Es Gempol merupakan salah satu minuman segar yang sangat populer sekali di sekitar jawa tengah, minuman ini cukup unik karena ada tambahan gempol yang terbuat dari bahan dasar tepung beras.
Kata gempol berarti adonan dari tepung beras yang dibentuk, lalu diwarnai dan akhirnya dikukus. Gempol disiram dengan santan dan gula dan seringkali ditambah es.
Ada banyak yang mengklaim asal mula es gempol ini sebenarnya dari mana, mulai dari Solo hingga Jepara. Namun, minuman serupa juga dapat ditemukan di Jakarta, Bandung, sampai Semarang, dan kini Semarang memiliki banyak pedagang yang menjual es Gempol, seperti misalnya Es Gempol Pleret Pak Gendut yang berada di Jl. Simongan, Semarang Barat. Warung yang berjarak 1 km dari Klenteng Sam Poo Kong ini menawarkan semangkuk gempol dengan gula bubuk yang manis dan menyegarkan. Nah, agar tidak kehabisan, lebih untuk datang sekitar jam 10.00. Pasalnya, setelah jam 13.00, tempat ini sudah tutup.
Lalu ada Es Gempol Pasar Gang Bang Baru, Kranggan, Semarang Tengah, Kranggan, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah. Dan Es Gempol Pasar Johar yang berada di Jl. K.H. Agus Salim, Kauman, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah
Resep es gempol ini sendiri terbuat dari beberapa campuran bahan-bahan yaitu tepung beras, tepung sagu, daun suji, daun pandan dan lainnya. Anda bisa membuat resep minuman segar ini di dapur anda, silahkan anda simak dibawah ini.
Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat es gempol :
200 gram Tepung Beras
25 gram Tepung Sagu
½ sendok teh Garam
50 ml Air Panas
25 ml Air Daun Suji
5 buah Nangka, kemudian anda potong memanjang
Sirup Vanili
Es Batu, kemudian anda kepruk
Air untuk merebus
Bahan untuk kuah santan :
500 ml Santan Kental
½ sendok teh Garam
2 lembar Daun Pandan, kemudian anda simpulkan
2 sendok makan Tepung Maizena, kemudian anda larutkan dengan air
Cara membuat minuman es gempol yang enak :
1. Pertama anda buat adonan gempol nya terlebih dahulu, caranya yaitu anda kukus tepung beras selama 30 menit, kemudian anda angkat, campurkan tepung sagu, air daun suji dan air panas, anda uleni hingga kalis. Lalu bulatkan adonan sebesar kelereng, anda tekan bagian tengah dengan ibu jari hingga membentuk cekungan. Setelah itu anda masukkan kedalam air mendidih, rebus adonannya hingga mengapung, angkat dan sisihkan.
2. Kemudian anda buat kuah santannya, caranya yaitu panaskan santan, garam dan daun pandan, aduk rata dan masak hingga mendidih.
3. Anda tuang larutan tepung maizena, aduk, masak hingga kental dan angkat.
4. Cara penyajiannya yaitu anda susun gempol dan nangka, kemudian anda tuang kuah santan, sirup vanili dan es batu kedalam gelas.
5. Nah seperti itulah cara membuat resep minuman es gempol yang enak, porsi hanya untuk 5 orang saja, anda bisa menambahkan bahan-bahannya jika anda ingin membuatnya lebih banyak.
Selamat mencoba.
Sumber :
http://www.menuresepmasakan.com/cara-membuat-resep-minuman-es-gempol-yang-segar/
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...