahan siap dengan takaran masing-masing langsung kita buat saja es ini dengan panduan cara membuat es kopyor nya seperti di bawah ini.
  1. Pertama siapkan es batu balok secukupnya.
  2. Kemudian campur agar dengan santan, aduk rata. 
  3. Panaskan tidak sampai mendidih, angkat.
  4. Setelah itu ambil sesendok-sesendok taruh di atas es batu hingga mirip kopyor.
  5. Terakhir siapkan gelas, taruh kopyor dan beri sirup merah, es serut, dan susu kental manis. Sajikan segera
Untuk merasakan "minum es kopyor kebumen" yang segar ternyata tidak sulit ya, dalam beberapa menit saja es segar khas daerah tersebut dapat kita nikmati jadi tidak perlu pergi keluar rumah apalagi cuaca panas-panas seperti ini.
 
Karena sudah selesai maka silahkan cicipi dan nikmati terlebih dahulu es yang telah dibuat. Setelah itu anda dapat mencoba resep daerah yang juga mantap untuk dihidangkan.
 
 
Tempat yang menyediakan:
 
Ice Kopyor Kedungsari  
Food Court
Address: Eat And Eat Village Lantai, Jl. Pluit Indah Raya No.3, RT.1/RW.4, Pluit, Penjaringan, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14450
Phone: 0877-8777-7886

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker