Makanan Minuman
Makanan Minuman
Minuman Gorontalo Gorontalo
Es Brenebon
- 25 September 2017

Es Brenebon - Gorontalo

Kacang merah atau brenebon, bagi warga Gorontalo atau Sulawesi Utara pada umumnya tidak hanya dijadikan sup. Namun ada satu kuliner segar yang menggunakan bahan ini, dan merupakan minuman khas Gorontalo yakni Es Brenebon. 

Es Brenebon, memang biasanya disajikan saat bulan Ramadhan. Namun, dalam Festival Nusantara Expo dan forum di TMII, yang berlangsung hingga 23 Oktober ini, minuman khas Gorontalo ini siap dinikmati oleh siapa saja tanpa mengenal bulan.

Menurut Afrianista Nur, penjual minuman dan makanan khas Gorontalo di ajang tersebut, Es Brenebon adalah es yang sangat digemari di Gorontalo. Selain karena Es Brenebon rasanya manis dan menyegarkan, kuliner ini juga sekaligus mengenyangkan. 

“Es Gorontalo ini disebut es Brenebon. Terbuat dari kacang merah rebus, puding, susu coklat, sirup, dan es serut. Karena menggunakan kacang merah rebus, es ini juga mengenyangkan dan sehat," ungkap Afrianista di Jakarta, Kamis (19/10).

Saat mencicipi, maka pengunjung akan merasakan sensasi makan es seperti makan sup kacang. Meski ada tambahan susu coklat manis, puding dan syrup pandan, es ini terasa domina kacang merah dan susunya dibandingkan rasa sirupnya.
     
Jika ingin menambah variasi, Afrianista mengatakan, es brenebon juga bisa ditambahkan potongan buah alpukat dan durian untuk menambah cita rasa. Sayangnya, meski es ini banyak digemari, es brenebon tidak sembarangan di jual di pinggir jalan. 

RESEP

ES BRENEBON 
 
 
  • BAHAN :
  1. Kacang merah 150 gram,kemudian direndam semalaman
  2. Daun pandan 2 lembar, kemudian di ikat agar daun tidak melewati panci saat direbus
  3. Gula merah 100 gram, kemudian dipotong atau dipukul kecil - kecil agar lebih mudah meleleh saat direbus
  4. Gula pasir 200 gram, 
  5. Air ( khusus untuk merebus kacang )
  6. Air 700 ml
  7. Susu kental manis 
  8. Es serut


  • CARA MEMBUAT  :
  1. Sebelum kacang direbus kacang merah direndam selama semalam atau minimal 5 jam ( alasannya karena kacang - kacangan memiliki selaput luar yang mengandung zat yang dapat menyebabkan penyakit pencernaan )
  2. Selagi merendam kacang merah lanjutkan dengan membuat sirop rebus air 700 m, masukan gula pasir 200 gram, gula merah 100 gram yang sudah dipotong atau dipukul hingga menjadi kecil dan 2 lembar daun pandan hingga sirop mengental, setelah itu angkat dan dinginkan sirop.
  3. Note : jangan menggunakan air yang digunakan untuk merendam sebagai air untuk merebus kacang ) Siapkan air untuk merebus kacang lalu rebus air sampai mendidih, setelah mendidih kacang merah yang sudah direndam semalaman dimasukan dan direbus hingga lunak atau empuk. angkat, tiriskan dan dinginkan
  4. siapkan gelas atau mangkuk lalu masukan kacang merah dan sirop tambahkan es serut tuangkan susu kental manis
  5. Es Brenebon yang nikmat dan menyegarkan siap dinikmati.

 

Sumber

http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/kuliner/16/10/20/ofc7w3384-nikmatnya-es-brenebon-es-langka-khas-gorontalo

http://cookneuebook.blogspot.co.id/2017/06/resep-masakan-tradisional-es-brenebon.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu