Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sumatera Barat Padang
Dendeng lombok lado hijau
- 11 Januari 2018

Bahan Utama Membuat Dendeng Lambok:

500 gr daging sapi has luar

1 sendok makan garam

2 sendok makan asem jawa

Air secukupnya untuk merebus

Bahan dan Bumbu Membuat Sambal Lado Hijau:

15 bh cabe hijau

2 bh asem kandis

2 lbr daun jeruk

8 bh bawang merah

1 bh jeruk nipis

Cara Membuat Dendeng Lambok Lado Hijau yang Sedap Asli Sumatra Barat

Cara Membuat Dendeng Lambok:

Langkah pertama yang bisa dilakukan terlebih dahulu adalah dengan memotong-motong daging yang sudah disiapkan dengan ukuran tipis memanjang. Hindari memotong daging dengan ukuran terlalu tebal atau telalu besar, hal ini akan membuat daging yang dimasak menjadi sulit matang secara merata, selain itu bumbu yang dibuat pun sulit meresap kedalam daging secara merata. Selesai memotong-motong daging, ambil wadah berukuran sedang dan masukkan daging kedalamnya. Setelah itu, ambil daging ke tempat cucian dan cuci bersih daging hingga kotoran yang ada pada daging bisa dibersihkan dengan keseluruhan. Angkat daging dari cucian dan sisihkan sementara. Siapkan panci dan berikan air, tunggu hingga air dalam panci mendidih, baru masukkan daging yang sudah dicuci kedalamnya dan rebus bersama dengan asam jawa dan garam. Rebus selama kurang lebih 20-25 menit hingga daging menjadi lebih empuk secara merata. Setelah daging selesai direbus, ambil daging dari air rebusannya dan tempatkan pada wadah lain. Selesai direbus, masukkan kembali pada rebusan dan rebus kembali daging selama kurang lebih 1 jam dan biarkan hingga bumbu bisa meresap kedalamnya secara merata. Ambil daging dari rebusan, dinginkan sementara dan pukul-pukul daging hingga melebar atau yang dalam bahasa Padang di tokok. Selesai dipukul-pukul, sekarang siapkan minyak dalam wajan, tunggu hingga panas dan goreng daging yang sudah ditokok hingga menjadi berwarna lebih kehitamans secara merata. Hanya saja, pastikan jika daging yang anda goreng tidak hangus. Selesai digoreng, angkat dan tiriskan minyaknya hingga minyak pada daging surut secara merata. Kemudian sisihkan sementara.

Cara Membuat Sambal Lado Hijau:

Untuk membuat sambal lado hijau pertama silahkan iris cabe hijau yang telah dipersiapkan, iris juga bersama dengan bawang merah hingga halus secara merata. Selanjutnya, panaskan minyak goreng dalam wajan dan tumis asam kandis dengan daun jeruk bersama dengan potongan bawang dan cabai. Tumis-tumis hingga tercium bau harum yang sedap dan wangi. Angkat tumisan dan saring minyaknya kemduian campurkan garam dan perasan jeruk nipips dan aduk-aduk hingga tercampur merata. Setelah sambai lado hijau matang dari tumisan, silahkan ambil dendeng yang sudah dibuat tadi dan sajikan bersama dengan siraman sambal lado hijau ini dibagian atasnya. Sajian ini akan terasa lebih nikmat dan lebih lezat apabila disajikan selagi hangat dan disantap dengan nasi hangat yang sedap.

 

Alamat & Kontak Penjual:

Rumah Dendeng Siti Nurbaya  

Jl. Damar 1 No.6, Olo, Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat 25116

0853-6564-4444

 
 

Sumber :https://selerasa.com/resep-membuat-dendeng-lambok-lado-hijau-yang-sedap-asli-sumatera-barat

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Cara Aktivasi BNIdirect bisnis
Alat Musik Alat Musik
Bali

Layanan Halo BNI tersedia selama 24 jam penuh setiap hari dan dapat diakses melalui WhatsApp ( 081252934601 ) info lebih lanjut.Layanan Halo BNI tersedia selama 24 jam penuh setiap hari dan dapat diakses melalui WhatsApp ( 081252934601 ) info lebih lanjut.

avatar
Bungacentika baru
Gambar Entri
PELARIAN MAJAPAHIT DI PACITAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT II (Keling Daha Kediri)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT I (Brawijaya V - Trowulan)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker